• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Romadhon 21

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 21

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 21, mari kita optimalkan ibadahnya, misalkan sholat sunnahnya, membaca al qur’an, dzikirnya, sodaqoh dll.

Alquran adalah pedoman hidup yang menjelaskan beragam aturan, dari hal terkecil hingga terbesar, agar manusia dapat meniti jalan hidupnya dengan kemuliaan dan kebahagiaan. Begitu besarnya mukjizat Alquran, jika diturunkan di atas gunung-gunung niscaya akan hancur karena takut.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihat gunung itu akan tunduk hancur berantakan disebabkan ketakutannya kepada Alloh. Dan perumpaan- perumpaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.”
(QS. Hasyr: 21)

Dikutip dari buku yang berjudul ’99 Resep Hidup Rasululloh’ karya Abdillah F. Hasan, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah pribadi yang suka membaca dan mendengarkan Alquran. Meski Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah penerima wahyu dari malaikat Jibril, namun beliau senang membaca dan mengulang ayat-ayat yang diwahyukan kepadanya. Suatu ketika Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah meminta Abdullah ibn Mas’ud ra membacakan surah an-Nisa untuknya.

Tatkala sampai ayat, “Bagaimanakah jika (pada hari kiamat nanti) Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.”
(QS. An-Nisa: 41).

Setelah membaca itu Abdullah ibn Mas’ud ra mendapati mata Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam menangis karena terharu.

Sangat disayangkan jika Alquran hanya menjadi pajangan, jangan sampai rumah kita seperti kuburan yang sepi dari lantunan ayat-ayat Alloh Ta’ala. Rumah semacam itu akan mudah dimasuki setan dan menggoda penghuni di dalamnya.

Dikatakan dalam sebuah hadits, “Jangalah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah.”
(HR. Muslim)

Jika sebuah rumah dibangun dengan kebiasaan membaca Alquran oleh tiap anggota keluarga, Alloh akan menaunginya dengan ketenangan dan keselamatan. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Alloh untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diri mereka akan dilingkupi dengan rahmat, akan dilingkari para malaikat, dan Alloh pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.”
(HR. Muslim).

Memang tidaklah mudah bagi seorang muslim yang tidak terbiasa membaca Alquran secara rutin, namun memaksa diri membaca itu perlu, untuk membangkitkan semangat kecintaan pada kalam ilahi.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memberi motivasi, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh Ta’ala, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa aif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”
Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Alloh Ta’ala kepadanya?

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadlon 20

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadlon 20

Alhamdulillah masuk hari ke 20 bulan Romadhon.
Sudahkah kita berniat untuk tidak melewatkan kesempatan emas 10 hari terakhir di bulan Romdhon dengan menyampaikan seluruh pengharapan dan doa (bermunajat) dan ibadah sepenuh hati ber-i’tikaf di masjid. Sebelum ber’itikaf mari kita simak kembali beberapa penjelasan dari Kitab Bulughul Maram oleh Al Hafizh IBn Hajar Al Asqalany dan syarahnya oeleh Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfurry

🔹Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa melaksanakan Qiyam Romadhon dengan dasar keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Alloh, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Menurut bahasa, I’tikaaf ialah menahan, berdiam dan menetap. Sedangkan menurut syariat, I’tikaaf ialah berdiamnya seseorang di masjid dengan sifat tertentu. Sementara yang dimaksud dengan qiyam Romadhon ibadah pada malam harinya, baik shalat maupun membaca Al Qur’an. Qiyam Romadhon pada umumnya dipergunakan untuk menyebut shalat Tarawih. Sabdanya, karena iman yakni membenarkan janji Alloh Ta’ala berupa pahala, bermakna bahwa ia beribadah karena keimanannya. Yakni keimanannyalah yang mendorongnya untuk melakukan qiyam, bukan sesuatu yang lain. Ini mengisyaratkan keikhlasan niatnya dari kotoran riya. “ dan ihtisab” yakni mencari wajah Alloh Ta’ala dan pahalanya.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Apabila telah masuk hari kesepuluh, yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam tersebut serta membangunkan istri-istrinya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Sabdanya mengencangkan kain sarungnya, ini adalah kinayah tentang tekun beribadah, mencurahkan waktu untuknya dan bersungguh-sungguh di dalamya. Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengannya ialah menjauhi wanita untuk menyibukkan diri dengan peribadatan. “ Menghidupkan malamnya” yakni menghidupkan seluruh malam dengan begadang untuk melakukan shalat dan selainnya, atau menghidupkan sebagian besarnya” dan membangunkan keluarganya” yakni membangunkan mereka dari tidur untuk beribadah dan shalat.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin melakukan I’tikaf, beliau mengerjakan shalat Shubuh, baru kemudian masuk ke tempat I’tikafnya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Pernyataannya, “shalat Shubuh” yakni pada pagi 21 Ramadhan. Maksudnya beliau terfokus dan menyepi di dalamnya setekah shalat shubuh. Bukan berarti bahwa itu dimulainya waktu I’tikaf. Bahkan waktu I’tikaf dimulai sebelum maghrib pada Malam ke 21 dalam keadan beri’tikaf lagi berdiam di masjid secara umum. Ketika setelah selesai shalat Subuh beliau menyendiri. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam An Nawawi. Takwil ini harus dilakukan untuk mengkompromikan antara hadits ini dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Romadhon, sebagaimana hadits ini.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepalanya ke kamarku dan aku menyisir rambutnya. Dan jika sedang I’tikaf beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada keperluan.”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Maksudnya menggunakan sisir di rambut kepala, maksudnya aku menyisirnya dan meminyakinya. Di dalamnya terdapat dalil bahwa mengeluarkan sebagian tubuh orang yang beri’tikaf di Masjid itu tidak membatalkan I’tikaf , dan hadits ini juga terdapat dalil tentang bolehnya laki-laki menjadikan istri sebagai pelayannya. “kecuali jika ada keperluan” seperti kencing, buang air besar , muntah, mandi jinabat, buang ingus dan selainnya yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

Iman, Ilmu & Amal Bg Akhir

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadlon 19
Iman, Ilmu & Amal Bg Akhir

Imam syafi’I r.a. (wafat 204 H.) ketika masih menuntut ilmu pernah mengeluh dan mengadukan suatu problematika kepada gurunya.

Kata beliau, “Wahai guru, mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah di pahaminya?” lalu Imam Waqi’ r.a. (gurunya imam syafi’I ) menjawab,

”Ilmu itu ibarat cahaya dan cahaya Alloh tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.”
(Diwan al-Syafi’i)

Kita juga dituntut untuk selalu konsisten dalam beramal, kenapa demikian?
Setidaknya ada 4 alasan, yaitu :

1️⃣Alloh Ta’ala mencintai amalan yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit.

2️⃣Konsisten dalam beramal akan memudahkan seseorang untuk mencapai garis finish Kemenangan.

3️⃣Memudahkan seseorang untuk beramal secara rutin sehingga tidak merasa kesulitan untuk mengerjakannya dan tidak gampang lupa.

4️⃣Konsisten dalam amalan rutin akan membuat seseorang bersemangat terus dengan Variasi amalannya.

Dalam hal ini Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam menggolongkan perbuatan seseorang mukmin menjadi 4 golongan,

1️⃣mereka yang beramal sholeh dengan benar, mengikuti sunah Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam dan ikhlas niatnya.

2️⃣mereka yang beramal secara tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan Nabi. Inilah sejelek–jeleknya perbuatan amal.

3️⃣golongan orang yang bodoh, yaitu orang yang beramal dengan ikhlas tapi salah. Mereka mengira dengan mengingat Alloh Ta’ala saja sudah cukup tidak perlu shalat 5 waktu, semuanya dilakukan dengan ikhlas namun dimata Alloh Ta’ala tidak berpahala sama sekali.

4️⃣mereka yang berbuat amal sholeh sesuai dengan ajaran Islam tapi tidak ikhlas dalam berbuat. Mereka melakukannya karena fanatik, karena materi dan sebagainya.
Semoga kita termasuk golongan yang pertama, yaitu yang beramal sholeh dengan ihsan, bukan golongan yang lain.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Iman, Ilmu & Amal Bagian 2

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadlon 18
Iman, Ilmu & Amal Bg.2

Alloh Ta’ala berfirman :
”Beramallah kamu, sesungguhnya Alloh, RosulNya dan orang-orang mukmin akan melihat amal kamu dan kamu akan di kembalikan kepada Alloh yang mengetahui perkara ghaib dan nyata. Maka Alloh akan memberitahukan apa yang telah kamu kerjakan”.
(QS. At-Taubah : 105)

Amal yang lahir dari setiap ilmu, haruslah amalan yang baik.

Ali Bin Abi Thalib RA meyakini bahwa orang-orang yang mengumpulkan ilmu untuk membuat kekacauan dan mengembuskan fitnah. Sangatlah dimurkai Alloh Ta’ala. Orang-orang seperti itu tidak seharipun hidup dalam keselamatan ilmu, meski ia bersegera mencari ilmu dan menyebarkan nya. Maka, seikat ilmu pengetahuan tapi mencukupi (diamalkan) adalah lebih baik dan dari pada banyak tapi di sia-sia kan.

Anas bin malik menjelaskan, hakikat ilmu itu bukan dilihat dari pesatnya ilmu pengetahuan, keterampilan, dan skill. Tetapi, sirnanya ruh ilmu yang mewariskan rasa takut kepada Alloh Ta’ala terhadap pelakunya. Hilangnya rasa takut menjadikan ilmu tanpa cahaya.
Ada perangkatnya namun hilang ruh kebaikannya. Akibatnya, kedigdayaan ilmu, dipergunakan seseorang untuk berbuat sewenang-wenang.
Para ulama menggaris bawahi, terdapat 3 cara hilangnya ilmu dari seseorang

1️⃣sirnanya dari hati,

2️⃣wafatnya para ulama dan ini dimulai sejak Rosululloh solallohu ‘alaihi wasallam wafat dimana muncul huru hara dan kekacauan setelah itu,

3️⃣hilangnya ilmu karena tidak diamalkan. Ilmu tanpa iman (rasa takut pada Alloh Ta’ala) dan amal sia-sia belaka.

Lalu bagaimana cara memperoleh ilmu yang dapat menerangi hati kita dari kegelapan?

Bersambung….

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Iman, Ilmu & Amal Bg.1

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 17

Iman, Ilmu & Amal Bg.1

Alloh Ta’ala berfirman:
“Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
(QS. Al-Mujaadalah: 11)

Dalam ayat di atas jelas sekali bahwa iman adalah hal yang sangat penting dimiliki bagi ilmuan. Sebab, kerusakan yang di lakukan orang yang berilmu akan lebih besar akibatnya dari pada kerusakan yang di lakukan orang bodoh. Seorang pencuri, pencopet, maling hanya mengambil uang ratusan ribu saja atau paling besar nilainya jutaan. Tapi jika orang berilmu mencuri dengan nama halusnya korupsi, nilainya bisa lebih besar bukan cuman jutaan, bisa milyaraan bahkan triliyunan. Pencuri berdasi yang memiliki jabatan, mustahil menduduki jabatan itu jika tidak berilmu

Beberapa tahun belakangan ini banyak orang berilmu yang diperiksa dari berbagai status sosial dan jabatan, mulai gubernur sampai mantan mentri sepertinya pemandangan yang tidak masuk akal, seorang direktur, ahli ekonomi menjadi tersangka korupsi, meskipun cara korupsi tidak diajarkan di bangku sekolah dan kuliah lalu bagaimana dengan ilmu yang mereka miliki, mengetahui hukum tapi justru melanggar hukum. Karena hakikatnya ilmu itu bersifat netral, bisa untuk kebaikan, bisa pula untuk kejahatan. Teknolog membuat senjata untuk mengamankan wilayah, tapi kenyataannya banyak senjata dipakai untuk menodong. Kalau begitu bukan ilmu atau alatnya yang di salahkan, tapi orang yang melakukan kejahatan yang salah. Karena itu ilmu harus di teladani dengan iman jika ilmunya bertambah, maka akan bertambah kedekatannya kepada Alloh Ta’ala.

Dari manakah kita dapat mengukur ilmu seseorang?

Ibnu Qoyyim al-Jauziah menjawab, “Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari kumpulan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yg kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita.”

Lewat kalimat tersebut Ibnu Qoyyim ingin menekankan bahwa ilmu itu hadir untuk menciptakan amal. Ilmu yang tidak menghasilkan amal, sama sekali tidak berguna. Alloh Ta’ala mewajibkan manusia untuk selalu beramal.
Bersambung……

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Masa Lalu, Sekarang Dan Akan Datang

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 16

Masa Lalu, Sekarang Dan Akan Datang
Terdapat 3 hal yang dibenci hati:

🔹 Jika berkaitan dengan masa lalu, ia akan memunculkan huzn (kesedihan).

🔹 Dan jika berkaitan dengan masa sekarang, ia akan menghadirkan ghamm (keresahan).

🔹 Bila berkaitan dengan masa yang akan datang, ia akan melahirkan hamm (kecemasan).

Oleh sebab itu, seorang hamba hendaknya memohon kepada Alloh Ta’ala agar menghilangkan semua hal yang tidak disukai hati, baik yang berkaitan dengan masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang, sehingga hati menjadi jernih mudah menerima kebenaran.

Tetaplah bersemangat untuk kehidupan kita, sebagaimana sabda Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam , “Bersemangatlah atas perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Alloh dan janganlah engkau melemah”.

Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan engkau katakan: “Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan menjadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Alloh yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki maka Dia perbuat, karena sesungguhnya (kata-kata) “seandainya” membuka peluang bagi perbuatan syetan”.
(HR.Muslim)

Jangan diingat masa lalu, karena sudah menjadi sejarah (diingat utk evaluasi silahkan)
Jangan cemas masa akan datang, karena belum kejadian.

Mumpung ketemu bulan Romadlon, mari kita kerjakan hari ini secara sungguh-sungguh secara benar dan baik sesuai aturan Alloh Ta’ala dan Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Romadlon 15

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadlon 15

Berlalu Ramadlon Separuh.
Sejenak dalam kegelapan malam melihat langit cerah, didapati purnama bersinar.
Tanda separuh Romadlon berlalu.

Namun kala melirik mushaf al-Qur’an yang kita baca, ternyata tak kunjung beranjak setengah.

Mengingat lagi sedekah selama ini, pun biasa saja tiada yang istimewa.

Introspeksi dengan sholat-sholat sunnah, tidak didapati tambahan masih seperti dulu di bulan-bulan lainnya.

Menyesal? Tentu.
Namun kita perlu yang lebih dari itu.

Lekas menutup akhir dengan kebajikan yang banyak sebagai penentu proses hasil sebelumnya.

Yang menjadi tolak ukur adalah kesempurnaan akhir, bukan kekurangan saat permulaan

Lekas bergegas bangkit menutupi kelalaian di separuh Romadlon berlalu, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada akhirnya.”
(HR Bukhari-Muslim)

Manfaatkan sedikit kesempatan tersisa, sebab separuh Romadlon telah berlalu.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

KISAH HIKMAH IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 14
KISAH HIKMAH IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA

Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-‘Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i (Imam Asy Syafi’i) saat beliau mengajar di Masjid.

Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah..

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk … Ia berkata: “Siapa di pintu?”

Orang yang mengetuk menjawab : “Muhammad bin Idris.”

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi’i..

Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi’i..

Imam Syafi’i berkata : “Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat…

Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya..

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali..”

“Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu..

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah dan bimbinglah para pelaku kemaksiatan..

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat..

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit..”

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan…

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya…

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Alloh Ta’ala berikan kepadamu..

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga..

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Alloh Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia..”

Beliaupun menangis dan merangkul Sang Imam sembari mohon maaf dan berterima kasih atas nasihatnya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

TENANGKAN DIRI

🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 13
TENANGKAN DIRI

Suatu ketika Guru melakukan perjalanan mengunjungi beberapa kota bersama muridnya. Sesaat sebelum memasuki kota pertama, ia beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. Di sekitar tempat mereka beristirahat itu, ada sebuah danau kecil

Guru kemudian meminta muridnya mengambil air untuk minum dari danau tersebut. Saat itu di danau sedang banyak warga yang mencuci pakaian sambil bermain di air. Air danau tersebut menjadi keruh. Murid itu lalu kembali ke tempat gurunya lalu berkata, ‘Air di danau itu sangat keruh dan banyak orang yang mencuci pakaian di sana. Izinkan aku pergi ke tempat lain mencari air.’

Guru lalu menyuruh muridnya untuk beristirahat bersamanya di bawah pohon itu. Setelah beberapa saat, ia menyuruh muridnya kembali ke danau untuk mengambil air lagi.

Ketika si murid kembali ke danau, sudah tidak ada orang yang mencuci pakaian. Air danau pun sudah jernih karena kotorannya telah mengendap ke dasar danau. Si murid itu pun mengambil air dan mengantarkannya pada gurunya.

Guru lalu berkata, ‘Air keruh di danau seperti pikiran manusia ketika stres. Sementara, air yang jernih seperti pikiran manusia ketika tenang. Terkadang jalan terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah dengan bersabar.’

Seperti kata-kata Guru dalam contoh cerita inspiratif singkat tadi, jalan terbaik menjernihkan pikiran adalah sabar. Ketika berpikir, otakmu bekerja keras yang diibaratkan seperti orang yang mencuci di danau tadi. Hasilnya, stress dan penat seperti air keruh.

Jadi jika kita merasa penat dengan keseharian, ada baiknya kita sabar dan tenang. Sambil selonjor istirahat membaca/mendengarkan Al Qur’an, membaca/mendengar Sholawatan, atau membaca artikel contoh cerita singkat yang inspiratif seperti ini.

Hari ke 13 Bulan Romadhon, cobalah kita diam diri sejenak, bukankah saat ini WFH, ada waktu untuk muhasabah diri membuang sampah2 pikiran dan hati, ada waktu banyak ketemu Alloh Ta’ala dan keluarga utk berkasih sayang penuh cinta.
Buat seolah olah ini hari terakhir di dunia.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

“Keutamaan Istiqomah

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Romadhon 12
Keutamaan Istiqomah

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Katakanlah saya beriman kepada Alloh, kemudian berpegang teguhlah..!” (HR. Muslim)

Hikmah hadist diatas:
1️⃣Iman kepada Alloh Ta’ala harus mendahului ketaatan, artinya bahwa suatu ketaatan (ibadah) harus didasari dengan keimanan yang mantab pada pokok-pokok keimanan yang enam.

2️⃣Amal shaleh (amal ibadah) dapat menjaga keimanan seseorang.

3️⃣Iman dan amal shaleh keduanya harus dilaksanakan secara bersama-sama.

4️⃣Istiqomah merupakan derajat yang tinggi di sisi Alloh Ta’ala.

5️⃣Keinginan yang kuat dari para shahabat dalam menjaga agamanya dan merawat keimanannya.

6️⃣Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas dalam beribadah hanya kepada Alloh Ta’ala semata hingga akhir hayat.

Firman Alloh Ta’ala
1️⃣ Bertanya untuk mendapatkan kebaikan;
“Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) mengenai arak dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya dan mereka bertanya pula kepadamu: Apakah yang mereka akan belanjakan (dermakan)? Katakanlah: “Dermakanlah – apa-apa) yang berlebih dari keperluan (kamu). Demikianlah Alloh menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (keterangan-keterangan hukumNya) supaya kamu berfikir.”
[QS. Al-Baqarah : 219]

2️⃣ Iman dan amal shaleh harus seiring sejalan;
(1) “Demi masa.” (2) “Sungguh, manusia berada dalam kerugian,” (3) “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
(QS. Al-‘Asr 103: 1 – 3)

3️⃣ Iman dan istiqomah;
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Alloh kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
(QS. Fussilat 41: 30)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍