MENSIKAPI MASALAH

ByHasbi Maula

MENSIKAPI MASALAH

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Mensikapi Masalah*

Bang Anas sedang kebingungan! Ia ditugaskan oleh atasan ke Bandung untuk hadir meeting mewakili kantor besok. Itu artinya sore ini juga ia harus berangkat.

Lalu apa yang membuatnya bingung? Karena hari ini bertepatan dengan libur panjang tahun baru. Tiket bus sudah habis semua. Telepon ke seluruh travel Jakarta-Bandung pun jawabannya tetap sama, tidak ada kursi kosong lagi.

Bagaimana dengan kereta? Sudah sejak satu bulan lalu full booked. Kalaupun masih ada kursi itupun untuk jurusan Cirebon, Yogya, dan Solo. Justru menjauhi Bandung bukan? Itulah sebabnya ia mulai kehabisan akal.

Mau sewa mobil? Atau pakai taksi? Lupakan saja karena harganya tinggi sekali dan Bang Anas tidak punya dana sebanyak itu. Tamat sudah riwayatnya.

Tiba-tiba dia ingat Haji Holik tetangganya si juragan kambing asli Betawi. Bukankah setiap hari ia mengirim pesanan kambing ke Bandung? Siapa tahu bisa menumpang? Segera saja ia meluncur ke rumah sang juragan.

“Engkong Haji aye boleh numpang kaga ke Bandung? Nyari tiket kemane-mane pada abis nih.”

“Elo kaga salah Nas? Emang elo mau naek mobil nyang ngangkut kambing? Baunye tujuh rupa Nas. Ntar elo mabok pegimane? Pan enakan naek kereta. Kursinye empuk, adem ada AC. Aye sih boleh-boleh aje malah kebetulan bisa nemenin sopir. Tapi ya begitu adanye.”

“Lah kaga usah jadi ribet Kong. Namanye juga numpang, aye terima deh resikonye. Aye makasih banyak nih sama Engkong.”

Alhamdulillah. Bang Anas selamat. Akhirnya ia menumpang kepada Haji Holik. Memang betul perjalanannya tidak nyaman. Tak ada AC dan dapat bonus bau kambing pula. Tapi ia tetap terima dengan lapang dada. Karena perjalanan itu sesuai dengan tujuannya. Selesai.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Mari kita membahas lebih dalam cerpen mini di atas. Jika dibaca dengan seksama, siapakah yang pantas menjadi pemeran tokoh Bang Anas dalam cerita tersebut? Siapa lagi kalau bukan kita. Karena An-Naas sendiri artinya manusia. Hehehe.

Manusia berakal memiliki tujuan hakiki dalam perjalanan hidupnya, yaitu keridhaan Alloh. Oleh karena itu apapun yang terjadi selama perjalanan ia terima dengan lapang dada.

Musibah, bencana, ujian, kesulitan, kerugian, jika kita menyadari bahwa semuanya adalah kehendak Alloh pasti tidak akan membuat kita menggerutu dan mengeluh. Karena keridhaan kita kepada ketentuan Alloh akan menjadi penyebab keridhaan Alloh kepada kita. Berarti telah sesuai dengan tujuan perjalanan ini. Betul?

Memangnya kita mau naik kendaraan yang nyaman, tapi arahnya menjauhi tujuan perjalanan? Tentu tidak akan ada yang mau. Maka sadarilah bahwa hidup ini hanya menumpang. Bersikaplah menjadi penumpang yang menyenangkan.

Alloh Maha Mengetahui yang terbaik bagi setiap manusia. Pusatkan saja perhatian kita untuk menuju tujuan (keridhaan Alloh), maka apapun yang terjadi dalam perjalanan akan menjadi indah dengan sendirinya.

Semoga kita bisa terus istiqomah beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

About the author

Hasbi Maula editor

Leave a Reply