• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Daily Archive February 14, 2020

Pendidikan karakter, bekerja keras untuk menjemput rezeki

SEMUT DAN REZEKI

🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜🐜

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

 

Suatu ketika, seekor semut tertangkap basah oleh Nabi Sulaiman tengah membawa dua ekor belalang. Ia melahap kedua ekor belalang dengan lahap.

Esok hari, Nabi Sulaiman memasukkan si semut tadi ke dalam sebuah kotak. Lalu Nabi Sulaiman memasukkan dua ekor belalang ke dalam kotak, sebagai bahan makanan si semut.

Namun Nabi Sulaiman kaget, karena si semut hanya memakan satu ekor belalang saja.
Nabi Sulaiman bertanya,

“Hai semut, mengapa kemarin kamu menghabiskan 2 ekor belalang, sementara sekarang hanya menghabiskan 1 ekor saja”.

Si semut menjawab,

“Kemarin, sebelum engkau masukkan aku ke dalam kotak, aku bebas dan PERCAYA bahwa Alloh PENJAMIN segala kebutuhan hidupku. Oleh karena itu, aku tak pernah khawatir menghabiskan kedua belalang, karena esok hari aku akan mendapatkan kembali. Sekarang setelah aku ada dalam kotak, aku tak yakin bahwa engkau akan menjamin hidupku. Maka aku habiskan hanya satu belalang saja, dan menyisakan 1 ekor lagi untuk esok hari.”

Wahai sdr dan sahabatku,
Kita hidup nyaman berada dalam kotak apapun itu, adalah musibah. Apalagi mempercayai bahwa si kotak merupakan sumber rezeki.

Kita harus yakin, ketika berada di luar kotak, rezeki itu seluas bumi dan langit. Asalkan kita mau berikhtiar sekuat semut dan mau beramal jama’i (kerja tim) sekokoh mereka. Karena tak ada rezeki yang didapat sendiri.

Subhanalloh..

Semoga kita bisa terus istiqomah beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Training Soft Skills, memilih umur atau uang

UMUR ATAU UANG

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Bila Umur dan Uang memiliki korelasi terbalik, punya Uang banyak tetapi Umur pendek dan punya Uang sedikit namun Umur panjang, maka bila kita diberi pilihan 1 diantara 2 keadaan tersebut, mana yang akan kita pilih?

Pilih Umur atau Uang?

Punya Umur Panjang dan banyak Uang, namun tidak bahagia juga kerap dialami oleh banyak orang.

Sebaliknya banyak orang sengsara karena “merasa” tidak punya banyak Uang.

Atau kadang ada orang tidak punya Uang, namun diberi umur panjang, atau sebaliknya punya banyak uang tapi umurnya pendek.

Idealnya punya banyak uang, panjang umur dan bahagia bersama keluarga dan sesama!

Idealnya semakin bertambah Umur, akan semakin bertambah makmur (banyak uang) bertambah mulia, hikmat serta bijaksana dan semakin taat kpd Alloh.

Dimanakah posisi kita saat ini masing2?

Saya tidak bermaksud untuk kita sepanjang Umur mengejar Uang, karena Uang bukan tujuan hidup yang sesungguhnya!

Uang adalah alat, benda mati yang diciptakan manusia untuk kebaikan kehidupan sebagai sarana tukar menukar. Tidak lebih.

Untuk itu jangan menukar Umur kita dengan Uang, karena Umur lebih berharga daripada Uang.

Nikmatilah Umur kita sekarang juga!
Dengan memperbanyak ibadah kpd Alloh, krn kematian itu pasti.
Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali beribadah kpd Alloh.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

_____________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Pendidikan Karakter, Menjadi Pribadi Pemaaf

Menjadi Pribadi Pemaaf…

🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝🤝

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

Dikisahkan, suatu hari saat pulang dari sekolah, tingkah si bungsu tiba-tiba menjadi pendiam, murung, dan lesu. Sang ibu, walaupun sedikit khawatir tapi tahu bahwa tidak lama kemudian anaknya pasti akan bercerita kepadanya.

Benar saja. Malam hari saat sekeluarga bersantai, si bungsu menghampiri ibunya dengan gontai dan berkata,

”Bu, tadi di sekolah aku dipanggil oleh pak guru ke ruangannya. Gara-garanya begini. Ibu jangan marah dulu ya…?”

Sang ibu menjawab sabar,

”Ya. Memangnya ada apa, Nak? Ibu akan mendengarkan.”

”Tadi ada teman perempuan menangis gara-gara diejek si Toni.. teman yang sering main kemari itu lho Bu. Temanku yang diejek itu, Mita, lapor ke guru. Nah terus Toni dipanggil ke ruang guru.”

Si bungsu melanjutnya ceritanya.

“Bu, Toni mengadu ke pak guru kalau aku yang mengajari dia mengejek dan berbicara dengan kata-kata kotor. Aduh Bu, dia benar-benar keterlaluan. Memfitnah itu namanya. Ibu enggak percaya kan kalau aku yang mengajari Toni begitu? Benar deh Bu, aku tidak pernah begitu ke dia!”

“Keluar dari ruang guru, di depan kelas, Toni menangis Bu. Dia menyalahkan aku di depan kawan-kawan. Katanya gara-gara aku, dia kena hukuman!”

Begitulah, dengan nada berapi-api si bungsu melepas uneg-unegnya.

Keesokan harinya dan beberapa hari berikutnya, kasus masih berlanjut. Beberapa teman menjauhi si bungsu karena justru dia yang dituduh sebagai biang kerok, penjahatlah, penyebar fitnah, dan lain-lain. Beberapa teman pun menyalahkan si bungsu, bahkan menyuruhnya minta maaf kepada Toni.

”Sungguh tidak adil, aku yang enggak salah, kok aku yang disuruh minta maaf…?”

kata si bungsu mengeluh ke ibunya.

Ayahnya yang diam-diam mengikuti kisah putranya, memutuskan saatnya berbicara.

”Nak, kalau kamu merasa benar, tetap pegang kebenaranmu itu. Tetap berbuat dan berkata yang positif. Ayah yakin, sikap teman-temanmu itu hanya sementara saja. Nanti mereka pasti tahu siapa yang punya kualitas yang baik. Nah temanmu Toni, berbuat salah. Tidak ada salahnya, kan, kamu memaafkan dia?”

”Dia sudah begitu menyakiti aku. Apa untungnya memaafkan dia?”

tanya si bungsu penasaran.

”Lho, lalu apa ruginya memaafkan dia?”

jawab ayah sambil tersenyum.

”Coba perhatikan. Sejak kejadian itu, setiap hari kamu menggerutu melulu. Kamu merasa sebal, marah-marah, tidak konsentrasi belajar, dan tidak bahagia. Nah, apa untungnya kamu seperti itu? Maafkan Toni dan kembali bersikap seperti dulu lagi. Orang serumah bahagia. Kamu juga kembali gembira. Nah enggak rugi kan memaafkan itu? Damai dan nyaman bagi semuanya.”

The Cup of Wisdom…

Kesalahan orang kepada kita, apapun bentuknya, jika terus kita simpan dan pikirkan, maka hati akan terus terasa panas alias bad mood. Konsentrasi kita di pekerjaan atau sekolah pun pasti akan terganggu. Tiba-tiba, kita menjadi mudah jengkel dan marah-marah terhadap hal lain yang mungkin tidak terkait sama sekali, seperti keluarga atau sahabat terkasih.

Sungguh saat tepat kita mengingatkan diri, agar kita mampu menahan godaan nafsu, terutama amarah dan kebencian. Mari berlatih untuk memaafkan, mengampuni. Bukan sekadar ucapan di mulut saja, tetapi ikhlas dari lubuk hati dan makin dekat pula pada Sang Mahakuasa.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Pelatihan Budi Pekerti dan Pendidikan Karakter, Pandai Bersyukur

Apakah Makna Syukur?

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi:

Syukur secara bahasa,
“Syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut”.

Atau dalam bahasa Indonesia, bersyukur artinya “berterima kasih”.

Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Alloh Ta’ala.

Semisal Qarun yang berkata,
“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (QS. Al-Qashash: 78).

Syukur Adalah Salah Satu Sifat Alloh Ta’ala

Ketahuilah bahwa syukur merupakan salah satu sifat dari sifat-sifat Alloh yang husna. Yaitu Alloh pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tanpa luput satu orang pun dan tanpa terlewat satu amalan pun.

Alloh Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Alloh itu Ghafur dan Syakur”
(QS. Asy-Syura: 23).

Seorang ahli tafsir, Imam Abu Jarir Ath-Thabari, menafsirkan ayat ini dengan riwayat dari Qatadah,

“Ghafur artinya Alloh Maha Pengampun terhadap dosa, dan Syakur artinya Maha Pembalas Kebaikan sehingga Alloh lipat-gandakan ganjarannya”
(Tafsir Ath Thabari, 21/531).

Dalam ayat yang lain, Alloh Ta’ala berfirman,

“Alloh itu Syakur lagi Haliim”
(QS. At-Taghabun: 17).

Ibnu Katsir menafsirkan Syakur dalam ayat ini,

“Maksudnya adalah memberi membalas kebaikan yang sedikit dengan ganjaran yang banyak”
(Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, 8/141).

Sehingga orang yang merenungi bahwa Alloh adalah Maha Pembalas Kebaikan, dari Rabb kepada Hamba-Nya, ia akan menyadari bahwa tentu lebih layak lagi seorang hamba bersyukur kepada Rabb-Nya atas begitu banyak nikmat yang ia terima.

Syukur Adalah Sifat Para Nabi

Senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Alloh atas limpahan nikmat Alloh, walau cobaan datang dan rintangan menghadang, itulah sifat para Nabi dan Rasul Alloh yang mulia. Alloh Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh ‘Alaihissalam,

“(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur”
(QS. Al-Isra: 3).

Alloh Ta’ala menceritakan sifat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam,

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Alloh dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik, Dan ia senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Alloh, Alloh telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus”
(QS. An-Nahl: 120-121).

Dan inilah dia Sayyidul Anbiya, pemimpin para Nabi, Nabi akhir zaman, Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, tidak luput dari syukur walaupun telah dijamin baginya surga. Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu’anha,

“Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasululloh, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasululloh besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?”
(HR. Bukhari no. 1130, Muslim no. 2820).

Syukur Adalah Ibadah

Alloh Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah. Alloh Ta’ala berfirman,

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar”
(QS. Al Baqarah: 152)

Alloh Ta’ala juga berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Alloh, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”
(QS. Al Baqarah: 172).

Maka bersyukur adalah menjalankan perintah Alloh Ta’ala dan sebaliknya “enggan bersyukur” serta mengingkari nikmat Alloh Ta’ala adalah bentuk pembangkangan terhadap perintah Alloh Ta’ala.

Semoga kita menjadi manusia yg mensyukuri nikmat Alloh, menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

___________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Pendidikan Karakter, Tips agar pandai bersyukur

Tips Agar Menjadi Orang Yang Bersyukur

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Senantiasa Berterima Kasih kepada Orang Lain

Salah cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara sampainya nikmat Alloh kepada kita. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Alloh” (HR. Tirmidzi).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda,

“Barangsiapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah dengan yang serupa. Jika engkau tidak bisa membalasnya dengan yang serupa maka doakanlah ia hingga engkau mengira doa tersebut sudah bisa membalas serupa atas kebaikan yang ia berikan”
(HR. Abu Daud).

Oleh karena itu, mengucapkan terima kasih adalah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya”
(HR. Tirmidzi).

Merenungkan Nikmat-Nikmat Alloh

Dalam Al-Qur’an sering kali Alloh menggugah hati manusia bahwa banyak sekali nikmat yang Ia limpahkan sejak kita datang ke dunia ini, agar kita sadar dan bersyukur kepada Alloh. Alloh Ta’ala berfirman,

“Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS. An-Nahl: 78).

Qana’ah

Senantiasa merasa cukup atas nikmat yang ada pada diri kita membuat kita selalu bersyukur kepada Allah. Sebaliknya, orang yang senantiasa merasa tidak puas, merasa kekurangan, ia merasa Alloh tidak pernah memberi kenikmatan kepadanya sedikitpun. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallambersabda,

“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur” (HR. Ibnu Majah).

Sujud Syukur

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur ketika mendapat kenikmatan yang begitu besar adalah dengan melakukan sujud syukur.

“Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits Radhiallahu’anhu ia berkata, ‘Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggembirakan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Alloh” (HR. Abu Daud).

Berdzikir

Berdzikir dan memuji Alloh adalah bentuk rasa syukur kita kepada Alloh. Ada beberapa dzikir tertentu yang diajarkan oleh Rasululloh khusus mengungkapkan rasa syukur kita kepada Alloh. Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”
(Ya Alloh, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu)
Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur”
(HR. Abu Daud)

Semoga kita pandai mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala, senantiasa memperbaiki ibadah kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

_________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Parenting, kasih sayang Ibu dan anak

Surat untuk Anak tercinta…

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu, maka ibu akan memilih mengandungmu.
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban & kebesaran Alloh Ta’ala.

Sembilan bulan nak,…

engkau hidup di perut ibu engkau ikut kemanapun ibu pergi engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak krn kebahagiaan engkau menendang rahim ibu ketika engkau mrasa tdk nyaman, mungkin karena ibu sedang kecewa & berurai air mata.

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu.
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga. Krn kedahsyatan perjuanganmu utk mencari jalan keluar ke dunia sangat ibu rasakan & saat itulah kebesaran Alloh Ta’ala menyelimuti kita berdua.

Anakku,…

Malaikat tersenyum diantara peluh & erangan rasa sakit, yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun.

Anakku,…

Ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia.  Saat itulah… saat paling membahagiakan. Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yg merah. Bahagia tak terhingga saat mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan dan saat kalimat syahadat kebesaran Alloh Ta’ala & penetapan hati tentang junjungan kita Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di telinga mungilmu…

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam utk menyusuimu, maka ibu memilih menyusuimu. Dengan menyusuimu ibu merasa telah membekali hidupmu dg tetesan2 & tegukan tegukan yg sangat berharga. Ibu merasakan kehangatan bibir & badanmu didada, walau ibu dalam keadaan kantuk. Pengalaman ini sungguh luar biasa yg mungkin tidak semua orang bisa merasakan.

Anakku,…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle, tentu ibu memilih bermain puzzle denganmu…

Tetapi anakku….

Hidup memang pilihan.
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana, maafkanlah nak…

Maafkan ibu…

Maafkan ibu…

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita. Ibu berharap agar tidak ada satu kepingpun puzzle kehidupan kita yang hilang tercecer.

Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah bagian duka ibu…. Percayalah nak… Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu.

Anakku, Ibu merindukanmu…

Tertanda,

Dari IBU mu yg menyayangimu sepenuh hati IBU

___________________________

Semoga kita menjadi anak anak yg sholeh/sholehah.

Semoga kita diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk bisa istiqomah membaca, memahami dan mengamalkan al qur’an dan sholat tepat waktu.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Bangkitlah, Jangalah bersedih dan mengeluh

PIKIRKAN SEBELUM MENGELUH

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Sebelum mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yg tidak punya apapun utk dia makan.

Sebelum mengeluh karena tidak punya apa2, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum mengeluh diri buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat terburuk didalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami/istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Alloh untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum mengeluh tentang anak2mu, pikirkan tentang seseorang yg sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya belum mendapatkan.

Sebelum mengeluh tentang rumah yg kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang yg tinggal di jalanan (tuna wisma).

Sebelum mengeluh tentang jauhya telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki.

Dan…

Apabila Anda mengeluh tentang pekerjaan, pikirkanlah tentang orang2 yang pengangguran, orang2 cacat, orang2 yg tidak mampu & berharap mereka mempunyai pekerjaan sepertimu.

Sebelum menunjukan jari & menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yg tdk berdosa. Kita semua menjawab kepada Alloh Ta’ala.

Dan ketika sedang bersedih & hidupmu dalam kesusahan, tersenyum & mengucap syukurlah kpd Alloh Ta’ala bahwa sampai detik ini kamu masih diberi kehidupan.

Alhamdulillah hari Jum’at mari baca surat Al Kahfi, menperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

___________________________

Kunjungi: Coach Your Life

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍