Kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam

ByHasbi Maula

Kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam*

Hari ini kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, peringatan kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam ada dimana mana.

Hikmah dari Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa kita teladani.

1⃣meneladani akhlak dan sifat Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam.

Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.”

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat tersebut merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar mencontoh Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya. Oleh karena itu, Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum mukmin agar mencontoh sikap Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam Ketika Perang Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangannya, serta tetap menanti jalan keluar dari Alloh Ta’ala. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sampai hari kiamat.

Selain itu, akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam adalah cerminan Al-Qur’an. Bahkan beliau sendiri adalah sosok sempurna yang hadir di tengah-tengah umat manusia, membawa kabar gembira, menerangi kegelapan dengan membawa cahaya Islam. Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, Aisyah menjawab, “Akhlak Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam adalah Al-Qur’an” (HR Muslim).

Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun sarat makna yang luar biasa. Ia menyifati beliau dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada.

Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam juga memiliki sifat yang layak diteladani, yakni shiddiq , amanah, tabligh , dan fathonah.
*Shiddiq* adalah integritas, kejujuran, selalu menjunjung tinggi kebenaran.
*Amanah* adalah memegang teguh kepercayaan, bisa dipercaya.
*Tabligh* adalah menyampaikan dengan benar dan baik atas apa yang menjadi perintah Alloh Ta’ala.
*Fathanah* adalah kecerdasan, kepintaran, ketangkasan.

2⃣ungkapan kecintaan dan kegembiraan kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam merupakan salah satu bukti cinta kita kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Di berbagai tempat biasanya diadakan pembacaan sirah nabawiyyah dengan iringan hadhrah , mengagungkan Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam dalam Dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ini diharapkan bisa memperdalam cinta kita kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam sehingga umat bisa terus meneladani akhlak beliau oleh karena rasa cinta yang mendalam. Rasa gembira juga bisa menyebabkan bertambahnya rasa iman kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam dan semakin senang menjalankan ajaran agama yang dibawa oleh Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, yakni agama Islam.

Bahkan selain orang islampun saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu. Diriwayatkan ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya sebagai tanda suka cita. Ternyata sejak dilahirkan, Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam sudah memberi kemanfaatan dan menyebabkan kegembiraan.

Demikianlah rahmat Alloh Ta’ala terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi sallallahu alaihi wa sallam termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Alloh Ta’ala merahmati karena kegembiraan atas kelahiran Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, apalagi anugerah Alloh Ta’ala bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.

3⃣meneguhkan kecintaan kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Cinta Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam bisa saja pudar seiring berjalannya waktu. Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Oleh sebab itu, peneguhan kecintaan kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam merupakan sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Alloh Ta’ala ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan istri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri.

Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya”
(HR. Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa ketika cinta kita kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam tidak lebih besar dari cinta kita kepada makhluk, maka kita tidak masuk dalam kategori orang beriman yang sempurna.

Hikmah ini bisa dijadikan pedoman bahwa di tengah semua kesibukan kerja dan aktivitas di dunia modern, kita tetap memegang teguh hal-hal yang diajarkan oleh Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam dan membuang jauh godaan untuk melakukan hal yang dilarang oleh Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam.

4⃣membiasakan membaca shalawat. Alloh Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Azhab ayat 56, “ Sesungguhnya Alloh Ta’ala dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.”

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan menyatakan bahwa Imam Bukhari mengatakan, Abul Aliyah telah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan shalawat dari Alloh Ta’ala ialah pujian-Nya kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam di kalangan para malaikat, dan shalawat dari para malaikat ialah doa mereka untuknya. Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yushalluuna ialah memberikan keberkahan. Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara ta’liq (memakai komentar) yang bersumber dari keduanya (Abul Aliyah dan Ibnu Abbas).

Salah satu hikmah Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam adalah pengingat bagi umat untuk terus mengucapkan shalawat kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam di berbagai aktivitas, sehingga semua aktivitas kita bisa terus terkontrol karena terus ingat Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Dengan demikian, semua aktivitas kita bisa memeroleh keberkahan dari Alloh Ta’ala.

5⃣momen pengharapan syafaat Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam. Arti kata syafaat adalah perantaraan. Makna syafaat adalah pertolongan pihak ketiga kepada pihak yang membutuhkannya dalam rangka memberikan suatu manfaat atau menolak suatu mudharat. Rasululloh bisa memberikan syafaat, sebagaimana hadits beliau, “Syafaatku untuk umatku yang ahli dosa besar ”
(HR.Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Hakim, dan lain-lain).

Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, “ Setiap Nabi mempunyai doa yang mustajabah, maka setiap Nabi doanya dikabulkan segera, sedangkan saya menyimpan doaku untuk memberikan syafaat kepada umatku di hari kiamat. Syafaat itu insya Alloh diperoleh umatku yang meninggal tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun”
(HR. Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengandung hikmah dalam kehidupan modern bahwa kecintaan, kegembiraan, keimanan dan keteladanan terhadap akhlak Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam di segala hal baik urusan akidah, syariah maupun akhlak, bisa menyebabkan umatnya memeroleh syafaat kelak di hari akhir.

6⃣mengingatkan pesan beliau sebelum wafat. Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam bersabda menjelang berhembusnya nafas terakhir beliau, “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabulloh dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengingatkan kembali kepada umat untuk terus berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan hadits serta tafsirannya berdasarkan metode ushul fiqh yang akurat.

7⃣mengingatkan kembali bahwa Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam sudah wafat dan diteruskan oleh pewaris para nabi, yakni ulama. Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “ Ulama adalah pewaris para nabi ” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda ra).

Setelah menegaskan kecintaan kepada Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam, berikutnya adalah kecintaan terhadap pewaris Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam yakni Ulama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bisa menjadikan sarana kepada umatnya untuk terus meneladani ulama kontemporer (masa kini) yang memenuhi kriteria sebagai Ulil Amri , oleh karena itu Alloh Ta’ala memerintahkan agar taat kepada Ulil Amri . Salah satu bagian dari Ulil Amri adalah para ulama.

Demikian uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, semoga kita tetap terjaga iman kita untuk terus mencintai dan meneladani akhlakul karimah Rasululloh sallallahu alaihi wa sallam.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

About the author

Hasbi Maula editor

Leave a Reply