• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Monthly Archive August 2020

Jangan meremehkan orang lain

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Jangan meremehkan orang lain

Ada beberapa wasiat yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Jurayy Jabir bin Sulaim. Wasiat yang pertama kita ulas adalah jangan sampai menghina dan meremehkan orang lain. Boleh jadi yang diremehkan lebih mulia dari kita di sisi Allah.

Abu Jurayy Jabir bin Sulaim, ia berkata, “Aku melihat seorang laki-laki yang perkataannya ditaati orang. Setiap kali ia berkata, pasti diikuti oleh mereka. Aku bertanya, “Siapakah orang ini?” Mereka menjawab, “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Aku berkata, “‘Alaikas salaam (bagimu keselamatan), wahai Rasulullah (ia mengulangnya dua kali).” Beliau lalu berkata, “Janganlah engkau mengucapkan ‘alaikas salaam (bagimu keselamatan) karena salam seperti itu adalah penghormatan kepada orang mati. Yang baik diucapkan adalah assalamu ‘alaik (semoga keselamatan bagimu.”

Abu Jurayy bertanya, “Apakah engkau adalah utusan Alloh?” Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Alloh yang apabila engkau ditimpa malapetaka, lalu engkau berdoa kepada Alloh Ta’ala, maka Dia akan menghilangkan kesulitan darimu. Apabila engkau ditimpa kekeringan selama satu tahun, lantas engkau berdoa kepada Alloh Ta’ala, maka Dia akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untukmu. Dan apabila engkau berada di suatu tempat yang gersang lalu untamu hilang, kemudian engkau berdoa kepada Alloh Ta’ala, maka Dia akan mengembalikan unta tersebut untukmu.”
Abu Jurayy berkata lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah wasiat kepadaku.”

Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi wasiat,
“Janganlah engkau menghina seorang pun.” Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.

Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Alloh tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.”
(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722).

Di antara wasiat Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah janganlah menghina orang lain. Setelah Rasulullohu shollahu ‘alaihi wassallam menyampaikan wasiat ini, Jabir bin Sulaim pun tidak pernah menghina seorang pun sampai pun pada seorang budak dan seekor hewan.

Dalam surat Al Hujurat, Alloh Ta’ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata bahwa ayat di atas berisi larangan melecehkan dan meremehkan orang lain. Dan sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong sebagaimana sabda Rasulullihu shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim no. 91).

Yang dimaksud di sini adalah meremehkan dan menganggapnya kerdil. Meremehkan orang lain adalah suatu yang diharamkan karena bisa jadi yang diremehkan lebih mulia di sisi Alloh seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 713).

Ingatlah orang jadi mulia di sisi Alloh Ta’ala dengan ilmu dan takwa. Jangan sampai orang lain diremehkan dan dipandang hina. Alloh Ta’ala berfirman,

“Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(QS. Al Mujadilah: 11)

Seorang mantan budak pun bisa jadi mulia dari yang lain lantaran ilmu. Coba perhatikan kisah seorang bekas budak berikut ini.

Dari Nafi’ bin ‘Abdil Harits, ia pernah bertemu dengan ‘Umar di ‘Usfaan. ‘Umar memerintahkan Nafi’ untuk mengurus Makkah. Umar pun bertanya, “Siapakah yang mengurus penduduk Al Wadi?” “Ibnu Abza”, jawab Nafi’. Umar balik bertanya, “Siapakah Ibnu Abza?” “Ia adalah salah seorang bekas budak dari budak-budak kami”, jawab Nafi’. Umar pun berkata, “Kenapa bisa kalian menyuruh bekas budak untuk mengurus seperti itu?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah seorang yang paham Kitabullah. Ia pun paham ilmu faroidh (hukum waris).” ‘Umar pun berkata bahwa sesungguhnya Nabi kalian -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda, “Sesungguhnya suatu kaum bisa dimuliakan oleh Alloh lantaran kitab ini, sebaliknya bisa dihinakan pula karenanya.”
(HR. Muslim no. 817).

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Ketentraman Hati

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Ketentraman Hati

Peran agama Islam terhadap manusia adalah untuk menolong manusia dalam menentukan tujuan hidup menurut islam yang selamat. Selain itu agama adalah sebagai obat hati dalam islam dan penawar terhadap kegelisahan jiwa manusia. Hidup di dunia penuh dengan ujian dan cobaan dari Alloh Ta’ala, oleh karena itu kita butuh adanya tempat untuk bersandar dan mengeluh, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Jiwa yang gelisah bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Banyak penyakit yang bersumber dari psikis yang tertekan dan tidak tenang. Tidak heran kalau banyak orang malakukan terapi kejiwaan, aktifitas yoga dan bersemedi untuk meraih ketenangan batin.

Sebagai umat muslim ketenangan jiwa adalah kembali kepada Allah. Islam mengajarkan banyak hal untuk manusia bisa meraih cara membuat hati ikhlas, tenang, dan hidup bahagia menurut islam. Ibadah yang diperintahkan Alloh Ta’ala bukan semata-mata untuk menunjukan ketaqwaan hamba kepada Rabbnya, namun adalah sebagai obat bagi kegelisahan batin dari segala hiruk-pikuk dunia. Bagitulah Maha Suci Alloh Ta’ala dan Maha Bijaksana.

Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman dalam Alquran:

“ yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh, ingatlah hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi menjadi tentram.”
(QS. AR Ra’d : 28)

Dalam ayat lain juga dikatakan :

“ sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”
(QS. Al Ankabut : 45)

Dari ayat di atas terlihat bagaimana sebuah ibadah bisa membawa dampak psikologis yang lebih baik. Seseorang yang berzikir kepada Alloh Ta’ala akan menjadi tentram dan jauh dari perbuatan yang merusak.

Ketenangan jiwa dalam Islam adalah sebuah hasil yang didapat dari kekhusukan seseorang terhadap Alloh Ta’ala, sebagaimana yang dirasakan oleh para sufi. Mereka melakukan latihan kebatinan atau zikir kepada Alloh Ta’ala dengan benar-benar khusuk, yang meninggalkan keduniaannya dan hanya fokus pada cinta pada Rabbnya.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

4 Golongan yg tidak tersentuh neraka

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
4 Golongan yg tidak tersentuh neraka

Saat hari pembalasan nanti sejumlah golongan manusia ini rupanya tidak akan disentuh api neraka. Mereka disebut akan selamat dari siksaan api neraka. Empat golongan manusia ini juga sering kita temui di dunia dan menjadi sifat dasar mereka. Mungkin saja kamu termasuk salah satunya.

Adapun empat golongan manusia ini sebagaimana sabda Rasululloh Muhammad Shallallahu alahi wasssalam kepada para sahabat.

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?” Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasululloh!” Beliau menjawab: “Yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.”
(HR. At-Tirmidzi & Ibnu Hibban).

1️⃣Hayyin
Yakni orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tanda-tanda orang ini yaitu, tidak labil dan tidak gampang marah, memiliki pertimbangan yang penuh saat dihadapkan pada masalah, jarang memaki, melaknat, dan tersulut berita yang sampai padanya.

2️⃣Layyin
Yakni orang yang lembut dan kalem, baik dalam bertutur kata atau berbuat. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri serta segalanya tertata rapi. Orang-orang seperti ini juga tidak suka melakukan pemaksaan pendapat.

3️⃣Qarib
Supel, akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan. Tidak acuh tak acuh, cuek dan gampang berpaling. Bisasanya orang seperti ini juga murah senyum, wajahnya berseri-seri dan enak dipandang.

4️⃣Sahl
Orang yang baik hati memudahkan urusan orang lain, tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain menghindar.

Pada intinya, orang yang haram tersentuh api neraka adalah mereka yang selalu menjaga hubungan baik dengan Alloh Ta’ala (habluminalloh) dan hubungan baik dengan manusia (habluminannas)

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Sekilas tentang Asyuro’ (10 Muharram)

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Sekilas tentang Asyuro’ (10 Muharram)

Hari Asyuro’ adalah hari ke 10 dari bulan Muharrorn (Sabtu 29 Agustus 2020).
Bulan Muharrom termasuk empat bulan mulia yang tidak diperkenankan berperang dan menumpahkan darah di dalamnya. Ia secara khusus disebut Syahrulloh (bulannya Alloh) Al Ashom (yang tuli), karena di bulan itu tidak didengar dentingan senjata. Kemudian bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah ini menurut Ibnu Jauzi karena di dalam bulan itu terdapat hari Asyuro’.

Kejadian
Hari Asyuro’ bagi ummat Islam adalah hari yang sangat monumental, dimana pada hari itu menurut keterangan Prof. Dr. As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dengan sandaran yang jelas diantaranya :

🔹Alloh Subhanahu Wata’ala menurunkan Nabi Adam ke dunia, Alloh Subhanahu Wata’ala menerima taubat Nabi pertama itu akibat kesalahannya memakan buah yang terlarang,

🔹Diterimanya taubat kaum Nabi Yunus,

🔹Berlabuhnya perahu Nabi Nuh di bukit Al Judiyyi (terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia),

🔹serta kemenangan Nabi Musa dan tenggelamnya Fir’aun. (Lihat Dzikroyat Wa Munasabat, 51).

Amalan utama untuk memperingati peristiwa-peristiwa besar tersebut menurut Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wasallam adalah :

1️⃣ Puasa Asyuro’

Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Asyuro aku berharap kepada Alloh akan menghapuskan dosa tahun lalu”
(HR. Tirmidzi :753)

2️⃣ Meluaskan Belanja pada Hari Asyura (Mayoran)

Barangsiapa meluaskan rizqi (memberikan nafkah yang lebih banyak) kepada keluarganya pada hari „asyuro, niscaya Alloh ta‟ala meluaskan rizqi baginya sepanjang tahun (Sufyan bin Uyainah).

“Abu Sa‟id al-Khudri berkata, “Rasululloh shallallahu „alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan kaya keluarganya (dalam hal belanjadan makanan) pada hari Asyura, maka Alloh akan menjadikannya kaya selama satu tahun tersebut.”
(HR. At-Thobaroni dan al-Baihaqi).

3️⃣ Bershodaqoh

Diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar bin „Ash, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.”
(Abu Musa Almadini)

4️⃣ Menanggung hidup & mengasihi anak yatim

Tidak kita pungkiri bahwa menyantuni anak yatim adalah satu amal yang mulia. Bahkan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam menjanjikan dalam sebuah hadits:

Dari Sahl bin Sa‟ad radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.”
(HR. Bukhari)

5️⃣ Bertaubat

Taubat adalah kembali kepada Alloh dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya Hari Asyuro’ adalah momentum yang tepat sekali untuk bertaubat dan kembali kepada Alloh Subhanahu Wata’ala, membaca istighfar (berharap ampunan) itulah intinya, tidak sekedar membacanya di lisan namun menerapkan/melaksanakan dalam kehidupan nyata.

Demikianlah hal tersebut dahulu telah dilakukan oleh Nabiulloh Adam, Nabiulloh Nuh, Nabiulloh Musa, dan Nabiulloh Yunus. Istighfar sendiri dimaklumi memiliki dua dimensi : dimensi vertikal dan dimensi horisontal.

Dimensi vertikal yakni dengan mengakui segala kesalahan yang berkaitan dengan mengakui segala Kesalahan yang berkaitan dengan keteledoran kepada Alloh Ta’ala.

Sedangkan dimensi horisontal erat kaitannya dengan mengakui segala kesalahan yang dilakukan kepada sesama manusia berikut lingkungannya. Seandainya semua unsur masyarakat melakukan istighfar (memohon ampun) dengan dua dimensinya ini, bukankah akan melenyapkan sebagian terbesar dari tindakan pengakuan terhadap dosa-dosanya?

(Buku Risalah dan Istighfarort Asyuro Abina KH. M. Ihya’ Ulumiddin)

Alhamdulillah hari jum’at mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Niatkan positif

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Niatkan positif

Tiada niat yang lebih indah…
Ketika niat keluar rumah untuk bersedekah…

Walau di tangannya tanpa sepeserpun rupiah…
Atau barang bawa’an yang mewah…

Namun…
Niat sedekah…
Membawanya menjadi selalu senyum merekah…

Dengan tenaganya membantu siapapun tanpa pamrih…

Dengan ilmu-nya memberi nasehat dan saran penuh hikmah…

Dengan kesabarannya melerai dan menyatukan yang berselisih…

Dengan ke ikhlasannya menjaga diri-nya agar selalu baik pada orang yang mencela dan mencemo’oh…

Sungguh…
Niat sedekah telah menjadikan sikap dan pribadi sholeh/sholehah..

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Istimewanya Puasa Asyuro

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Istimewanya Puasa Asyuro

Saudara dan Sahabatku….
Hari Asyura (10 Muharram 1442 H= 29 Agustus 2020) merupakan hari yang istimewa, hingga Rasullulloh shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan banyak perhatian pada hari itu untuk berpuasa.

Dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

“Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadhan.”
(HR. Ahmad & Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjanjikan, puasa di hari Asyura bisa menjadi kaffarah (penebus dosa) setahun yang lalu.

Dari Abu Qatadah radliyallahu ‘anhu, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa di hari Asyura. Jawab beliau,

“Bisa menjadi kaffarah setahun yang lalu.”
(HR. Ahmad dan Muslim)

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESAN

Hasil penelitian dari : Thomas J. Stanley, Ph.D mungkin akan mengubah apa yang anda percayai.
Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke-21, bersekolah di sekolah favourite diurutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30.
Kaget ? Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan ?

Silahkan kita renungkan kembali apa yang kita percayai setelah membaca 10 urutan dibawah ini :

1️⃣Jujur

2️⃣Disiplin

3️⃣Gaul. Good interpersonal Skill

4️⃣Dukungan dari pasangan hidup

5️⃣Bekerja lebih keras dari yang lain.

6️⃣Mencintai apa yang dikerjakan

7️⃣Kepemimpinan Yang Baik dan Kuat. (Good & Strong Leadership)

8️⃣Semangat dan berkepribadian kompetitif

9️⃣Pengelolaan Kehidupan yang baik (Good life management)

🔟Kemampuan menjual gagasan dan produk (Abilty to sell idea or product).

Semoga kita bisa mengamalkan ke 10 faktor diatas menuju kesuksesan diri & sekitarnya yg dibarokahi & diridhoi Alloh Ta’ala.

Alloh Ta’ala berfirman
“…….Barang siapa yang bertakwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”
(QS. At Thalaq 65 : 2-3)

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Jangan kotori hati ini

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Jangan kotori hati ini

Dalam bulan Muharram ini semua dilipat gandakan.
Yg berbuat positif, dilipat gandakan pahala nya.
Sebaliknya yg berbuat negatif juga demikian.
Untuk itu mari hindari bertutur, berfikir dan berbuat negatif.

Rasululloh Sholallohu alaihi wa sallam. bersabda: “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah QALBU”

Itu karena hati merupakan;

TEMPAT IMAN
“Namun Alloh menjadikan kamu cinta kepada iman dan menjadikan iman itu indah di hatimu.”
(Qs. Al-Hujurat: 7)

TEMPAT KASIH SAYANG DAN CINTA
“Dan Yang mempersatukan hati mereka”
(Qs. Al-Anfaal: 63)

TEMPAT KETENTRAMAN
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan zikir pada Alloh.”
(Qs. Ar-Rad: 28)

TEMPAT PEMBERSIHAN
“Dan untuk membersihkan apa yang ada di hatimu.”
(Qs. Ali Imron: 154)

TEMPAT KESELAMATAN
“Ingatlah ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (selamat).”
(Qs. Ash-Shaaffaat: 84)

TEMPAT PERINGATAN
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati.”
(Qs. Qaaf: 37)

TEMPAT TAQWA
“Demikianlah (perintah Alloh). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Alloh maka itu sesungguhnya timbul dari ketaqwaan hati.”*
(Qs. Al-Hajj: 32)

TEMPAT KETENANGAN
“Dialah yang menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah.”
(Qs. Al-Fath: 4)

TEMPAT KELEMBUTAN DAN KASIH SAYANG
“Kami berikan kepadanya Injil, dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mnengikutinya rasa santun dan kasih sayang.”
(Qs. Al-Hadid: 27)

TEMPAT KETERIKATAN
“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata, Tuhan kami adalah Tuhannya langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia.”
(Qs. Al-Kahfi: 14)

TEMPAT BERGETAR JIWA
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah apabila mereka disebut Nama Alloh bergetarlah hati mereka.”
(Qs. Al-Anfaal: 2)

TEMPAT KHUSYU
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Alloh.”
(Qs. Al-Hadid: 16)

TEMPAT PEMAHAMAN
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk ini neraka Jahannam, kebanyakan dari Jin dan Manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Alloh)..”
(Qs. Al-Araaf: 179)

TEMPAT DENGKI
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa, Ya Tuhan kami beri ampunanlah kami dan saudara-sudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.”
(Qs. Al-Hasyr: 10)

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Mengingatkan Bulan Al-Muharram adalah Bulan Haram

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Mengingatkan Bulan Al-Muharram adalah Bulan Haram

Saudara dan Sahabatku…..
Saat ini kita sudah masuk di bulan Al-Muharram yang merupakan satu di antara empat bulan Haram, yaitu bulan-bulan yang disucikan dan diagungkan oleh Alloh Ta’ala.

Alloh ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu”
(QS. At-Taubah: 36)

Bulan Haram yang empat tersebut dijelaskan oleh Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya waktu itu telah berputar sebagaimana biasanya sejak Alloh menciptakan langit dan bumi. Satu tahun dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan diantaranya berturut-turut, yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab…”
(HR. Ahmad)

Ketahuilah Saudara dan Sahabatku bahwa maksiat yang dilakukan di bulan Haram lebih besar dosanya daripada melakukan dosa di bulan-bulan lainnya. Demikian juga sebaliknya pahala amal sholih yang dilakukan di bulan Haram dilipatgandakan.

Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma tentang ayat tersebut, “Alloh mejadikan empat bulan itu sebagai bulan Haram, dimana Dia memperbesar keharaman – keharamanya dan Dia menetapkan dosa yang dilakukan padanya lebih berat, serta menjadikan pahala dan amal shalih dan pahalanya juga lebih besar”
(Tafsir Ibnu Katsir)

Oleh karena itu bersegeralah dan perbanyaklah amal sholeh di bulan ini, serta berpikirlah ribuan kali untuk bermaksiat kepadaNya.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

SIAPAKAH MANUSIA?

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
SIAPAKAH MANUSIA?

Manusia adalah mahluk pencari. Demikian Al-Quran menyebut kita dalam surat Fushilat ayat 49.
Apa yang dicari oleh manusia? Masih dalam ayat yang sama, yang dicarinya adalah kebaikan (khair). Maka sudah fitrah kita, jika dalam segala kejadian kita senantiasa mencari makna terbaik.

“Manusia tak jemu-jemu untuk mengharap kebaikan.”

Jadi sebenarnya segala kejadian masih menunggu pikiran kita untuk memberinya makna. Dan sudah seharusnya kita (seperti disebut ayat di atas) memaknai yang baik-baik, daripada memaknai yang tidak baik.

Seorang anak lelaki mendapat tugas untuk menyuapi makanan setiap hari kepada kakeknya yang lumpuh. Dari seluruh anggota keluarga, ia yang mendapat perintah ini.

Waktu demi waktu berlalu, si anak lelaki mulai jenuh dengan tugasnya dan merasa keberatan dengan hal ini. Ia lantas bertanya pada orang tuanya, mengapa tugas menyuapi kakek yang lumpuh itu dibebankan padanya?

Berceritalah sang orang tua, bahwa sebenarnya kakek adalah pribadi yang sehat dan kuat. Namun pada zaman dahulu ada kecelakaan yang hampir merenggut nyawa anak lelaki tersebut, lalu kakeknya datang menyelamatkan. Akibat aksinya itu, kakek menderita lumpuh hingga sekarang.

Si anak lelaki terbelalak mengetahui cerita ini. Sejak saat itu ia begitu antusias dan bersyukur bisa menyuapi kakeknya setiap hari. Si anak lelaki telah menemukan makna yang baik.

Meski masih anak yang sama, kakek yang sama, dan pekerjaan yang sama, tetapi kini makna pada pekerjaan tersebut menjadi berbeda. Jadi dalam setiap hal, carilah makna yang baik.

Hati-hati dengan bujuk rayu hawa nafsu yang selalu mendorong kita untuk memberi makna yang tidak baik pada sebuah peristiwa.
Hal ini juga telah diperingatkan Al-Quran dalam lanjutan ayat di atas,

“Manusia tak jemu-jemu untuk mengharap kebaikan. Dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan (menjadi tidak baik).”

Jika omset usaha sedang menurun, berikan makna yang baik. Saat kesehatan sedang terganggu, tandai dengan makna yang baik. Ketika kehilangan suatu benda, sematkan pula makna yang baik. Karena manusia adalah mahluk pencari. Yaitu pencari kebaikan.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍