Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seorang Pengusaha Sejati

ByHasbi Maula

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seorang Pengusaha Sejati

🥇🥇🥇🥇🥇🥇🥇🥇🥇🥇🥇
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seorang Pengusaha Sejati*

Lahir sebagai anak yatim dan tak mendapat warisan apa pun, demikian kondisi Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam. Namun, hal tersebut tidaklah menjadikannya patang arang menjalani hidup. Sejak kanak-kanak, Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam telah memeras keringat.

Ketika anak-anak seusianya masih bermain, Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam telah menggembala kambing. Padahal, saat itu usianya masih delapan tahun. Dia amat rajin menggembalakan kambing-kambing keluarga baninya.

Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dalam *Sirah Nabawiyyah* menyebutkan, Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tidaklah seorang nabi pun melainkan ia pernah hidup menggembala kambing.” Dari jasa mengembala tersebut, Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam mendapat upah dari si pemilik ternak.

Menggembala dilakoni nabi hingga usia 12 tahun. Saat usia itulah untuk kali pertama dia belajar berwirausaha. Dia turut serta dalam perjalanan dagang pamannya Abu Thalib ke Syam (sekarang Suriah). Pada perjalanan inilah terjadi sebuah pertemuan dengan rahib Nasrani yang mengenali Muhammad sebagai bakal utusan Alloh Ta’ala terakhir. Kisah pertemuan ini sangat terkenal, mengingat inilah kali pertama orang lain melihat sisi kenabian Muhammad meski ia baru diutus hampir 30 tahun setelahnya.

Kemudian, ketika mencapai usia remaja, kata al-Mubarakfury, Muhammad mulai hidup berdagang bersama as-Saib bin Abus-Saib. Dia merupakan rekanan terbaiknya. Tidak pernah saling curang dan saling berselisih. “Rasulullohu shallallahu alaihi wa sallam dikenal usahanya dengan setinggi-tingginya nilai amanah, nilai kejujuran, dan sikap menjaga kehormatan diri. Inilah karakter beliau di segenap sisi kehidupannya hingga diberi gelar al-Amin,” kata Al Mubarakfury.

Afzalur Rahman dalam bukunya *Muhammad A Trader* menyebutkan, pada usia 17 tahun Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam telah memimpin khalifah dagang hingga ke luar negeri. Tak heran reputasinya amat cemerlang. Dia sangat dikenal di Syam, Yaman, Yordania, Irak, dan kota perdagangan lain. Tercatat terdapat 17 negara yang pernah dikunjungi dalam ekspedisi perdagangan tersebut. “Sungguh aktivitas perdagangan yang luar biasa. Reputasinya sebagai pedagang yang jujur dan amanah telah disematnya sejak usianya sangat belia,” ujarnya.

Menurut Ippho Santoso dalam *Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Pedagang*, pada usia 25 tahun, Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam sudah menjadi entrepreneur yang kaya raya dan berdagang ke luar negeri tidak kurang dari 18 kali. “Bayangkan saja, jangkauan perdagangan Muhammad muda mencapai Yaman, Syria, Busra, Irak, Yordania, Bahrain, dan simpul perdagangan lainnya di Jazirah Arab,” ujarnya.

Pakar Ekonomi Islam UIN Jakarta Agustianto dalam artikelnya “Meneladani Manajemen Bisnis Rasululloh” mengatakan, jauh sebelum Frederick W Taylor (1856-1915) dan Henry Fayol mengangkat prinsip manajemen sebagai suatu disiplin ilmu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen dalam kehidupan dan praktik bisnisnya. Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlibat di dalamnya.

Dasar-dasar etika dan manajemen bisnis tersebut telah mendapat legitimasi keagamaan setelah dia diangkat menjadi Nabi. Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan semakin mendapat pembenaran akademis di pengujung abad ke-20 atau awal abad ke-21.

Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan dan *kepuasan konsumen* _(costumer satisfaction)_, *pelayanan yang unggul* _(service exellence)_, *kompetensi*, *efisiensi*, *transparansi*, *persaingan yang sehat* dan *kompetitif*, semuanya telah menjadi gambaran pribadi dan etika bisnis Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam ketika masih muda.

Semoga kita bisa mentaladani dan meniru Rasulullohu shallallahu alaihi wa sallam dalam berbisnis/berdagang.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

About the author

Hasbi Maula editor

Leave a Reply