• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Monthly Archive October 2021

Hidup Sekali, Hiduplah Yang Berarti

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Hidup Sekali, Hiduplah Yang Berarti

Hal jaza ul ihsani, illal ihsan
“Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan (pula)”
(QS. Ar Rahman: 60)

Jangan biarkan hati kita gundah gulana, meski hal yang kita alami saat ini sangat menyesakkan dada. Karena sungguh Alloh Ta’ala telah menetapkan semuanya terjadi hanya demi kebaikan hidup kita.

Percaya saja pada Alloh Ta’ala sepenuhnya. Jangan beri ruang hati untuk ragu apalagi mengutukinya. Tunggulah kejutan indah luar biasa dari Alloh Ta’ala. Saat kita yakin bahwa takdir tidak akan pernah tertukar, maka hati akan terasa tenang. Hidup tidak hanya sebatas untung dan rugi.

Ada tiga hal yang tidak boleh hilang dalam perjuangan hidup ini. Doa, sabar dan ikhlas.

Terasa waktu bergerak begitu cepat. Waktu adalah bagian dari setiap orang yang tidak bisa diambil dan diputar kembali. Ia berulang tapi tak pernah sama. Waktu adalah satu-satunya hal yang paling berharga, karena dengan memiliki waktu sama saja dengan memiliki kesempatan untuk menciptakan hidup lebih berkah, faedah dan maslahah.

Dulu menjadi anak kecil, remaja dan dewasa. Sekarang sudah punya tanggung jawab dan keluarga. Kelak semua akan menyejarah, menjadi bagian dalam sejarah masing-masing kita. Semoga dapat menorehkan sejarah yang penuh dengan kebaikan dan keteladanan.
Yang lulus akan meningkat martabatnya di sisi Alloh Ta’ala.
Yang gagal akan terpuruk.
Yang menentukan adalah cara kita menghadapinya.
Semoga akhir dari cerita hidup kita adalah husnul khotimah dan semoga akhir dari persinggahan kita adalah jannah. Aamiin.

Kata Imam Al-Ghazali, orientasi hidup yang bertumpu pada materi dan dunia hanya akan mendapatkan mata ‘al ghurur (kesenangan semu).
Sumber kesenangan semu itu antara lain; profesi, kekayaan, atau jabatan. Bagi yang ingin mendapatkan sakinah an- nafsi (ketenangan diri) maka ia harus dapat membangun orientasi hidupnya untuk taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala) melalui proses berjenjang dimulai dari; tobat, zuhud, sabar, dan diakhiri dengan ma’rifah.

Itu sebabnya, para ahli tasawwuf sering merintih dalam doa-doa mereka yang panjang.
“Ya Robbi. Ya Ilahi…hamba-Mu yang lemah ini, tidak sedih apabila ada keinginan yang tidak Engkau kabulkan. Namun, ampuni hamba, apabila ada anugerah-Mu yang lalai disyukuri.
Ya Alloh, Ya Hafidz… kami berlindung kepada-Mu menjadi mulia dimata manusia, tetapi hina dalam pandangan-Mu”.

Marilah kita membahagiakan orang lain. Alloh Ta’ala pasti akan memberi kita “rezeki” berupa orang lain yang akan membahagiakan kita.

Berusahalah untuk selalu memberi, karena setiap kali kita memberi, maka kita akan menerima tanpa meminta sekalipun.

Semakin banyak memberi, Semakin banyak menerima

Alangkah eloknya hidup ini:
Jika kita tidak dapat memberi keuntungan, jangan merugikan

Jika kita tidak dapat menyenangkan, jangan menyusahkan

Jika kita tidak dapat memuji, jangan mencaci

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

MERASA BERJASA

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
MERASA BERJASA

Di antara penyakit hati yang akut dan bisa berujung pada kematiannya adalah perasaan diri telah berjasa untuk Islam, banyak memberikan kontribusi dalam dakwah, merasa diri sebagai pilar kebangkitan agama.

Tatkala sebagian Arab Badui masuk Islam, mereka merasa jumawa dan telah memberikan karunia besar pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin. Bahasa sederhananya mereka merasa di atas angin, besar kepala dan telah jadi pahlawan.

Maka Alloh Ta’ala perintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajari mereka agar merunduk, tidak merasa berjasa, tawadhu dan sepatutnya malah memanjatkan puji syukur atas karunia Alloh Ta’ala yang telah menggiring mereka pada Islam.

Alloh Ta’ala berfirman,
”Mereka merasa telah memberikan nikmat padamu atas keislaman mereka. Katakan, ”Jangan kalian merasa telah memberikan nikmat padaku atas keislaman kalian. Namun, bila kalian benar-benar jujur, katakan bahwa Alloh yang telah menganugerahkan iman dalam hati kalian”.
(QS. Al-Hujurat (49): 17)

Pelajaran buruk dapat dijadikan cerminan dari sikap Iblis yang merasa berjasa dengan banyaknya ibadah dan ketaatannya pada Alloh Ta’ala. Hal yang membuat iblis besar kepala, takjub dengan kehebatan dirinya, lantas merendahkan Adam dan menyombongkan diri di hadapan Alloh Ta’ala. Akibatnya ia dikutuk, dilaknat, diusir dari surga, dirubah wujudnya menjadi makhluk terburuk yang pernah diciptakan Alloh Ta’ala, serta diancam kekal di neraka selama-lamanya.

Begitulah nasib akhir orang yang merasa berjasa, telah memulai merintis dakwah, membangun yayasan, sekolah dan madrasah, membuat universitas, radio dakwah, chanel televisi dan semacamnya.

Secara tersirat atau tersurat ia berkata, “Kalau bukan karena jasaku, tidak akan pernah ada dakwah, sekolah dan madrasah; kalau bukan karena aku, tidak akan tersebar ilmu dan sunnah, kalau bukan karena jasaku, tidak akan pernah ada radio dan TV dakwah…”.

Penyakit hati itu banyak variannya. Ada riya’, ujub, sombong, hasad, merasa berjasa, merasa banyak amal sholeh dan seterusnya.

Orang beruntung adalah orang yang selalu mengontrol kondisi dan keadaan hatinya.
Bila terasa sakit, maka segera diterapi sebelum penyakit menjadi kronis dan membinasakan agamanya.
Wallahu a’lam.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Jumat yang Mulia…

🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Jumat yang Mulia…

Hari jum’at hadir kembali.
Alhamdulillah

Mari muliakan hari ini.

Agar mendapat keberkahan.

Dari sang Khoirur Rooziqiin

🌷membaca doa Al-Maidah:ayat 114 :
“…….Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

🌷membaca Al-Kahfi
🌷memperbanyak istighfar
🌷memperbanyak Sholawat
🌷Berdoa dan bersodaqoh
🌷memuliakan malamnya
🌷memuliakan siangnya

Insyaa Alloh kita semua
Akan dimuliakan oleh Alloh Ta’ala.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (3)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (3)

  1. Tidak menjual barang haram.
    Menjual barang-barang haram jelas tidak diperbolehkan dalam islam, dan Nabi juga tidak pernah melakukan hal tersebut. Maka itu, jauhilah berdagang barang-barang yang tidak jelas kehalalannya, semisal minuman keras, rokok, patung dan sebagainya.
    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Perdagangan khomr telah diharamkan”
    (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya bila Alloh telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula hasil penjualannya.”
(HR Ahmad)

  1. Tidak menjelek-jelekan dagangan orang lain.
    Jika kita hendak berdagang, sebaiknya lakukan secara benar sesuai syariat agama. Tidak perlu kita menjelek-jelekan dagangan orang lain dengan tujuan agar semua konsumen lari menuju kita.
    Perbuatan itu dosa!
    Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain”
    (HR. Muttafaq Alaih)
  2. Memberikan upah kepada karyawan tepat waktu.
    Hal penting lain yang perlu diketahui, jika Anda memiliki seorang karyawan maka berikan upah kepada karyawan tersebut dengan tepat waktu. Jangan menunda-nundanya, sebab ia juga telah memeras keringatnya demi menjalankan usaha Anda agar lancar.
    Jadi berikan hak-nya sebagaimana perjanjian yang telah dikesepakati.
    Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.”
    (HR. Ibnu Majah)
  3. Tidak mudah putus asa.
    Seorang pedangan tidak akan bisa sukses jika mudah berputus asa. Perlu Anda ketahui bahwa segala seuatu membutuhkan proses. Begitupun dengan berdagang atau berbisnis. Tidak mungkin hanya sebulan, dua bulan, atau tiga bulan Anda berhasil meraih untung berlipat ganda dan mendadak jadi kaya. Its impossible! Kecuali Alloh Ta’ala berkehendak.
    Umumnya, akan datang masa dimana Anda merasakan “terjatuh” dan jungkir balik. Dan disaat itu terjadi, satu hal yang dibutuhkan yakni semangat pantang menyerah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam.

Alloh Ta’ala berfirman: “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh, melainkan kaum yang kafir.”
(QS. Yusuf: 87)

  1. Tidak melupakan ibadah.
    Kunci utama keberhasilan Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam dalam berdagang yakni tidak melupakan ibadah. Alloh Ta’ala berfirman:
    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Alloh dan ingatlah Alloh banyak-banyak supaya kamu beruntung”
    (QS.Al Jumu’ah :9-10)

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (2)

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (2)

6️⃣Saling menguntungkan kedua belah pihak.
Cara berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam selanjutnya dengan mengutamakan prinsip saling menguntungkan serta suka sama suka antar pembeli dan penjual. Tidak ada yang ditutupi-tutupi dari barang dagangannya. Dan harus mencapai kesepakatan bersama, baik dalam harga, jenis barang, dan cara memberikan barang tersebut kepada pembeli.
Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka”
(HR. Ahmad).

“Sesungguhnya perniagaan itu hanyalah perniagaan yang didasari oleh rasa suka sama suka”
(HR. Ibnu Majah)

7️⃣Menjual barang miliknya sendiri
Kalian pasti sering mendengar sistem penjualan barang dengan dropshipping, bukan? Dimana kita menjual suatu produk kepada buyer (konsumen) tanpa membelinya produk tersebut terlebih dahulu. Cukup memasang foto-foto produk itu di media sosial. Nantinya jika ada buyer yang memesan, kita langsung menghubungi si grosir (agen resminya). Lalu grosir akan mengirim barang tersebut secara langsung ke alamat buyer dengan atas nama toko kita.
Jual beli dengan metode dropshipping tentunya cukup berisiko. Sebab kita (selaku penjual) tidak mengetahui kondisi barangnya secara langsung. Hanya lewat foto. Bagaimana jika nantinya buter menerima barang yang cacat? Atau mungkin proses pengirimannya lama? Hal ini tentu mengecewakan si pembeli. Maka itu, Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi Wassallam menyarankan agar kita tidak menjual barang yang bukan milik kita. Sebab itu bisa merugikan pihak lain.
Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasululloh shallallahu‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasululloh, ada seseorang yang mendatangiku seraya meminta kepadaku agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan cara terlebih dahulu aku membelinya untuknya dari pasar?” Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam menjawab :
“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.”
(HR Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Nasai)

8️⃣Tidak melakukan penipuan
Dalam berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam juga tidak pernah melakukan penipuan. Perlu diketahui bahwa tindakan menipu pembeli, sekecil apapun dan dalam bentuk apa saja itu tentu dilarang oleh agama.
Diriwayatkan dari Abu Huraira ra: Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasululloh.”
Beliau bersabda,
“Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.”
(HR. Muslim).

Dalam hadist lain, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka”
(HR. Ibnu Hibban)

9️⃣Tidak menimbun barang
Menimbun barang merupakan keadaan dimana seseorang membeli barang dengan stok sangat banyak dari pasar, lalu menyimpannya dalam kurun waktu lama dan menjual barang tersebut dengan harga sangat mahal. Ketahuilah bahwa menimbun barang adalah perbuatan dzalim.
🔹Pertama aktivitas ini menyembabkan terganggunya mekanisme jual-beli di pasar. Stok barang di pasar akan habis dan itu merugikan pedagang lain.
🔹Kemudian, dengan sengaja menyimpan barang dan mengelurkannya sangat permintaan konsumen melonjak. Sehingga ia bisa menaikkan harganya. Ini tentu tidak diperbolehkan dalam islam. Sebab sama saja dengan mencari keuntungan untuk diri sendiri.
🔹Dan terakhir, barang yang telah ditimbun dalam waktu lama itu biasanya kualitasnya menurun. Entah itu rusak, cacat atau habis masa kadaluarsanya.
Diriwayatkan dari Ma’mar bin Abdullah bahwa Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,
“Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.”
(HR. Muslim)

🔟Bersikap ramah dengan pembeli
Bersikap ramah, santun dan selalu tersenyum kepada pembeli juga merupakan cara berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam. Apabila kita bisa bersikap baik dengan pembeli, maka pembeli pasti juga senang. Sebaliknya jika kita menunjukkan wajah judes dan cemberut tentu pembeli akan malas dan kabur, tidak akan membeli di tempat kita lagi.

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (1)

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (1)

1️⃣Diniatkan karena Alloh Ta’ala
“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Alloh dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR.Bukhari-Muslim).

Dasar utama Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam berdagang yakni atas niat karena Alloh Ta’ala. Bukan untuk memupuk harta, mencari keuntungan sebanyak-banyaknya ataupun untuk memikat wanita. Tidak sama sekali! Awal Beliau memulai berdagang, saat itu usianya masih 12 tahun.
Rasululloh Shollahu ‘Alaihi Wassallam berdagang dengan mengikuti pamannya, Abdul Munthalib hingga ke negeri Syam (Suriah). Ketika usianya menginjak 15-17 tahun, Rasulullohu Sholallohu ‘Alaihi Wassallam telah berdagang secara mandiri. Beliau berhasil memperluas bisnisnya hingga ke 17 negara. Sampai-sampai Beliau disebut sebagai khalifah (pemimpin) dagang dan hingga pada akhirnya kecakapannya dalam berdagang mengundang perhatian janda Kaya raya bernama Siti Khadijah. Beliau pun menikahi Khadijah dan usaha dagangannya menjadi semakin sukses. Ya, itulah buah dari sebuah niat yang tulus. Segala sesuatu yang diniatkan untuk mencari ridho Alloh Ta’ala, pasti akan memudahkannya. Maka itu, awali usaha dengan niat lillahi Ta’ala.

2️⃣Bersikap jujur
Dalam menjalani aktivitas kesehariannya, termasuk berdagang, Rasulullaloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam dikenal akan kejujurannya.

Beliau tidak pernah mengurangi takaran timbangan, selalu mengatakan apa adanya tentang kondisi barang, baik itu kelebihannya ataupun kekurangan barang tersebut. Bahkan tak jarang Rasulullohu Sholallohu ‘Alaihi Wassallam melebihkan timbangan untuk menyenangkan konsumennya. Atas kejujurannya itu, beliau pun dianugerahi julukan Al-Amin (yakni seseorang yang dapat dipercaya).

Pentingnya bersikap jujur dalam berdagang juga disinggung oleh Alloh Ta’ala dalam beberapa ayat di Al-Quran, diantaranya yakni:
“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.”
(QS. AsySyu’araa: 181-183)

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”
(QS. Ar Rahmaan:9)

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil”
(QS. Al An’aam: 152)

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. Al lsraa: 35)

Rasululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Alloh, berbuat baik dan jujur.”
(HR. Tirmidzi)

3️⃣Menjual barang berkualitas bagus
Prinsip berikutnya yang dianut oleh Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam dalam berdagang yakni menjaga kualitas barang jualannya. Beliau tidak pernah menjual barang-barang cacat. Sebab itu akan merugikan pembeli dan bisa menjadi dosa bagi si penjual.

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan”
(HR. Ibn Majah)

4️⃣Mengambil keuntungan sewajarnya.
Seringkali kita jumpai pedangan atau pebisnis yang menjual barangnya dengan harga jauh lebih mahal dari harga aslinya. Mereka berusaha mengambil laba setinggi mungkin tanpa memikirkan kondisi konsumen. Taktik seperti ini tidak pernah dilakukan oleh Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam. Selain menyalahi agama, menjual barang dengan harag terlalu mahal juga membuat dagangan kita kurang laku.

Sebaliknya, Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassallam selalu mengambil keuntungan sewajarnya. Bahkan ditanyai oleh pembeli tentang modalnya, beliau akan memberitahukan sejujur-jujurnya. Intinya, tujuan Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassallam berdagang bukan semata-mata mengejar keuntungan duniawi saja. Tapi juga mencari keberkahan dari Alloh Ta’ala.

Alloh Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat.”
(QS. Asy-Syuraa: 20)

5️⃣Tidak Memberikan Janji (sumpah) berlebihan.
Ketika berdagang sebaiknya jangan memberikan janji atau sumpah-sumpah berlebihan. Semisal, “barang ini tidak akan rusak hingga setahun”. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, semua hal dapat berubah atas izin Alloh Ta’ala. Maka itu, janganlah mengklaim barang ini super bagus, super awet dan sejenisnya. Sumpah itu tidak baik. Apalagi sampai bersumpah palsu, jelas perkataan tersebut termasuk dusta dan dibenci oleh Alloh Ta’ala.

Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin Syibel bahwa Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Para pedagang adalah tukang maksiat”
Diantara para sahabat ada yang bertanya: “Wahai Rasululloh, bukankah Alloh telah menghalalkan jual-beli?”. Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam menjawab: “Ya, namun mereka sering berdusta dalam berkata, juga sering bersumpah namun sumpahnya palsu”
(HR. Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wassallam bersabda: “Sumpah itu melariskan barang dagangan, akan tetapi menghapus keberkahan”

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

7 Manusia Terburuk Menurut Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
7 Manusia Terburuk Menurut Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam

Inilah kriteria manusia-manusia paling buruk dan sifat-sifat tercela yang harus kita hindari agar kita selamat di akhirat maupun di dunia.

1️⃣Manusia bermuka dua
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Kalian akan mendapati seburuk-buruknya manusia adalah orang-orang yang bermuka dua. Dia mendatangi kelompok yang ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelopok lainnya dengan wajah lainpula.”
(HR. Mukhari-Muslim)

2️⃣Manusia yang di takuti
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Wahai Aisyah, sungguh manusia buruk kedudukannya di sisi Alloh Ta’ala adalah seseorang yang ditinggalkan dan dijauhi oleh sesamanya semeta-mata mereka takut kepada kejahatannya.”
(HR. Mukhari-Muslim).

3️⃣Manusia tidak sadar terhadap ayat suci Alquran
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Di antara manusia yang terburuk adalah seorang pendurhaka lagi kurang ajar yang membaca kitab Alloh Ta’ala namun tidak tersadarkan oleh satu pun dirinya.”
(HR Ahmad).

4️⃣Manusia yang mendapati hari kiamat dan menjadikan kuburan sebagai masjid
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Di antara manusia terburuk adalah mereka yang mendapati hari kiamat dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid.”
(HR Ibnu Hibban).

5️⃣Manusia yang mengambil hak orang lain
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Di antara manusia yang paling buruk kedudukannya pada hari kiamat adalah seseorang hamba yang menghancurkan akhiratnya demi merebut harta dunia milik orang lain.” (HR Ibnu Majah).

6️⃣Manuisa yang panjang umur tapi jelek amalnya
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Orang seperti apakah yang paling baik?,” beliau menjawab “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya,”. Dia bertanya lagi “lalu orang seperti apa yang paling buruk,” Beliau menjawab “Orang yang panjang umurnya tapi jelek amal perbuatannya,”
(HR Tirmidzi).

7️⃣Manusia yang tidak bisa diharapkan kebaikannya, justru tidak bisa dirasa aman dari keburukannya.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan dirasa aman dari keburukannya. Sedangkan orang terburuk di antara kalian adalah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya, justru tidak bisa dirasa aman dari keburukannya,”
(HR Tirmidzi).

Semoga kita mendorong diri ini untuk menjadi manusia beramal baik dan menjauhi segala perbuatan yg buruk.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Akhlak dan Ilmu

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Akhlak dan Ilmu

Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam adalah cermin terbaik bagi umat muslim. Tentu saja, kita tidak akan pernah bisa menjadi beliau. Hanya ada satu Muhammad dan beliau adalah Nabi junjungan umat manusia.
Lalu bagaimana cara meniru pribadi Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam?
Ada dua cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk meniru pribadi beliau. Dua hal ini menjadi ciri paling utama Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan bisa kita teladani, serta praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

1️⃣ Mengutamakan Akhlak.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam diutus ke dunia ketika sedang terjadi kegelapan (jahiliah). Ketika kebobrokan akhlak merajalela, ketidakadilan begitu nyata hingga manusia lupa akan Tuhan.
Dalam konteks Arab—tempat kelahiran Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, waktu itu memang terjadi dekadensi moral (jahiliah) yang luar biasa.
Bayangkan saja, bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap memalukan dan beban semata. Kemudian kabilah yang saling berebut kuasa sampai pertumpahan darah jadi hal yang biasa hingga pelbagai penindasan yang dialami oleh khalayak kecil dan lain-lain.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam hadir di tengah itu dengan membawa satu hal paling penting: akhlak.

Innama buitstu liutamimma makaarimal, akhlak,
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”.

2️⃣ Senantiasa belajar.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang pembelajar seumur hidup. Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam memang terlahir sebagai seorang Ummi (buta huruf) tapi itu tidak menghalanginya untuk senantiasa belajar. Ia bahkan belajar ke banyak orang, ke banyak tempat.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa yang meninggal dan ia sedang mencari ilmu untuk mengembangkan ajaran Islam, maka antara dia dan Rasululloh satu tingkatan saja di surga.”

Nah, akhlak dan pembelajar adalah dua hal yang melekat dalam diri Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dan bisa kita tiru.
Orang-orang tidak akan melihat kita sebagai muslim yang baik jika kita senantiasa membenci, menghasut, serta berbuat kekejian.
Dan, akhlak tanpa ilmu tidaklah sempurna. Ilmu menjadikan umat Islam tetap terdepan di segala zaman.

Akhlak dan ilmu inilah yang wajib kita rengkuh agar kita paling tidak bisa mendapatkan syafaat dari Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam dengan cara meniru apa yang telah beliau teladankan. Wallahu a’lam.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Pemimpin Sejati (2)

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Pemimpin Sejati (2)

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam sangat tegas dalam masalah penegakan hukum. Tidak pernah menetapkan suatu hukum dengan rasa belas kasihan, pilih kasih, atau tebang pilih. Tidak memihak kepada siapa pun, baik pada pejabat pemerintahan, sahabat, masyarakat kecil maupun anggota keluarganya sendiri, termasuk anaknya.

Hal itu ditunjukkan dengan sikap tegasnya, “Demi Alloh, andai Fatimah Putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”
(HR Bukhari dan Muslim).

Selain dikenal figur yang tegas, juga dikenal sebagai sosok yang bijak dalam mengambil keputusan. Sebelum memutuskan suatu perkara, Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam selalu memikirkannya secara matang, dan mengacu kepada kaidah yang ditetapkan dalam Alquran. Misalnya, pada saat beliau memutuskan sanksi rajam terhadap pelaku perzinahan.

Dalam Shahih Muslim diceritakan, suatu waktu ada seorang wanita dari suku Ghamidiyyah menghadap Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam . Dia berkata, ”Ya Rasululoh, sungguh aku telah berbuat lacur. Maka, aku mohon bersihkanlah aku.” Nabi dengan arif menolak pengaduan tulus wanita tersebut.

Karena penasaran pertemuannya dengan Nabi tidak membawa hasil, perempuan Ghamidiyyah kembali mendatangi Nabi keesokan harinya seraya berkata, ”Ya Rasululloh mengapa engkau tidak menjawab pengaduanku? Apa barangkali engkau meragukanku sebagaimana engkau meragukan pengaduan Ma’iz? Demi Alloh, aku sekarang sedang hamil.” Kali ini Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam menjawab, ”Datanglah sesudah kamu melahirkan.”

Beberapa bulan kemudian, perempuan Ghamidiyyah itu melahirkan anak yang dikandungnya, lalu dia menghadap Nabi. Sambil membawa serta si jabang bayi dalam gendongannya dia berkata, ”Rasululloh, aku telah melahirkan.” Nabi menjawab dengan ramah, ”Pergilah kamu menyusui anakmu hingga kamu menyapihnya.”

Setelah masa menyusui anaknya berakhir, ia kembali menghadap Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. ”Wahai Nabi Alloh, ini aku. Sekarang anakku telah kusapih dan dia sudah bisa makan.” Berikutnya si anak yang masih kecil tersebut diserahkan kepada seseorang dari kaum Muslimin dan akhirnya Nabi memutuskan agar wanita tersebut dirajam, sebagai hukuman atas perbuatan zina yang dilakukannya.

Demikian sebagian kunci sukses dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. Masih banyak lagi kunci sukses kepemimpinan Nabi lainnya yang tidak akan pernah habis untuk dikaji, yang seharusnya terus digali, diperkenalkan, dan implementasikan di tengah bangsa yang sedang dilanda krisis dalam kepemimpinan.

Semoga Alloh Ta’ala menganugerahkan negeri ini pemimpin yang mau mempelajari dan meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam agar dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Pemimpin Sejati (1)

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Pemimpin Sejati (1)

Alquran menegaskan bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam adalah teladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal kepemimpinan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasululloh itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.”
(QS al-Ahzab [33]: 21).

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam merupakan sosok pemimpin yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan umat manusia. Hal ini diakui oleh Michael Hart seorang penulis Barat dalam bukunya “The 100, a Rangking of The Most Influential Persons in History”. Dengan sangat obyektif ia menempatkan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah.

Hal itu menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam memiliki kecerdasan manajerial yang tinggi dalam mengelola, mengatur, dan menempatkan anggota masyarakatnya dalam berbagai posisi sesuai kemampuannya, sehingga dapat mencapai tujuan utama, yaitu membangun masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi.

Dalam menjalankan kepemimpinannya, Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam selalu mengedepankan akhlak mulia. Hal ini diakui oleh Husain bin Ali sebagai cucu Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. Bahwa Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam adalah pribadi yang menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa.

Orang-orang yang bersikap obyektif dari kalangan non-muslim pun mengakuinya. Washington Irfing, seorang orientalis dan salah seorang penulis besar Amerika yang menjadi kebanggaan Amerika Serikat dan negara lain di abad sembilan belas Masehi, lahir tahun 1832 M di kota Washington dan meninggal tahun 1892 M. Dia berkata, ”Muhammad adalah penutup para nabi, rasul paling agung yang diutus oleh Alloh Ta’ala untuk menyeru manusia kepada penyembahan kepada Alloh Ta’ala.”

George Bernard Shaw, seorang Filosof Inggris dan penulis alur cerita film di Inggris yang terkenal, lahir di Irlandia, meraih Nobel di bidang sastra tahun 1920 M. Dia berkata, ”Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik, berkali-kali dan berkali-kali, dan aku tidak menemukan kecuali akhlak-akhlak luhur yang semestinya, dan aku sangat berharap Islam menjadi jalan bagi dunia.” Dan masih banyak pengakuan non-Muslim terkait keluhuran akhlak Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam (lihat dalam Pesona Akhlak dan Kekuatan Pribadi Manusia Teragung Sepanjang Masa, karya Hisyam Muhammad Sa’id Barghisy, alih bahasa Izzudin Karimi).

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam memiliki rasa empati dalam memimpin. Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat. Kalau Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam berbicara, yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa yang diperlukan orang yang tertimpa kesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya”.
(HR Tirmidzi).

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam mengedepankan keteladanan (uswah hasanah) dalam memimpin. Dikisahkan dari Al Barra’ bin Adzib, ia berkata: “Kulihat beliau mengangkuti tanah galian parit, hingga banyak debu yang menempel di kulit perutnya. Sempat pula kudengar beliau bersabda, “Ya Alloh, andaikan bukan karena Engkau, tentu kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak bershadaqah dan tidak shalat. Turunkanlah ketenteraman kepada kami dan kokohkanlah pendirian kami jika kami berperang. Sesungguhnya para kerabat banyak yang sewenang-wenang kepada kami. Jika mereka menghendaki cobaan, kami tidak menginginkannya.”

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam adalah sosok pemimpin yang mengedepankan kebersamaan. Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam mengusulkan sebuah ide win-win solution dalam penyelesaian masalah peletakkan hajar aswad. Direntangkannya sebuah kain besar, kemudian hajar aswad diletakkan di bagian tengahnya, lalu beliau meminta kepada setiap pemimpin kabilah untuk memegang ujung kain tersebut. Setelah itu, hajar aswad disimpan ke tempat semula di Ka’bah. Dengan cara seperti itu, tidak ada satupun kabilah yang merasa dirugikan, bahkan mereka sepakat untuk menggelari beliau sebagai al-Amin (orang yang terpercaya).

Jadi, kekuatan akhlak inilah yang menjadi pondasi dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. Dan, Akhlak Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam adalah Alquran. Alloh Ta’ala menegaskan,
”Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(QS al-Qalam [68]: 4).

Ketika Aisyah RA ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam, “Ia menjawab bahwa akhlak Nabi adalah Alquran”
(HR Muslim).

اللهم صل و سلم علي سيدنا محمد و علي اله و صحبه

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍