• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Daily Archive September 26, 2020

Dosa kecil menjadi dosa besar

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Dosa kecil menjadi dosa besar

Dosa kecil menjadi dosa besar pada lima keadaan berikut ini:

1️⃣terus menerus.
melakukan dosa kecil secara terus menerus menjadikannya besar.
Alloh Ta’ala berfirman,
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? Dan mereka tidak terus menerus melakukan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
(QS. Ali ‘Imraan [3]: 135).

2️⃣meremehkan dosa.
Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari,
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan.”
(HR. Bukhari).

Rasululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun orang yang fajir melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.”
(HR. Bukhari).

3️⃣Merasa gembira dengan dosa.
Merasa gembira dengan dosa menyebabkan pelakunya tidak bertaubat dan terus menerus melakukannya. bahkan ketika ia terluput dari dosa, ia akan merasa sedih. padahal Rasululloh sholallohu alahi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang merasa gembira dengan kebaikannya dan merasa sedih dengan keburukannya maka ia adalah mukmin.”
(HR Ahmad)

4️⃣Terang terangan berbuat dosa.

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang- terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Alloh telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Alloh tersebut.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillah, ada yg kurang kata “tanpa” di nomer 5, yang benar adalah

5️⃣yang melakukannya adalah seorang pemuka yang diikuti.
“Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”
(HR Muslim)

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍