• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Monthly Archive March 2021

Wanita dan Biskuit

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Wanita dan Biskuit

Seorang wanita muda duduk sendirian di ruang tunggu sebuah pelabuhan udara. Karena dia harus menunggu lama, maka diambilnya TABLETS dan sebungkus kue kering. Diletakkanya kue kering tersebut dibangku sebelahnya sementara dibangku sebelahnya lagi duduk seorang pria yang sedang membaca Koran.

Saat dia mengambil sebuah biscuit dari dalam kantong, ternyata lelaki yang membaca Koran tersebut melakukan hal yang sama yaitu mengambil sebuah biscuit dari dalam kantong biscuit miliknya.

Sang wanita merasa geram namun tak berani mengeluarkan sepatah katapun dan tetap serius dengan TABLET nya namun dalam hatinya dia bergumam, “Sialan nih orang. Kalau saya Cowok sudah selesai ini orang”

Setiap kali si wanita mengambil biscuit, sang lelaki pun melakukan hal yang sama sampai yang tersisa hanya satu biscuit di dalam kantong. Si wanita menunggu reaksi si lelaki hingga akhirnya si lelaki ternyata tetap mengambil satu biscuit yang ada didalam kantong dan memakan hanya setengahnya sedangkan setengah yang lain dia bagi dengan si wanita.

Merasa dilecehkan, akhirnya si wanita pergi dan mencari tempat duduk yang lain sambil memasukkan TABLETnya kedalam tas. Setelah si wanita mendapatkan tempat duduknya yang baru, si wanita mulai membuka tas dengan maksud hendak mengambil TABLETnya namun apa yang membuat si wanita terkejut? Ternyata biscuit yang dia beli masih utuh tersimpan didalam tasnya.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dalam cerita ini?

Mungkin tak terhitung dan entah sudah berapa kali dalam hidup kita selalu CURIGA dan TERLALU CEPAT MENILAI orang-orang yang ada disekeliling kita. Entah sudah berapa kali pula tanpa kita sadari telah memakan biscuit orang lain. Jadi sebelum CURIGA dan MENGAMBIL KESIMPULAN terlalu cepat.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”
[QS.Al-Hujurat : 12]

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Alloh Ta’ala Yang Maha Mulia

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi

Alloh Ta’ala Yang Maha Mulia

Ada seorang Majusi yang ingin diundang makan malam oleh Nabi AIbrahim AI Khalil Sebelum menerima, beliau mengajukan syarat, “Jika kamu tunduk kepada Alloh Ta’ala, aku mau mengundangmu sebagai tamuku” Karena tidak setuju dengan syarat itu, orang itu pun pergi

Tidak lama kemudian Alloh Ta’ala berfirman, “Hai Ibrahim, engkau tidak mau memberi makan orang ini sampai dia meninggalkan agamanya! Aku telah memberinya makan selama puluhan tahun meski dia tidak beriman. Andaikan kamu memberinya makanan malam ini dan tidak menyerangnya, apakah kamu akan rugi?”

Setelah turun wahyu itu, Nabi Ibrahim.AS mencari si Majudi dan mengundangnya makan malam Orang itu kemudian menanyakan mengapa Ibrahim berubah pikiran. Beliau pun menceritakan apa yang terjadi. Dengan penuh takjub orang ateis itu berkata, “Jika Tuhanmu begitu dermawan kepadaku, terimalah aku ke dalam agamamu!”
(Dinukil dari Jamharatul Auliya’, As-Sayyid Mahmud Abul Faidh Al Husaini)

“Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada derajat tertinggi walaupun amal dan ibadahnya sedikit, yaitu sifat penyantun, rendah hati, pemurah, dan budi pekerti yang baik.”
(Abul Qasim Al-Junaid)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber :
Buku Asmaul Husna untuk Hidup Penuh Makna

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Teguran Anak Kecil

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Teguran Anak Kecil

Amirul Mukminin, Umar bin Abd. Aziz, berniat istirahat sejenak setelah tenaganya terkuras krn banyaknya kesibukan pasca wafatnya khalifah sebelumnya.

Tiba2 datanglah putra beliau yg bernama Abd. Malik yg masih berusia 17 tahun. Dia berkata, “Apa yg ingin Anda lakukan, wahai Amirul Mukminin?”
Umar bin Abd. Aziz, “Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata sejenak krn sdh tdk ada lagi tenaga yg tersisa.”
Abd. Malik, “Apakah Anda akan tidur sebelum mengembalikan hak orang2 yg didzalimi, wahai Amirul Mukminin?”
Umar, “Wahai anakku, aku telah begadang semalaman utk mengurus pemakaman pamanmu, Sulaiman. Nanti, jk telah datang waktu dzuhur, aku akan sholat bersama manusia dan aku akan kembalikan hak orang2 yg didzalimi kpd pemiliknya, insya Allah.”
Abd. Malik, “Siapa yg menjamin bahwa Anda masih hidup hingga datang waktu dzuhur, wahai Amirul Mukminin?”

Kata2 itu telah menggugah semangat Umar. Hilanglah rasa kantuknya. Kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasad yg telah lelah.

Beliau berkata, “Mendekatlah engkau, Nak!” Lalu, beliau merangkul dan mencium keningnya dan berkata, “Mahasuci Alloh yg telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yg dapat membantu melaksanakan agamaku.”

Saudara & sahabatku……,
Hari jum’at telah datang, mari semangat beribadah, membacs srt al kahfi, perbanyak istighfar, sholawat, berdoa, bersedekah, jangan menyakiti siapapun, senantiasa berbuat positif (dalam tutur kata, berfikir & berbuat), mandi dan memakai wewangian menuju Masjid.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Masih Tentang Bulan Sya’ban

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Masih Tentang Bulan Sya’ban

Bulan ini disebut Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam sebagai:

Bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, Bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang amal di waktu lalainya manusia,

“Ibadah di waktu-waktu lalai mempunyai keutamaan di bandingkan waktu yang lain.”

Jadi, Bulan Sya’ban ini mempunyai dua keistimewaan: bulan dilalaikan dan bulan diangkatnya amal. Pada kedua hal tersebut, beramal mempunyai nilai baik. Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam juga menyampaikan bahwa beliau ingin dicatat seorang yang berpuasa saat pengangkatan amal.

Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha berkata,

“Dan aku tidak melihat Rasululloh shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan kecuali Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau puasa paling banyak dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu banyaknya hari-hari di Sya’ban yang dipuasai Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam dengan puasa-puasa sunnah, hingga dalam riwayat lain Aisyah mengatakan bahwa Nabi puasa satu bulan penuh.

Yang dimaksud oleh Aisyah adalah puasa hampir satu bulan penuh.

Jika tidak, jangan lewatkan puasa pertengahan Sya’ban (Al Ayyam Al Bidh)

Dari Imron bin Hushain radhiallahu anhu, bahwasanya Rasululloh shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya atau kepada yang lainnya: Apakah kamu puasa Surar Sya’ban? Dia menjawab: Tidak. Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika kamu berbuka, maka puasalah dua hari.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kata Surar/Sarar Sya’ban, para ulama berbeda pendapat apakah awal, pertengahan atau akhir bulan tersebut. An Nawawi menjelaskan hal ini dalam Al Minhaj.

Pendapat yang kuat adalah: pertengahan dan akhir bulan.

Jika maksudnya adalah pertengahan, maka yang dimaksud adalah puasa al ayyam al bidh. Dan jika yang dimaksud adalah akhir bulan, maka yang dimaksud adalah bagi mereka yang biasa berpuasa sunnah, diizinkan untuk puasa di akhir Sya’ban.

Sya’ban adalah bulan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk kita isi dengan banyak berpuasa. Jika tidak mampu berpuasa banyak, maka puasalah pada pertengahannya (13, 14, 15) Sya’ban.

Bersihkan kemusyrikan & saling memaafkan.

Dari Abu Musa, dari Rasululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Alloh memeriksa (hamba) di malam pertengahan Sya’ban. Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang yang musyrik atau bertikai.”
(HR. Ibnu Majah)

Ini satu-satunya hadits yang bisa dijadikan landasan untuk keutamaan malam nisfu Sya’ban.

Alloh Ta’ala menurunkan ampunan bagi seluruh orang hamba beriman. Tidak ada amal tertentu yang diperintahkan untuk dilakukan pada malam tersebut. Ini adalah ampunan yang diturunkan Alloh Ta’ala begitu saja, sebagai bukti Maha Pengampunnya Alloh Ta’ala.

Hanya saja, kita harus membersihkan dari dua hal: Kemusyrikan dan Pertengkaran. Jika salah satunya atau keduanya masih ada dalam diri kita, maka ampunan itu akan terlewatkan.

Jadi, budaya meminta maaf menjelang Ramadhan, lebih bagus jika dilaksanakan sebelum pertengahan Sya’ban.

Batas akhir membayar hutang Ramadhan yang lalu.

Bagi yang mempunyai hutang di Ramadhan sebelumnya, diberi keluangan waktu untuk membayarnya hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya.

Hal ini dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha,
Aisyah radhiallahu anha berkata,
“Saya mempunyai hutang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasululloh shallallahu alaihi wasallam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, semboyan orang beriman di Bulan Sya’ban: Berlatih dan Memperbanyak amal.

Jika dua bulan; Rajab dan Sya’ban kita siapkan sebaik mungkin, maka Ramadhan akan menjadi sangat istimewa.

Karena Ramadhan adalah gabungan antara meninggalkan dosa dan hal-hal yang membatalkan Ramadhan dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.

Rajab mengajarkan separo yang pertama, sementara Sya’ban mengajarkan separo yang kedua.

Kesimpulan: Apa yang harus dilakukan bagi kita dan keluarga kita untuk menyiapkan diri menghadapi Ramadhan?

Persiapkan ilmu!

Sya’ban: Bulan melatih diri untuk beramal sebanyak mungkin.

Banyak berpuasa di Bulan Sya’ban. Jika tidak mampu berpuasa banyak di Sya’ban, maka puasalah pada al ayyam al bidh (13, 14, 15) Bulan Sya’ban.

Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan kemusyrikan telah bersih.

Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan telah terlerai pertengkaran.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Lunasi Hutang Puasa Sebelum Ramadhan

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Lunasi Hutang Puasa Sebelum Ramadhan

Saudara dan Sahabatku…..
bagi kita yang memiliki hutang puasa segeralah lunasi hutang puasa karena bulan ini adalah kesempatan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Jangan sampai kita memasuki bulan Ramadhan tapi masih punya hutang puasa Ramadhan tahun lalu.

Para ulama menjelaskan wajibnya bagi orang yang memiliki hutang puasa ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang ramadhan berikutnya.

Hal ini berdasarkan keterangan Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha. Beliau berkata,

“Dulu saya pernah memiliki utang puasa ramadhan. Namun saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan sya’ban.”
(HR. Bukhari 1950 dan Muslim 1146)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh mengatakan,

“Disimpulkan dari semangatnya ‘Aisyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan hingga masuk ramadhan berikutnya”
(Fathul Bari, 4/191)

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Beribadah di Bulan Sya’ban

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Beribadah di Bulan Sya’ban

Saat ini kita berada di permulaan bulan Sya’ban. Satu bulan sebelum tibanya bulan suci Ramadhan. Kesempatan untuk bersiap-siap, agar Ramadhan ini lebih bermakna.

Abu Bakar al Balkhi rahimahullah mengatakan,
“Bulan Rajab adalah bulan Menanam, Bulan Sya’ban adalah bulan untuk mengairi tananam, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan Memanen (pahala).”

Kita tak bisa bayangkan bagaimana khawatirnya seseorang saat besok sudah mulai Ujian Akhir Sekolah atau Ujian Akhir Semester (UAS) namun diri sama sekali belum siap. Bayangan-banyangan menakutkan menghantui, wajah pucat, tak bisa tidur, gelisah dll. Khawatir tidak lulus, khawatir mendapat nilai raport merah. Raport merah di bulan Ramadhan, lebih menakutkan dan lebih layak dikhawatirkan. Nabi ﷺ pernah mengingatkan,
“Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan hingga berlalu tanpa diampuni dosanya. Dan celaka pula sesorang yang mendapati kedua orang tuanya (masih dalam keadaan hidup) tetapi tidak menjadikannya masuk ke dalam surga.”
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan diri matang-matang sebelum berjumpa ramadhan.

Perbanyak Ibadah di Bulan Sya’ban
Ramadhan bukan lagi saatnya pemanasan merenggangkan otot.Tapi waktunya bertarung mencapai kemenangan. Sya’banlah kesempatan menyiapkan bekal untuk bertempur. Agar kita sukses di ramadhan ini. Siap-siap ilmu, siap-siap membiasakan diri untuk giat ibadah. Begitu berjumpa ramadhan, ilmu siap, ibadahpun sudah terbiasa giat.

Nabi mengingatkan kita untuk mengisi Sya’ban dengan banyak ibadah.

Dari Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi, “Ya Rasululloh, aku tidak melihat engkau sering berpuasa dalam satu bulan kecuali di bulan Sya’ban?”

Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan. Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Sya’ban menjadi bulan yang dilalaikan, karena diapit dua bulan yang mulia, Rojab yang termasuk empat bulan suci (bulan haram), dan Ramadhan.Ternyata, kondisi ini justeru menjadikan bulan Sya’ban bulan yang istimewa. Dimana beribadah di bulan ini, bernilai sangat istimewa. Karena untuk bisa tetap semangat di waktu-waktu yang terabaikan, butuh perjuangan besar. Sehingga pahalanya pun besar.

Imam Ibnu Rojab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan,
Hadis ini dalil anjuran mengisi waktu yang sering diabaikan dengan amalan ibadah.
Dan mengisi waktu yang diabaikan dengan aktivitas ibadah adalah dicintai oleh Alloh ‘azza wajalla. Sebagaimana dilakukan oleh para ulama salaf dahulu, mereka mengisi antara Maghrib dan Isya dengan sholat sunah. Ketika ditanya alasan mereka menjawab, “Ini adalah waktu yang sering diabaikan manusia.”
(Latho-iful Ma’arif hal. 251)

Dalil lainnya yang menunjukkan keutamaan ibadah di waktu yang dilalaikan, adalah hadis tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Alloh Ta’ala di hari kiamat, diantaranya adalah,
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah…
(HR. Bukhori)

Masa muda adalah masa yang panjang, sehingga seringkali dilalaikan untuk ibadah. Oleh karenanya Allah memberikan pahala istimewa untuk mereka yang berhasil berjuang mengisi masa mudanya untuk beribadah.

Maka Sya’ban, adalah bulan ibadah, yang ibadah di bulan ini juga berfungsi melatih diri untuk giat beribadah sebelum bertemu ramadhan.

Latihan Puasa Di Bulan Sya’ban
Seperti yang diceritakan dalam hadis dari sahabat Usamah bin Zaid di atas, Nabi ﷺ banyak mengisi hari-hari di bulan Sya’ban dengan puasa. Yang tujuannya adalah, karena pada bulan ini amalan tahunan diangkat untuk dilaporkan kepada Alloh Ta’ala.

Alasan lain adalah, untuk membiasakan diri puasa, sehingga begitu berjumpa Ramadhan, seorang dapat melakukan puasa secara sempurna sejak hari pertama. Karena dia sudah terlatih sejak jauh hari.

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,

Ada ulama yang berpandangan, bahwa puasa Nabi ﷺ di bulan Sya’ban, bertujuan untuk latihan sebelum menjalani puasa ramadhan. Supaya berjumpa ramadhan tidak dengan rasa berat. Dia telah berlatih puasa dan dia telah merasakan kelezatan dan manisnya puasa Sya’ban di hatinya. Sehingga memasuki Ramadhan dengan penuh kekuatan dan semangat. (Dikutip dari: Nida’ ar Royyan 1/479)

Puasa hanyalah salah satu dari berbagai kegiatan ibadah yang mewarnai bulan suci Ramadhan.
Ada ibadah-ibadah lain yang diperintahkan untuk giat dikerjakan di bulan yang berkah itu, juga patut kita persiapkan. Seperti sedekah, qiyamul lail, tadarus Al Qur’an dll. Sehingga begitu berjumpa ramadhan, kita sudah ringan sedekah, ringan qiyamullail, ringan baca Qur’an. Karena sudah terbiasa.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”
(QS. Al-Baqarah : 197).

Sampai-sampai para Salafussholih dahulu mengatakan,
Bulan Sya’ban adalah bulan membaca Al Qur’an

Habib bin Abi Tsabit rahimahullah, jika memasuki bulan Sya’ban beliau berkata
Ini adalah bulan membaca Al Qur’an

Imam Amr bin Qais rahimahullah bila memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup toko beliau (cuti dagang), kemudian beliau banyak mengisi hari-hari beliau dengan membaca Al-Qur’an.

Wallahua’lam bis showab.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Bulan Syaban

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Bulan Syaban

Alhamdulillah hari ini masuk bulan Syaban 1442 H.

PERISTIWA PENTING DI BULAN SYA’BAN
Dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban? karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebutkan tiga peristiwa penting yang berimbas pada kehidupan beragama seorang Muslim.

1️⃣Peralihan Kiblat
Peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban.
Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 144
dalam kitab Al-Jami’ li Ahkāmil Qur’an dengan mengutip pendapat
Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Alloh ﷻ memerintahkan
Nabi Muhammad ﷺ untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban.

Peralihan kiblat ini merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu
oleh Nabi Muhammad ﷺ. Bahkan diceritakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu turun perihal peralihan kiblat itu
seperti Surat Al-Baqarah ayat 144 berikut.

“Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.”

2️⃣Penyerahan Rekapitulasi Keseluruhan Amal kepada Alloh ﷻ

Salah satu hal yang menjadikan bulan Sya’ban utama adalah bahwa pada bulan ini
semua amal kita diserahkan kepada Alloh ﷻ.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Nabi Muhammad ﷺ.

“Wahai Nabi, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebagaimana
engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”

Kemudian Rasululloh ﷺ menjawab,
“Banyak manusia yang lalai di bulan Sya’ban.
Pada bulan itu semua amal diserahkan kepada Allah ﷻ. Dan aku suka ketika amalku diserahkan kepada Alloh ﷻ, aku dalam keadaan puasa.”

Penyerahan amal yang dimaksud dalam hal ini adalah penyerahan seluruh rekapitulasi amal kita secara penuh. Walaupun, menurut Sayyid Muhammad Alawi,
ada beberapa waktu tertentu yang menjadi waktu penyerahan amal
kepada Alloh ﷻ selain bulan Sya’ban, yaitu setiap siang, malam, setiap pekan.
Ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Alloh Ta’ala tanpa menunggu waktu-waktu tersebut, yaitu catatan amal shalat lima waktu.

3️⃣Penurunan Ayat tentang Anjuran Shalawat untuk Rasululloh ﷺ

Pada bulan Sya’ban juga diturunkan ayat anjuran untuk bershalawat untuk
Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Surat Al-Ahzab ayat 56.

“Sungguh Alloh dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ibnu Abi Shai Al-Yamani mengatakan, bulan Sya’ban adalah bulan shalawat.
Karena pada bulan itulah ayat tentang anjuran shalawat diturunkan.
Pendapat ini dikuatkan oleh pendapat Imam Syihabuddin Al-Qasthalani
dalam Al-Mawahib-nya, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan bahwa
ayat itu turun pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriyah.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.

📚Sumber :
Kitab Ma Dza fi Sya’ban
Karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

BERSIHKAN HATI DARI IRI DAN DENGKI

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
BERSIHKAN HATI DARI IRI DAN DENGKI

Suatu ketika Rasulalloh Sholallohu ‘alaihi wasallam sedang berkumpul dengan para sahabat. Tiba-tiba datang sahabat yang lain. lalu Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam berkata : “Dia adalah calon penghuni surga” sambil menunjuk sahabat yang baru datang tersebut.

Dimata sahabat yang lain, Sahabat yang disebut Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasalam sebagai calon penghuni surga itu adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Tidak menonjol dalam ibadah ataupun amalan shalih.

Lalu kemudian Abdullah bin Umar penasaran terhadap sahabat tersebut, singkat cerita Abdullah bin Umar meminta untuk menginap beberapa hari di rumah sahabat tersebut dengan alasan bahwa dirinya sedang bertengkar dengan ayahnya meskipun itu bohong. Hal demikian dilakukan guna mengetahui amalan yang dikerjakannya sehingga Nabi menyebutnya sebagai calon penghuni surga.

Selama Abdullah bin Umar menginap dirumahnya, ternyata tidak ditemukan amalan yang istimewa pada sahabat tersebut, sholatnya biasa saja. Ibadah yang lainpun biasa saja. Dan ini yang membuat Abdullah bin Umar semakin penasaran. Hingga pada akhirnya Abdullah mengungkapkan niat dan tujuan yang sebenarnya.

Lalu akhirnya sahabat itu mengungkapkan satu amalan yang dia terus amalkan setiap malam menjelang tidur.

Apa amalan tersebut? Yaitu bahwa setiap dia ingin tidur, dia selalu membersihkan hatinya dari iri dan dengki, tidak ada kebencian satupun yang ia bawa tidur. Kesalahan orang-orang terhadapnya selalu ia maafkan dan tidak ada dendam sama sekali. Dan itu ia amalkan setiap hari tanpa ada putus.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Tidak selalu…..

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Tidak selalu…..

Tidak semua yang dilalui di setiap hari berisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Terkadang hati mampu menjalani dengan wajah tersenyum, namun tak jarang menjalani dengan guratan beban di dahi dan hati. Namun yang perlu selalu diyakini ialah semua yang menimpa diri itu semua atas kehendak dari Alloh Ta’alā.

Alloh Ta’alā Maha Mengetahui

Tak ada kejadian yang terjadi begitu saja tanpa ada yang mengaturnya. Begitu pun dengan apa yang dirasakan di tiap jiwa hamba. Semua atas kehendak Zat yang telah mencipta alam semesta.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Tidaklah sebuah musibah menimpa kecuali dengan izin Alloh”
(QS. At-Tagābun:11).

“dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya”
(QS. Al-An’ām: 59).

Dan yang harus selalu diyakini, bahwa segala sesuatu yang Alloh Ta’alā kehendaki pasti ada hikmahnya. Ada yang telah diketahui hikmahnya oleh hamba dan ada yang belum diketahui. Banyak hikmah yang belum bisa langsung terlihat oleh mata saat kesusahan melanda. Namun, Alloh Ta’alā yang telah mengkehendaki sesuatu terjadi pasti tahu hikmahnya. Alloh Ta’alā lebih mengetahui, sedangkan manusia tidak mengetahui.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Jum’at Barokah

🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄🌄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Jum’at Barokah

Alhamdulillah ketemu lagi hari Jum’at yg penuh barokah ini.
Harus kita muliakan malam jum’at dan hari jum’at dg membaca Al Kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.

Alhamdulillah masih bisa menghirup udara segar kehidupan.
Alhamdulillah masih bisa menyapa saudara dan sahabatku semua…..

Selalu ada JALAN bagi yang terus IKHTIAR BERUSAHA…

Selalu ada HARAPAN bagi yang terus BERDO’A…

Selalu ada JAMINAN bagi yang terus TAWAKKAL dan TAQWA..

Selalu ada KEMUDAHAN bagi suka MENOLONG SESAMA…

Selalu ada KEMENANGAN bagi yang SABAR dan LAPANG DADA…

Selalu ada AMPUNAN bagi yang mau BERTAUBAT dan BERBENAH..

Selalu ada KETENANGAN bagi yang terus BERDZIKIR mengingatNya..

Mari tetap semangat menghadapi kehidupan ini, kondisi apapun kita saat ini.
Masih banyak nikmat yg harus kita syukuri.
Yakinkan diri, bersama Alloh Ta’ala pasti ada jalan dan pasti bisa.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Alloh. Sungguh, Alloh Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”
(QS. Al Hasyr : 18)

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍