• +62-8123070905
  • sejenakpagi.info@gmail.com

Daily Archive February 2, 2020

Kejujuran dan Pelatihan Pengembangan Soft Skills

BERBICARALAH YANG JUJUR

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

Betapa banyak perilaku korup di negeri ini, sehingga meraih rangking teratas.
Ini menunjukkan bahwa kejujuran semakin diabaikan. Orang jujur pun semakin langka. Padahal, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam dikenal sebagai pribadi yang jujur. Karena kejujurannya, beliau dijuluki dengan al-Amin atau orang yang dapat dipercaya. Dalam Islam, kejujuran adalah pangkal kebaikan yang akan menghantarkan manusia pada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Hendaklah kamu semua berikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.”
(HR. Bukhari).

Orang yang selalu berkata dusta, bukanlah orang beriman, seperti firman Alloh Ta’ala dalam al Qur’an:

“Dan diantara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Alloh dan hari akhir”, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”
(QS. al-Baqarah: 8)

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam juga mengingatkan:

”Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji.”
(HR. Ahmad).

Ketika manusia memiliki shiddiq (berkata dan bersikap benar), ia akan memperoleh ketenangan jiwa, mendapat keberkahan hidup, menggapai keselamatan, terhindar dari kemunafikan, dan akan dicatat sebagai ahli kebenaran (orang yang jujur).

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Jauhilah dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa pada kedurhakaan dan sesungguhnya kedurhakaan itu akan menunjuki manusia ke neraka.”
(HR. Bukhari).

Oleh sebab itu, jauhilah dusta dalam berbicara, berjanji, persaksian, dan dalam tuduhan kepada orang yang tidak bersalah.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

______________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Workshop pasangan muda dan pra wedding menuju keluarga bahagia

Menjadi suami yang baik

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

Menjadi suami dan bapak ideal dalam rumah tangga? Tentu ini dambaan setiap lelaki, khususnya yang beriman kepada Alloh Ta’ala dan hari akhir. Dan tentu saja ini tidak mudah kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Alloh Ta’ala.

Sosok kepala rumah tangga ideal yang sejati, Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallampernah bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik (dalam bergaul) dengan keluargaku”.

Karena kalau bukan kepada anggota keluarganya seseorang berbuat baik, maka kepada siapa lagi dia akan berbuat baik? Bukankah mereka yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayang dari suami dan bapak mereka karena kelemahan dan ketergantungan mereka kepadanya?
Kalau bukan kepada orang-orang yang terdekat dan dicintainya seorang kepala rumah tangga bersabar menghadapi perlakuan buruk, maka kepada siapa lagi dia bersabar?.

Imam al-Munawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat argumentasi yang menunjukkan (wajibnya) bergaul dengan baik terhadap istri dan anak-anak, terlebih lagi anak-anak perempuan, (dengan) bersabar menghadapi perlakuan buruk, akhlak kurang sopan dan kelemahan akal mereka, serta (berusaha selalu) menyayangi mereka”

Potret Kepala Keluarga Ideal Dalam Al-Qur-an
Alloh Ta’ala menggambarkan sosok dan sifat kepala keluarga ideal dalam beberapa ayat al-Qur-an, di antaranya dalam firman-Nya:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Inilah sosok suami ideal, dialah lelaki yang mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka.

Dalam ayat lain, Alloh Ta’ala berfirman:

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan dia (selalu) memerintahkan kepada keluarganya untuk (menunaikan) shalat dan (membayar) zakat, dan dia adalah seorang yang di ridhoi di sisi Alloh”
(QS Maryam: 54-55).

Inilah potret hamba yang mulia dan kepala rumah tangga ideal, Nabi Ismail ‘alaihissalam, sempurna imannya kepada Alloh Ta’ala, sholeh dan kuat dalam menunaikan ketaatan kepada-Nya, sehingga beliau ‘alaihissalam meraih keridhaan-Nya.

Tidak cukup sampai di situ, beliau ‘alaihissalam juga selalu membimbing dan memotivasi anggota keluarganya untuk taat kepada Alloh Ta’ala, karena mereka yang paling pertama berhak mendapatkan bimbingannya. Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

_____________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Manajemen Waktu dan Pengembangan Softskills Pelajar Indonesia

MANAJEMEN WAKTU

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

 

Sang waktu begitu cepat bergulir.
Tahu tahu sdh punya anak dan menantu.
Tahu tahu sdh punya cucu.
Tahu tahu rambut sdh beruban, gigi sdh ada yg lubang/lepas, kulit sdh mulai keriput, lutut sdh mulai goyah.

Tahu tahu makan mulai selektif, takut itu, takut ini.
Dulu kepingin makan ini, makan itu, uang belum ada.
Setelah ada uang, tidak boleh itu, tidak boleh ini.
Alhumdulillah masih hidup, masih diberi kesempatan utk taubat dan utk memperbaiki hubungan dg Alloh Ta’ala, ortu, keluarga dan lainnya.

Mari saudara dan sahabatku melihat firman Alloh Ta’ala:

“Demi masa. Sungguh manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al ‘Asr : 1-2)

“Demi waktu matahari naik sepenggalah, dan demi malam apabila telah sunyi.”
(QS. Ad-Duha : 1-2)

Ayat-ayat diatas menjelaskan tentang waktu dan banyak lagi pada ayat atau surat lain yang menjelaskan tentang waktu.
Kalau Alloh Ta’ala bersumpah dengan sesuatu berarti amatlah sangat penting sesuatu tersebut.

Sebagaimana Alloh Ta’ala bersumpah dengan waktu karena pentingnya waktu sebagai salah satu anugerah Alloh Ta’ala kepada hambaNya. Karena kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban nilai waktu yang kita gunakan saat di dunia.

Rosululloh sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat tidak akan bergeser dari tempatnya sebelum diajukan kepadanya empat pertanyaan;

  1. tentang umurnya dihabiskan untuk apa?.
  2. tentang fisiknya (masa mudanya) di gunakan untuk apa?.
  3. tentang ilmunya dimanfaatkan untuk apa?.
  4. tentang hartanya dari mana diperolehnya dan dinafkahkan untuk kepentingan apa?.” (HR. Thobaroni-Al Bazzar)

TETAP SEMANGAT Mengisi waktu dg Ibadah dan bermanfaat

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

_________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Pelatihan Komunikasi dan Public Speaking Training

Komunikasi & Etika Berbicara

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

Etika2 dlm berbicara yg harus diperhatikan,

1. Hendaknya pembicaraan selalu di dlm kebaikan.

Alloh Ta’ala berfirman, yg artinya, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia.”
(QS. An Nisa : 114)

2. Jangan berbicara sesuatu yang tidak berguna.

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Termasuk kebaikan Islamnya seorang hamba adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Menghindari perkataan jorok

Rasululloh- shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Seorang mukmin itu tidak pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya.”
(HR. al-Bukhori di dalam al-Adab al-Mufrad)

4. Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba

Alloh Ta’ala berfirman, yg artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”
(QS. Al-Hujurat : 12)

5. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya
6. Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.
7. Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok orang yang berbicara

Alloh Ta’ala berfirman, yg artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok).”
(QS. Al-Hujurat : 11)

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

__________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍