• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (2)

15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (2)

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (2)

6๏ธโƒฃSaling menguntungkan kedua belah pihak.
Cara berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam selanjutnya dengan mengutamakan prinsip saling menguntungkan serta suka sama suka antar pembeli dan penjual. Tidak ada yang ditutupi-tutupi dari barang dagangannya. Dan harus mencapai kesepakatan bersama, baik dalam harga, jenis barang, dan cara memberikan barang tersebut kepada pembeli.
Rasululloh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:
โ€œJanganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka”
(HR. Ahmad).

“Sesungguhnya perniagaan itu hanyalah perniagaan yang didasari oleh rasa suka sama suka”
(HR. Ibnu Majah)

7๏ธโƒฃMenjual barang miliknya sendiri
Kalian pasti sering mendengar sistem penjualan barang dengan dropshipping, bukan? Dimana kita menjual suatu produk kepada buyer (konsumen) tanpa membelinya produk tersebut terlebih dahulu. Cukup memasang foto-foto produk itu di media sosial. Nantinya jika ada buyer yang memesan, kita langsung menghubungi si grosir (agen resminya). Lalu grosir akan mengirim barang tersebut secara langsung ke alamat buyer dengan atas nama toko kita.
Jual beli dengan metode dropshipping tentunya cukup berisiko. Sebab kita (selaku penjual) tidak mengetahui kondisi barangnya secara langsung. Hanya lewat foto. Bagaimana jika nantinya buter menerima barang yang cacat? Atau mungkin proses pengirimannya lama? Hal ini tentu mengecewakan si pembeli. Maka itu, Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wassallam menyarankan agar kita tidak menjual barang yang bukan milik kita. Sebab itu bisa merugikan pihak lain.
Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasululloh shallallahuโ€˜alaihi wa sallam: โ€œWahai Rasululloh, ada seseorang yang mendatangiku seraya meminta kepadaku agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan cara terlebih dahulu aku membelinya untuknya dari pasar?โ€ Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam menjawab :
โ€œJanganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.”
(HR Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasai)

8๏ธโƒฃTidak melakukan penipuan
Dalam berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam juga tidak pernah melakukan penipuan. Perlu diketahui bahwa tindakan menipu pembeli, sekecil apapun dan dalam bentuk apa saja itu tentu dilarang oleh agama.
Diriwayatkan dari Abu Huraira ra: Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, โ€œApa ini wahai pemilik makanan?โ€ Sang pemiliknya menjawab, โ€œMakanan tersebut terkena air hujan wahai Rasululloh.โ€
Beliau bersabda,
โ€œMengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.โ€
(HR. Muslim).

Dalam hadist lain, Rasululloh Shallallahu โ€˜Alaihi Wassallam bersabda:
“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di nerakaโ€
(HR. Ibnu Hibban)

9๏ธโƒฃTidak menimbun barang
Menimbun barang merupakan keadaan dimana seseorang membeli barang dengan stok sangat banyak dari pasar, lalu menyimpannya dalam kurun waktu lama dan menjual barang tersebut dengan harga sangat mahal. Ketahuilah bahwa menimbun barang adalah perbuatan dzalim.
๐Ÿ”นPertama aktivitas ini menyembabkan terganggunya mekanisme jual-beli di pasar. Stok barang di pasar akan habis dan itu merugikan pedagang lain.
๐Ÿ”นKemudian, dengan sengaja menyimpan barang dan mengelurkannya sangat permintaan konsumen melonjak. Sehingga ia bisa menaikkan harganya. Ini tentu tidak diperbolehkan dalam islam. Sebab sama saja dengan mencari keuntungan untuk diri sendiri.
๐Ÿ”นDan terakhir, barang yang telah ditimbun dalam waktu lama itu biasanya kualitasnya menurun. Entah itu rusak, cacat atau habis masa kadaluarsanya.
Diriwayatkan dari Maโ€™mar bin Abdullah bahwa Rasululloh Shallallahu โ€˜Alaihi Wassallam bersabda,
โ€œTidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.โ€
(HR. Muslim)

๐Ÿ”ŸBersikap ramah dengan pembeli
Bersikap ramah, santun dan selalu tersenyum kepada pembeli juga merupakan cara berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam. Apabila kita bisa bersikap baik dengan pembeli, maka pembeli pasti juga senang. Sebaliknya jika kita menunjukkan wajah judes dan cemberut tentu pembeli akan malas dan kabur, tidak akan membeli di tempat kita lagi.

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudaraยฒ kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply