• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Romadhon 23

❓❓❓❓❓❓❓❓❓❓
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 23

Saudara dan sahabatku….

🔹Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan..

🔸Laksana bahtera, perlahan ia mulai mengangkat jangkar dan siap untuk berlayar..

🔹Sebelas bulan lamanya dia akan meninggalkan kita, untuk kemudian berlabuh kembali di hati-hati orang-orang yang beriman pada tahun berikutnya..

🔸Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk..

🔹Semua begitu cepat..
Hangatnya dekapan kedatangannya belum juga hilang, kini ia kembali mendekap untuk pergi..

🔸Baru kemarin kita mengucap marhaban ya ramadhan, dan hari ini kita harus mengucap mahlan (pelan-pelan) wahai ramadhan.

🔹Tapi yang jelas dia masih di sini. Dia belum berlayar ataupun tenggelam.

🔸Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalanmu di sisa waktu yang ada. Namun bila sebaliknya, bila selama ini engkau tenggelam dalam kelalaian,
maka perbaikilah amalanmu sebelum ia benar-benar pergi berlalu.

🔹Ingatlah.!!
Bahwa amalan itu dinilai pada akhirnya.
Bila engkau kehilangan awal ramadhan, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya.
Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh untuk akhir yang indah.

🔹Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya padanya:

“Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Alloh, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab: “Ya, saya tahu. Saya adalah hamba Alloh dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

🔹Fudhail lalu menasehatinya:

“Wahai saudaraku…
Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Alloh Ta’ala dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya). Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail:

“Lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

“Apa? Semoga Alloh Ta’ala merahmatimu.” Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menjawab, “
“Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu. Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.”

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 22

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Jika Romadhon tampak telah berkemas-kemas untuk undur diri setelah bertamu pada kita hampir satu bulan lamanya, maka manfaatkan hari-hari terakhirnya dengan ibadah terbaik kepada Alloh Ta’ala.

Misalnya, dengan bersedekah setiap malam pada malam-malam terakhir di bulan ini. Berikan sedekah dengan sepenuh keyakinan bahwa Alloh Ta’ala akan mengganti apa yang kita keluarkan dengan berlipat ganda. Apalagi jika sedekah tersebut kita lakukan di bulan Romadhon.

Suatu hari seorang anak bertanya kepada ibunya, benarkah dengan kita memberikan sesuatu kepada orang lain akan menyebabkan milik kita jadi bertambah banyak? Bukankah sesuatu yang sudah dikurangi justru menjadi bertambah sedikit?

Sang ibu tersenyum, lalu mengajak buah hatinya itu pergi ke kebun bunga. Mereka berdua memandang hamparan bunga aneka warna tumbuh di kebun itu, dihiasi dengan lebah-lebah yang berterbangan di atas bunga-bunga.

“Nak, dahulu bunga-bunga di kebun ini hanya sedikit. Kemudian datanglah lebah hinggap di atas bunga. Maka dengan senang hati bunga memberikan madu kepada lebah-lebah,”

Dengan penuh kelembutan ibu itu melanjutkan ceritanya, “Akibat lebah hinggap di atas bunga, maka kaki-kakinya akan membawa serbuk sari dari bunga tersebut. Hingga suatu saat lebah itu hinggap pada bunga yang lain, serbuk sari itu membantu penyerbukan, dan menumbuhkan bunga-bunga yang baru.”

“Jadi karena bunga awalnya memberi madu kepada lebah, maka menumbuhkan bunga-bunga lain sebanyak ini, betul begitu Ibu?” Anaknya tampak mengerti arah pembicaraan ibunya.

“Betul, Nak. Seandainya bunga itu tak mau berbagi madu, tentu lebah-lebah juga tak akan hinggap padanya. Akibatnya, tak ada yang membantu penyerbukan, dan semakin lama jumlah bunga-bunga di taman ini pasti semakin sedikit.”

“Itulah sebabnya, berbagi itu menyebabkan apa yang kita miliki justru bertambah banyak!” Anak itu mendapat pengetahuan baru hari ini. Seperti biasa, ibunya selalu tahu cara menjelaskan sesuatu kepadanya.

Maka di penghujung Romadhon ini, jadilah bunga yang senantiasa berbagi madu. Jadilah bunga yang tak pernah meragukan manfaat berbagi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39,

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Alhamdulillah hari jum’at mari membaca Al Kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan sodaqoh, nanti malam 23.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 21

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 21, mari kita optimalkan ibadahnya, misalkan membaca al qur’an, sodaqoh dll.

Alquran adalah pedoman hidup yang menjelaskan beragam aturan, dari hal terkecil hingga terbesar, agar manusia dapat meniti jalan hidupnya dengan kemuliaan dan kebahagiaan. Begitu besarnya mukjizat Alquran, jika diturunkan di atas gunung-gunung niscaya akan hancur karena takut.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihat gunung itu akan tunduk hancur berantakan disebabkan ketakutannya kepada Alloh. Dan perumpaan-perumpaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.”
(QS. Hasyr: 21)

Dikutip dari buku yang berjudul ’99 Resep Hidup Rasululloh’ karya Abdillah F. Hasan, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah pribadi yang suka membaca dan mendengarkan Alquran. Meski Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah penerima wahyu dari malaikat Jibril, namun beliau senang membaca dan mengulang ayat-ayat yang diwahyukan kepadanya. Suatu ketika Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah meminta Abdullah ibn Mas’ud ra membacakan surah an-Nisa untuknya.

Tatkala sampai ayat, “Bagaimanakah jika (pada hari kiamat nanti) Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (an-Nisa: 41). Setelah membaca itu Abdullah ibn Mas’ud ra mendapati mata Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam menangis karena terharu.

Sangat disayangkan jika Alquran hanya menjadi pajangan, jangan sampai rumah kita seperti kuburan yang sepi dari lantunan ayat-ayat Alloh. Rumah semacam itu akan mudah dimasuki setan dan menggoda penghuni di dalamnya.

Dikatakan dalam sebuah hadits, “Jangalah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah.”
(HR. Muslim)

Jika sebuah rumah dibangun dengan kebiasaan membaca Alquran oleh tiap anggota keluarga, Alloh akan menaunginya dengan ketenangan dan keselamatan. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Alloh untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diri mereka akan dilingkupi dengan rahmat, akan dilingkari para malaikat, dan Alloh pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.”
(HR. Muslim).

Memang tidaklah mudah bagi seorang muslim yang tidak terbiasa membaca Alquran secara rutin, namun memaksa diri membaca itu perlu, untuk membangkitkan semangat kecintaan pada kalam ilahi.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memberi motivasi, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa aif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Alloh kepadanya?

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 20

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk hari ke 20 bulan Romadhon.
Sudahkah kita berniat untuk tidak melewatkan kesempatan emas 10 hari terakhir di bulan Romdhon dengan menyampaikan seluruh pengharapan dan doa (bermunajat) dan ibadah sepenuh hati ber-i’tikaf di masjid. Sebelum ber’itikaf mari kita simak kembali beberapa penjelasan dari Kitab Bulughul Maram oleh Al Hafizh IBn Hajar Al Asqalany dan syarahnya oeleh Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfurry

🔹Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa melaksanakan Qiyam Romadhon dengan dasar keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Alloh, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Menurut bahasa, I’tikaaf ialah menahan, berdiam dan menetap. Sedangkan menurut syariat, I’tikaaf ialah berdiamnya seseorang di masjid dengan sifat tertentu. Sementara yang dimaksud dengan qiyam Romadhon ibadah pada malam harinya, baik shalat maupun membaca Al Qur’an. Qiyam Romadhon pada umumnya dipergunakan untuk menyebut shalat Tarawih. Sabdanya, karena iman yakni membenarkan janji Alloh Ta’ala berupa pahala, bermakna bahwa ia beribadah karena keimanannya. Yakni keimanannyalah yang mendorongnya untuk melakukan qiyam, bukan sesuatu yang lain. Ini mengisyaratkan keikhlasan niatnya dari kotoran riya. “ dan ihtisab” yakni mencari wajah Alloh Ta’ala dan pahalanya.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Apabila telah masuk hari kesepuluh, yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam tersebut serta membangunkan istri-istrinya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Sabdanya mengencangkan kain sarungnya, ini adalah kinayah tentang tekun beribadah, mencurahkan waktu untuknya dan bersungguh-sungguh di dalamya. Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengannya ialah menjauhi wanita untuk menyibukkan diri dengan peribadatan. “ Menghidupkan malamnya” yakni menghidupkan seluruh malam dengan begadang untuk melakukan shalat dan selainnya, atau menghidupkan sebagian besarnya” dan membangunkan keluarganya” yakni membangunkan mereka dari tidur untuk beribadah dan shalat.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin melakukan I’tikaf, beliau mengerjakan shalat Shubuh, baru kemudian masuk ke tempat I’tikafnya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Pernyataannya, “shalat Shubuh” yakni pada pagi 21 Ramadhan. Maksudnya beliau terfokus dan menyepi di dalamnya setekah shalat shubuh. Bukan berarti bahwa itu dimulainya waktu I’tikaf. Bahkan waktu I’tikaf dimulai sebelum maghrib pada Malam ke 21 dalam keadan beri’tikaf lagi berdiam di masjid secara umum. Ketika setelah selesai shalat Subuh beliau menyendiri. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam An Nawawi. Takwil ini harus dilakukan untuk mengkompromikan antara hadits ini dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Romadhon, sebagaimana hadits ini.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepalanya ke kamarku dan aku menyisir rambutnya. Dan jika sedang I’tikaf beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada keperluan.”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Maksudnya menggunakan sisir di rambut kepala, maksudnya aku menyisirnya dan meminyakinya. Di dalamnya terdapat dalil bahwa mengeluarkan sebagian tubuh orang yang beri’tikaf di Masjid itu tidak membatalkan I’tikaf , dan hadits ini juga terdapat dalil tentang bolehnya laki-laki menjadikan istri sebagai pelayannya. “kecuali jika ada keperluan” seperti kencing, buang air besar , muntah, mandi jinabat, buang ingus dan selainnya yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

🔹Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa r.a. bahwa beberapa orang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bermimpi melihat malam Lailatul qadr pada tujuh hari terakhir. Maka Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menurut dugaanku, kalian bermimpi pada tujuh hari terakhir. Barang siapa ingin mencari malam tersebut, maka carilah pada tujuh malam terakhir”
(HR. Muttafaq Alaihi)

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata : Aku katakan wahai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa yang harus aku ucapkan jika aku mengetahui malam lailatul Qadr itu? Beliau menjawab,” Ucapkanlah Allahuma innaka afuwwun tuhibbul Afwa fa’fu annii (Ya Alloh sensungguhnya Engkau Maha pemaaf, suka memaafkan maka maafkanlah aku )”
(HR. lima imam selain Abu Dawud).

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.


Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 19

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah sdh menuju 10 hari terakhir bulan Romadhon. Jika sdh demikian teringatlah dengan Lailatul Qadr.

Alloh Ta ‘ala berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”
(QS. Al-Qadr: 1-5),

Alloh memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Alloh Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”
(QS. Ad-Dukhaan: 3)

Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Alloh Ta ‘ala: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185).

Ibnu Abbas radhiAllohu ‘anhu berkata : “Alloh menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul’Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Alloh Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Alloh Ta’ala : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
(QS. Ad-Dukhaan: 4).

Kemudian, Alloh Ta’ala berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429.)

Selanjutnya Alloh Ta’ala menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan.”

Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do’a sama dengan beribadah lebih dari seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar.

Lalu Alloh Ta’ala memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Alloh Ta’ala. Mereka turun dengan perintah dari Alloh Ta’ala.
Selanjutnya, Alloh Ta’ala menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya : “Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar”
(QS. Al-Qadar: 5)

Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang beriman.

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 18

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

AL IMAM AL GHAZALI mengatakan bahwa MANUSIA itu terbagi menjadi empat (4) golongan :

PERTAMA: رجل يدري ويدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).

Orang ini bisa disebut ‘Alim (Orang yang mengetahui). Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam, yang masih butuh banyak diajari, maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

Mereka ada para pewaris Nabi dan Jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia.

KEDUA: ورجل يدري ولا يدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).

Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan. Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan Tidak berguna atau tidak diberdayakan.

Tipe seperti ini jika tidak di support dikhawatirkan merugi di akhirat.

KETIGA: ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri
(Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).

Jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar.

Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.

KEEMPAT: ورجل لا يدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri.
(Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).

Inilah adalah jenis manusia yang paling buruk dan berbahaya. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.

Karakter di atas ini,
Cenderung manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan introspeksi bersama, di posisi golongan manakah kita berada ?
(Sumber : Kitab ihya ‘Ulumuddin)

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 17

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah hari ke 17 Bulan Romadhon.
Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah Alloh Ta’ala yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu
(QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itu adalah Alloh Ta’ala yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA
(QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa Alloh Ta’ala yang sedang menghiburmu
Tidak ada yang namanya kebetulan
(QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan?

Itu adalah Alloh Ta’ala yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?

Itu adalah saat Alloh Ta’ala mengizinkan kau untuk diuji, Dan Alloh Ta’ala ingin mendengar rintihan serta do’amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA….

Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA Alloh Ta’ala selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu?

Tidak!
Sekali lagi,
TIDAK ADA YANG KEBETULAN…
apa yang kamu lakukan dicatat, shg berkah dan musibah tergantung apa yang kita lakukan.

Coba rasakan kehadiran-NYA…, dengarkan suara-NYA yang berkata:
“Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu”
(QS 2:214, 2:186)

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 16

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Masa Lalu, Sekarang Dan Akan Datang
Terdapat 3 hal yang dibenci hati:

✓ Jika berkaitan dengan masa lalu, ia akan memunculkan huzn (kesedihan).

✓ Dan jika berkaitan dengan masa sekarang, ia akan menghadirkan ghamm (keresahan).

✓ Bila berkaitan dengan masa yang akan datang, ia akan melahirkan hamm (kecemasan).

Oleh sebab itu, seorang hamba hendaknya memohon kepada Alloh Ta’ala agar menghilangkan semua hal yang tidak disukai hati, baik yang berkaitan dengan masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang, sehingga hati menjadi jernih mudah menerima kebenaran.

Tetaplah bersemangat untuk kehidupan kita, sebagaimana sabda Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam , “Bersemangatlah atas perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Alloh dan janganlah engkau melemah”
Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: “Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan menjadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Alloh yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki maka Dia perbuat, karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan syetan”.
(HR.Muslim)

Jangan diingat masa lalu, karena sudah menjadi sejarah (diingat utk evaluasi silahkan)
Jangan cemas masa akan datang, karena belum kejadian.

Mumpung ketemu bulan Romadhon, mari kita kerjakan hari ini secara sungguh-sungguh secara benar dan baik sesuai aturan Agama Islam.

Selamat beraktifitas, salam sukses selalu penuh cinta & barokahNya Alloh Ta’ala.

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 15

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Berlalu Ramadhan Separuh.
Sejenak dalam kegelapan malam melihat langit cerah, didapati purnama bersinar. Tanda separuh Romadhon berlalu.

Namun kala melirik mushaf al-Qur’an yang kita baca, ternyata tak kunjung beranjak setengah.

Mengingat lagi sedekah selama ini, pun biasa saja tiada yang istimewa.

Introspeksi dengan shalat-shalat sunnah, tidak didapati tambahan masih seperti dulu di bulan-bulan lainnya.

Menyesal? Tentu. Namun kita perlu yang lebih dari itu.

Lekas menutup akhir dengan kebajikan yang banyak sebagai penentu proses hasil sebelumnya.

Yang menjadi tolak ukur adalah kesempurnaan akhir, bukan kekurangan saat permulaan

Lekas bergegas bangkit menutupi kelalaian di separuh Romadhon berlalu, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada akhirnya.”
(HR Bukhari: 6493, Muslim: 112)

Manfaatkan sedikit kesempatan tersisa, sebab separuh Romadhon telah berlalu.

Alhamdulillah hari jum’at, mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan sedekah.

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 14: KISAH HIKMAH IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-‘Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i (Imam Asy Syafi’i) saat beliau mengajar di Masjid.

Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah..

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk … Ia berkata: “Siapa di pintu?”

Orang yang mengetuk menjawab : “Muhammad bin Idris.”

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi’i..

Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi’i..

Imam Syafi’i berkata : “Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat…

Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya..

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali..”

“Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu..

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah dan bimbinglah para pelaku kemaksiatan..

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat..

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit..”

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan…

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya…

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Alloh Ta’ala berikan kepadamu..

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga..

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Alloh Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia..”

Beliaupun menangis dan merangkul Sang Imam sembari mohon maaf dan berterima kasih atas nasihatnya.

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍