• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Keistimewaan Bulan Syawal

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Keistimewaan Bulan Syawal

Keistimewaan bulan syawal dapat didapatkan dengan melakukan beberapa ibadah sunah. Tentunya seluruh umat islam sudah tahu dengan keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal. Namun ternyata tidak hanya puasa 6 hari saja ibadah sunah yang membuat bulan syawal menjadi semakin istimewa.

1️⃣ Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Keistimewaan bulan syawal yang pertama adalah puasa 6 hari di bulan syawal. Puasa 6 hari pada bulan syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua bulan syawal, karena di hari pertama, yaitu saat hari raya idul fitri diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan, puasa 6 hari di bulan syawal ini menjadi pelengkap atau penyempurna amalan pada bulan Ramadan.

Walaupun biasa dilakukan pada hari kedua bulan syawal, banyak juga yang melaksanakan ibadah puasa 6 hari di bulan syawal ini pada minggu kedua bulan syawal. Hal ini disebabkan karena minggu pertama syawal kebanyakan orang masih merayakan hari raya idul fitri dengan bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun teman. Saat bersilaturahmi ini biasanya disertai dengan makan dan minum dalam rangka lebaran.

Keutamaan puasa Syawal terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim. Hadits itu berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”
(HR Muslim).

Dengan keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal ini, tentunya akan sangat merugi bila seorang muslim tidak memanfaatkan salah satu keistimewaan bulan syawal ini. Dengan hanya mencukupkan puasa Ramadan dengan puasa 6 hari di bulan syawal membuat kamu memndapatkan pahala seakan berpuasa setahun penuh. Maka dari itu, puasa 6 hari di bulan syawal merupakan salah satu keistimewaan bulan syawal yang paling besar pahalanya bagi umat islam, walaupun merupakan ibadah sunah. Melaksanakan puasa 6 hari di bulan syawal juga merupakan wujud rasa syukur dan memohon ampunan kepada Alloh Ta’ala bagi seluruh umat muslim.

2️⃣ I’tikaf di Bulan Syawal
Melakukan i’tikaf atau berdiam diri di dalam masjid merupakan salah satu keistimewaan di bulan syawal. Maksud berdiam diri ini tentunya bukan hanya berdiam diri saja di dalam masjid tanpa melakukan apa-apa. Berbagai amalan dan ibadah dapat dilakukan selama melaksanakan I’tikaf. I’tikaf merupakan cara seorang hamba lebih mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala dengan berzikir, melaksanakan salat 5 waktu dan salat sunah, serta membaca Al-Quran.

Biasanya I’tikaf dilaksanakan seminggu terakhir di bulan Ramadan. Pelaksanaan I’tikaf banyak yang dilakukan saat malam hari saja, ada juga yang benar-benar melaksanakannya seharian penuh tanpa kelaur dari masjid, kecuali untuk makan.

I’tikaf ternyata bisa juga dilakukan di bulan syawal, apabila pada bulan Ramadan kamu tidak sempat melaksanakannya. Jadi keistimewaan bulan syawal selanjutnya adalah sebagai waktu untuk mengganti ibadah I’tikaf yang terlewat atau tidak sempat dilaksanakan saat bulan Ramadan. Bulan syawal hadir sebagai penyempurna dan penambal amalan-amalan yang tidak dapat dilaksanakan saat bulan Ramadan.

3️⃣ Menikah di Bulan Syawal
Keistimewaan bulan syawal selanjutnya adalah melaksanakan pernikahan. Tentunya kamu tidak asing lagi dengan keistimewaan bulan syawal satu ini, pasalnya sering sekali setelah hari raya idul fitri banyak umat islam yang melaksanakan pernikahan. Menikah pada tanggal berapapun dan pada hari apapun di bulan syawal merupakan suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya.

Seperti yang dikisahkan dalam hadits muslim dari istri rasul Aisyah RA.

“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku saat bulan syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?”
(HR. Muslim, An Nasa’i).

Jadi menikah di bulan syawal merupakan salah satu sunah rasul, dimana Nabi Muhammad dan shallallahu ‘alaihi wasallam menikah pada bulan syawal.

4️⃣ Bulan Silaturahmi Bersilaturahmi merupakan salah satu ibadah yang tidak asing lagi di bulan syawal. Salah satu keistimewaan bulan syawal ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mudik ke kampung halaman dan saling bermaafan dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman. Jadi tidak heran bila bulan syawal begitu istimewa dengan menjadi salah satu bulan dimana kebanyakan umat muslim bersilaturahmi. Bulan syawal merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Alloh Ta’ala dengan silaturahmi dan bermaaf-maafan yang dilaksanakan oleh seluruh umat islam.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kami, terimalah sholat kami, puasa kami dan ibadah kami lainnya.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 30 – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 30

Alhamdulillah masuk hari terakhir bulan suci Romadhon, besok sudah Hari Raya Idul Fitri.

Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.

Fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam yang artinya:

”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam makan kurma dalam jumlah ganjil.”
(HR.Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri adalah hari raya saat umat Islam kembali berbuka atau makan. Karena itu salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Ini menunjukkan bahwa hari raya idul fitri 1 syawal adalah waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh).

“Barangsiapa yang sholat malam di bulan Romadhon dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih).

Bagaimana ucapan saat Idul Fitri?

“Para sahabat Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka,” tulis Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Baari.

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

artinya, “Semoga Alloh menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Ada ucapan yg lebih panjang yaitubl “Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair.”

Artinya, “Semoga Alloh menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.”

Lalu bagaimana jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum?

Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum adalah doa yang sama: Taqabbalallahu Minna Wa Minkum atau Taqabbal yaa kariim.

Adapun ucapan
minal aidin wal faidzin

artinya “semoga kita semua tergolong orang yang kembali dan berhasil”. jadi arti minal aidin wal faidzin yang diucapkan saat Idul fitri adalah doa dan harapan agar kita semua menjadi golongan orang yang kembali ke fitrah atau suci.
“Minal Aidin wal Faizin” lebih menyimpan arti pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa penuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Alloh Ta’ala di bulan Romadhon.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kami, terimalah sholat kami, puasa kami dan ibadah kami lainnya.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 29

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Romadhon 29
Zakat Fitrah

Alhamdulillah masuk hari ke 29, sebentar lagi kita ditinggal Romadhon, mendekat Idul Fitri.

Saudara dan Sahabatku, diwajibkan bagi kaum muslimin untuk menunaikan zakat fitrah setelah mereka menunaikan ibadah puasa. Dibayarkan sebelum sholat Idul Fitri, sesuai makanan pokok setempat, di Indonesia pada umumnya beras.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.”
(HR. Bukhari-Muslim).

Zakat fitrah hukumnya wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang mampu. Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebesar satu sha’ yang nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, dan sebagainya atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari. Ketentuan ini didasarkan pada hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar bahwa Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam telah mewajibkan membayar membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.

Tahukah kita bahwa zakat fitrah ini memiliki hikmah yang sangat besar yang mungkin masih banyak yang belum menyadarinya.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata
“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih orang yang berpuasa dari hal-hal yang sia-sia dan perkataan kotor, serta makanan bagi orang-orang miskin.”
(HR. Abu Daud)

Masya Alloh dengan menunaikan zakat fihtri maka segala cela, kekurangan, kelalaian dan keteledoran kita ketika kita berpuasa akan dibersihkan oleh Alloh ta’ala.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kami, terimalah sholat kami, puasa kami dan ibadah kami lainnya.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 28

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 28

Alhamdulillah masuk hari ke 28 bulan Romadhon.

Saudara dan Sahabatku,
Menangislah…
Sebelum bulan suci Romadhon pergi.

Kita pernah berjanji mengkhatamkan Al-Qur’an.
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, kita tak juga beranjak dari Juz awalan atau pertengahan Al-Qur’an.

Menangislah…
Sebelum bulan Romadhon pergi.
Kita pernah berjanji akan menyempurnakan Qiyamullail (sholat malam) yang bolong penuh tambalan.
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, kita tak juga menyempurnakan Qiyamullail itu.

Menangislah…
Sebelum Romadhon pergi.
Kita berdo’a sejak bulan Rajab dan Sya’ban agar disampaikan ke bulan Romadhon.
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, ternyata kita masih juga tak bisa menahan diri dari kesia-siaan.
Dan ternyata kita masih juga tak bisa menambah banyak ibadah Sunnah.
Bahkan, terkadang yang Wajib hampir terlewatkan.

Saudara dan Sahabatku,
Menangislah …
Biar butir air mata bening itu jadi saksi di hari Kiamat.
Bahwa diri kita masih bodoh, lalai, sombong dan terlena.
Sehingga bulan Romadhon yang mulia dan selalu dirindukan ini pun disia-siakan.

Menangislah…
Dan tuntaskan semuanya pada hari ini atau malam ini dan hari-hari atau malam-malam berikutnya atas i’tikaf (berlama-lama ibadah di Masjid) yang belum juga kita lakukan.
Atas lembaran Al-Qur’an yang menunggu dikhatamkan.
Atas zakat yang menunggu diberikan…
Atas Sholat Wajib yang menunggu segera dilakukan di awal waktunya.
Atas Sholat Sunnah yang menunggu dijadikan pahala tambahan atau tambalan bagi kekurang-khusyu’an Sholat Wajib kita.

Menangislah…
Alloh Ta’ala belum menjanjikan apapun pada masing-masing hamba-Nya untuk Romadhon tahun depan.
Karena kematian hanya Alloh Yang Maha Mengetahuinya.
Apakah kita masih akan dipertemukan lagi dengan bulan suci Romadhon atau tidak.

Yaa Alloh Ya Robb,
Ampunilah hambaMu ini, jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 27

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 27

Alhamdulillah masuk hari ke 27 bulan Romadhon.

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap.
Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar.
Aku malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki.
Aku bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali.
Aku malah santai saja meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara.
Aku malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “sang kyai” tertahan untuk masuk surga.
Aku malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu …
Pede pula meminta surga.
Astaghfirulloh!
Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Yaa Alloh Ya Robb jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 26

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 26

Alhamdulillah masuk hari ke 26 bulan Romadlon, tetap semangat, jaga kesehatan dg prokes, jangan lupa bahagia dan bahagiakan org2 tercinta utk terus beribadah dan memperbaikinya.

Al-Hafizh Ibnu Rojab berkata :
“Wahai hamba Alloh, sesungguhnya bulan Romadhon ini akan segera berlalu. Dan waktu yang tersisa tinggal sedikit saja.”

“Karena itu siapa saja dari kita yang telah berbuat baik maka hendaklah ia sempurnakan lagi.”

“Namun barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka hendaklah ia akhiri dengan lebih baik.”

Perhatikan nasehat Imam Hasan al-Bashri.
“Teruslah berbuat baik dari waktu yang tersisa semoga Alloh Ta’ala memaafkan kita atas perbuatan yang telah lalu.”

“Manfaatkan waktu tersisa karena kita tidak pernah tahu kapan Rahmat Alloh Ta’ala bisa diraih.”

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadlon 25 Empat hal yang dirindukan surga

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Romadlon 25
Empat hal yang dirindukan surga

Alhamdulillah masuk hari ke 25 Romadlon dan hari jum’at.

Surga menjadi suatu hal yang didamba-dambakan oleh setiap manusia di muka bumi ini sebagai tempat kehidupan abadi di akhirat nanti.
Uniknya, bukan hanya kita yang bisa merindukan surga melainkan sebaliknya, surga juga bisa merindukan kita.
Masya Alloh Tabarakalloh.

Dari golongan ini salah satunya adalah orang-orang yang gemar memberi makan orang yang lapar. Seperti dalam hadist berikut ini:

“Surga merindukan empat golongan; Orang yang membaca Al-Quran, Menjaga lisan (Ucapan), Memberi makan orang lapar, Puasa di bulan Ramadhan.”
(HR. Abu Daud dan Tirmizi dari Ibnu Hasan).

Bisa kita cermati, bahwa empat orang yang dirindukan surga adalah:

1️⃣Pertama adalah orang yang membaca Al-Qur’an. Tentu saja cakupan membaca Al-Qur’an ini termasuk mengerti maknanya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

2️⃣Kedua, mereka yang menjaga lisan. Apa yang dimaksud menjaga lisan? Yaitu tidak berkata kasar, tidak menghina dan mencela orang lain, dan saat marah tetap menjaga diri dari mengatakan hal-hal yang buruk.

3️⃣Ketiga adalah orang yang gemar memberi makan pada orang-orang yang lapar atau membutuhkan. Merekalah orang-orang yang rajin bersedekah. Mereka sangat ringan tangan kepada semua manusia, lebih-lebih kepada yang kekurangan.

4️⃣Dan keempat adalah orang yang berpuasa pada bulan ramadhan. Tentu tidak sembarang puasa, tetapi puasa yang tidak sekadar menghilangkan lapar dan dahaga, akan tetapi juga menahan diri dari melakukan kemaksiatan sekecil apapun.
Amalan agar dirindukan oleh surga ini ternyata bisa dilakukan semua orang, bahkan kita mungkin sudah biasa melakukannya. Misalnya berkaitan dengan amal memberi makan pada orang lapar.

Hari jum’at saatnya membaca Al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan sodaqoh.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadlon 24

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Romadlon 24

Alhamdulillah masuk hari ke 24 malam 25, hari² terakhir bulan Romadlon.

Dari Sahl bin Sa’d ra. Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
“Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya”
(HR. Ahmad 22835, Bukhari 6607 dan yang lainnya). 

Karena itu, perjuangan besar seharusnya kita lakukan ketika kita berada di penghujung amalan. Termasuk ketika di penghujung Romadlon.  

Ujung terbaik, itulah kesuksesan orang baik.

Ibnul Jauzi menjelaskan: Al-Imam Ibnu Al-Jauzi rahimahulloh berkata :     
“Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan, karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu”

Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Karena itu, ketika kita termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga kita bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”

Yaa Alloh Ya Robb jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.
Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 23

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 23

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 23

Saudara dan sahabatku….

🔹Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan..

🔹Laksana bahtera, perlahan ia mulai mengangkat jangkar dan siap untuk berlayar..

🔹Sebelas bulan lamanya dia akan meninggalkan kita, untuk kemudian berlabuh kembali di hati-hati orang-orang yang beriman pada tahun berikutnya..

🔹Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk..

🔹Semua begitu cepat..
Hangatnya dekapan kedatangannya belum juga hilang, kini ia kembali mendekap untuk pergi..

🔹Baru kemarin kita mengucap marhaban ya romadhon, dan hari ini kita harus mengucap mahlan (pelan-pelan) wahai romadhon.

🔹Tapi yang jelas dia masih di sini. Dia belum berlayar ataupun tenggelam.

🔹Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalanmu di sisa waktu yang ada. Namun bila sebaliknya, bila selama ini engkau tenggelam dalam kelalaian,
maka perbaikilah amalanmu sebelum ia benar-benar pergi berlalu.

🔹Ingatlah.!!
Bahwa amalan itu dinilai pada akhirnya.
Bila engkau kehilangan awal romadhon, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya.
Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh untuk akhir yang indah.

🔹Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya padanya:
“Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Alloh Ta’ala, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab: “Ya, saya tahu. Saya adalah hamba Alloh Ta’ala dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

🔹Fudhail lalu menasehatinya:
“Wahai saudaraku…
Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Alloh Ta’ala dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya). Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail:

“Lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

“Apa? Semoga Alloh Ta’ala merahmatimu.” Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menjawab,
“Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Alloh Ta’ala akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu. Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.”

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadhon 22

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 22

Jika Romadhon tampak telah berkemas-kemas untuk undur diri setelah bertamu pada kita hampir satu bulan lamanya, maka manfaatkan hari-hari terakhirnya dengan ibadah terbaik kepada Alloh Ta’ala.

Misalnya, dengan bersedekah setiap malam pada malam-malam terakhir di bulan ini. Berikan sedekah dengan sepenuh keyakinan bahwa Alloh Ta’ala akan mengganti apa yang kita keluarkan dengan berlipat ganda. Apalagi jika sedekah tersebut kita lakukan di bulan Romadhon.

Suatu hari seorang anak bertanya kepada ibunya, benarkah dengan kita memberikan sesuatu kepada orang lain akan menyebabkan milik kita jadi bertambah banyak? Bukankah sesuatu yang sudah dikurangi justru menjadi bertambah sedikit?

Sang ibu tersenyum, lalu mengajak buah hatinya itu pergi ke kebun bunga. Mereka berdua memandang hamparan bunga aneka warna tumbuh di kebun itu, dihiasi dengan lebah-lebah yang berterbangan di atas bunga-bunga.

“Nak, dahulu bunga-bunga di kebun ini hanya sedikit. Kemudian datanglah lebah hinggap di atas bunga. Maka dengan senang hati bunga memberikan madu kepada lebah-lebah,”

Dengan penuh kelembutan ibu itu melanjutkan ceritanya, “Akibat lebah hinggap di atas bunga, maka kaki-kakinya akan membawa serbuk sari dari bunga tersebut. Hingga suatu saat lebah itu hinggap pada bunga yang lain, serbuk sari itu membantu penyerbukan, dan menumbuhkan bunga-bunga yang baru.”

“Jadi karena bunga awalnya memberi madu kepada lebah, maka menumbuhkan bunga-bunga lain sebanyak ini, betul begitu Ibu?” Anaknya tampak mengerti arah pembicaraan ibunya.

“Betul, Nak. Seandainya bunga itu tak mau berbagi madu, tentu lebah-lebah juga tak akan hinggap padanya. Akibatnya, tak ada yang membantu penyerbukan, dan semakin lama jumlah bunga-bunga di taman ini pasti semakin sedikit.”

“Itulah sebabnya, berbagi itu menyebabkan apa yang kita miliki justru bertambah banyak!” Anak itu mendapat pengetahuan baru hari ini. Seperti biasa, ibunya selalu tahu cara menjelaskan sesuatu kepadanya.

Maka di penghujung Romadhon ini, jadilah bunga yang senantiasa berbagi madu. Jadilah bunga yang tak pernah meragukan manfaat berbagi. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39,

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍