• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Daily Archive July 27, 2019

Hasil ditentukan oleh Diri Sendiri

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi:
*Hasil ditentukan oleh diri sendiri*

*”Seorang hamba akan dibangkitkan sebagaimana keadaannya ketika wafat.”*

Dari hadist yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim di atas, ulama kemudian melengkapi keterangan lagi bahwa seseorang juga akan diwafatkan sebagaimana keadaannya ketika hidup.

Secara ringkas, dapat ditarik kesimpulan bahwa keadaan seorang manusia saat hidup di dunia merupakan gambaran keadaannya di akhirat kelak.

Dunia adalah kehidupan versi singkatnya, sedangkan akhirat yang merupakan versi panjangnya. Ternyata keduanya memiliki gambaran yang nyaris serupa.

Bayangkan saat kita membaca sinopsis atau rangkuman sebuah buku yang tebal, tentu saja tak akan berbeda dengan apa yang akan kita temukan saat membaca buku itu secara keseluruhan. Karena sinopsis memang versi singkat dari buku.

Seorang mukmin yang sholeh, selama hidup di dunia ia gemar memberi dan menerima salam dari saudaranya. Wajahnya selalu tersenyum penuh kasih sayang.

Maka di surga pun seperti itu pula. Ia akan menerima salam dari Rabb-nya Yang Maha Penyayang. Seperti diceritakan pada ayat 58 Surat Yasin.

Seorang muslim di dunia senantiasa menjaga diri dalam keadaan wudhu. Tidak hanya saat hendak shalat saja. Ia mengambil air wudhu ketika hendak belajar, bekerja, mengaji, tidur, berkumpul dengan istrinya dan segala keadaan lainnya.

Di dunia ia tak bosan-bosan membasahi dirinya dengan air wudhu, maka di akhirat ia pun akan bersenang-senang membasahi dirinya dengan air sungai yang mengalir di dalam surga. Hal ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 25.

Sebaliknya orang-orang yang lalai, hidupnya hanya berisi dengan mengeluh, mencaci keadaan, marah dengan ketentuan Alloh Ta’ala, dan berbagai kata-kata tidak positif menjadi ucapannya setiap hari.

Maka demikianlah mereka pun di neraka dalam keadaan saling bertengkar satu sama lain, mereka marah karena masing-masing merasa telah dijerumuskan ke dalam kelalaian.

Alloh Ta’ala berfirman:
*”Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka.”*
(QS Asy-Syua’ra : 96)

Keadaan orang-orang lalai ketika di dunia adalah keras kepala. Sudah diperingatkan tentang perbuatan haram, masih saja ia kerjakan. Sudah tahu bahwa suatu hal itu dosa, masih saja ia lakukan.

Maka jadilah mereka juga seperti itu di neraka kelak. Sudah diingatkan bahwa makanan yang tersedia di sana adalah zaqum yang pahit rasanya, mendidih panasnya, dan hancurlah tubuh sesiapa yang menyantapnya. Tetapi karena keras kepala, penduduk neraka tetap memakannya juga.

Saudara dan sahabatku……
Hidup di dunia teramat singkat dan bersifat rangkuman saja. Maka usahakanlah menjadi yang terbaik. Karena sinopsis yang singkat inilah yang menjadi gambaran buku kehidupan kita yang panjang di akhirat.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘