• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Daily Archive March 16, 2021

Beribadah di Bulan Sya’ban

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Beribadah di Bulan Sya’ban

Saat ini kita berada di permulaan bulan Sya’ban. Satu bulan sebelum tibanya bulan suci Ramadhan. Kesempatan untuk bersiap-siap, agar Ramadhan ini lebih bermakna.

Abu Bakar al Balkhi rahimahullah mengatakan,
“Bulan Rajab adalah bulan Menanam, Bulan Sya’ban adalah bulan untuk mengairi tananam, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan Memanen (pahala).”

Kita tak bisa bayangkan bagaimana khawatirnya seseorang saat besok sudah mulai Ujian Akhir Sekolah atau Ujian Akhir Semester (UAS) namun diri sama sekali belum siap. Bayangan-banyangan menakutkan menghantui, wajah pucat, tak bisa tidur, gelisah dll. Khawatir tidak lulus, khawatir mendapat nilai raport merah. Raport merah di bulan Ramadhan, lebih menakutkan dan lebih layak dikhawatirkan. Nabi ﷺ pernah mengingatkan,
“Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan hingga berlalu tanpa diampuni dosanya. Dan celaka pula sesorang yang mendapati kedua orang tuanya (masih dalam keadaan hidup) tetapi tidak menjadikannya masuk ke dalam surga.”
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan diri matang-matang sebelum berjumpa ramadhan.

Perbanyak Ibadah di Bulan Sya’ban
Ramadhan bukan lagi saatnya pemanasan merenggangkan otot.Tapi waktunya bertarung mencapai kemenangan. Sya’banlah kesempatan menyiapkan bekal untuk bertempur. Agar kita sukses di ramadhan ini. Siap-siap ilmu, siap-siap membiasakan diri untuk giat ibadah. Begitu berjumpa ramadhan, ilmu siap, ibadahpun sudah terbiasa giat.

Nabi mengingatkan kita untuk mengisi Sya’ban dengan banyak ibadah.

Dari Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi, “Ya Rasululloh, aku tidak melihat engkau sering berpuasa dalam satu bulan kecuali di bulan Sya’ban?”

Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan. Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Sya’ban menjadi bulan yang dilalaikan, karena diapit dua bulan yang mulia, Rojab yang termasuk empat bulan suci (bulan haram), dan Ramadhan.Ternyata, kondisi ini justeru menjadikan bulan Sya’ban bulan yang istimewa. Dimana beribadah di bulan ini, bernilai sangat istimewa. Karena untuk bisa tetap semangat di waktu-waktu yang terabaikan, butuh perjuangan besar. Sehingga pahalanya pun besar.

Imam Ibnu Rojab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan,
Hadis ini dalil anjuran mengisi waktu yang sering diabaikan dengan amalan ibadah.
Dan mengisi waktu yang diabaikan dengan aktivitas ibadah adalah dicintai oleh Alloh ‘azza wajalla. Sebagaimana dilakukan oleh para ulama salaf dahulu, mereka mengisi antara Maghrib dan Isya dengan sholat sunah. Ketika ditanya alasan mereka menjawab, “Ini adalah waktu yang sering diabaikan manusia.”
(Latho-iful Ma’arif hal. 251)

Dalil lainnya yang menunjukkan keutamaan ibadah di waktu yang dilalaikan, adalah hadis tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Alloh Ta’ala di hari kiamat, diantaranya adalah,
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah…
(HR. Bukhori)

Masa muda adalah masa yang panjang, sehingga seringkali dilalaikan untuk ibadah. Oleh karenanya Allah memberikan pahala istimewa untuk mereka yang berhasil berjuang mengisi masa mudanya untuk beribadah.

Maka Sya’ban, adalah bulan ibadah, yang ibadah di bulan ini juga berfungsi melatih diri untuk giat beribadah sebelum bertemu ramadhan.

Latihan Puasa Di Bulan Sya’ban
Seperti yang diceritakan dalam hadis dari sahabat Usamah bin Zaid di atas, Nabi ﷺ banyak mengisi hari-hari di bulan Sya’ban dengan puasa. Yang tujuannya adalah, karena pada bulan ini amalan tahunan diangkat untuk dilaporkan kepada Alloh Ta’ala.

Alasan lain adalah, untuk membiasakan diri puasa, sehingga begitu berjumpa Ramadhan, seorang dapat melakukan puasa secara sempurna sejak hari pertama. Karena dia sudah terlatih sejak jauh hari.

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,

Ada ulama yang berpandangan, bahwa puasa Nabi ﷺ di bulan Sya’ban, bertujuan untuk latihan sebelum menjalani puasa ramadhan. Supaya berjumpa ramadhan tidak dengan rasa berat. Dia telah berlatih puasa dan dia telah merasakan kelezatan dan manisnya puasa Sya’ban di hatinya. Sehingga memasuki Ramadhan dengan penuh kekuatan dan semangat. (Dikutip dari: Nida’ ar Royyan 1/479)

Puasa hanyalah salah satu dari berbagai kegiatan ibadah yang mewarnai bulan suci Ramadhan.
Ada ibadah-ibadah lain yang diperintahkan untuk giat dikerjakan di bulan yang berkah itu, juga patut kita persiapkan. Seperti sedekah, qiyamul lail, tadarus Al Qur’an dll. Sehingga begitu berjumpa ramadhan, kita sudah ringan sedekah, ringan qiyamullail, ringan baca Qur’an. Karena sudah terbiasa.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”
(QS. Al-Baqarah : 197).

Sampai-sampai para Salafussholih dahulu mengatakan,
Bulan Sya’ban adalah bulan membaca Al Qur’an

Habib bin Abi Tsabit rahimahullah, jika memasuki bulan Sya’ban beliau berkata
Ini adalah bulan membaca Al Qur’an

Imam Amr bin Qais rahimahullah bila memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup toko beliau (cuti dagang), kemudian beliau banyak mengisi hari-hari beliau dengan membaca Al-Qur’an.

Wallahua’lam bis showab.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍