• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Romadhon 27 : Belajar Dari Orang – Orang Sholeh

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sejenak Pagi:
Romadhon 27

Alhamdulillah masuk hari ke 27 bulan Romadhon.

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap. Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar. Aku malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki. Aku bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali. Aku malah santai saja meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara. Aku malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “sang kyai” tertahan untuk masuk surga. Aku malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu …
Pede pula meminta surga.
Astaghfirullah!
Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhan 26 : Saat Menjelang Akhir Ramadhan

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sejenak Pagi:
Romadhon 26

Alhamdulillah masuk hari ke 26 bulan Romadhon, tetap semangat, jaga kesehatan dan bahagiaan org2 tercinta utk terus beribadah dan memperbaikinya.

Al-Hafizh Ibnu Rojab berkata :
Wahai hamba Alloh,
Sesungguhnya bulan Romadhon ini akan segera berlalu.

Dan waktu yang tersisa tinggal sedikit saja.

Karena itu siapa saja dari kita yang telah berbuat baik maka hendaklah ia sempurnakan lagi.

Namun barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka hendaklah ia akhiri dengan lebih baik.

Perhatikan nasehat Imam Hasan al-Bashri.

Teruslah berbuat baik dari waktu yang tersisa semoga Alloh Ta’ala memaafkan kita atas perbuatan yang telah lalu.

Manfaatkan waktu tersisa karena kita tidak pernah tahu kapan Rahmat Alloh Ta’ala bisa diraih.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 25 : Bagaimana Merespon/Mensikapi Kondisi Pandemi Saat ini

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sejenak Pagi:
Romadhon 25

Alhamdulillah masuk hari ke 25 Bulan suci Romadhon.
Bulan penuh Barokah, Pengampunan dosa dan Bebas dari api neraka.

Sudah berapa lama tinggal di rumah, kerja di rumah, bisnis di rumah dan lain-lain.
Adakah yang salah?
Tidak ada yg salah, kan sudah kejadian (berarti sdh takdir) adanya Covid 19 (Corona).
Yang salah cara merespon/mensikap kejadian ini.
Bagaimana mensikapinya???

Sebelum menjawab itu, mari kita buka al qur’an, Alloh Ta’ala berfirman:
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Alloh dan barangsiapa yang beriman kepada Alloh niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu”
(QS.At-Taghabun :11).

“Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
(QS.Al Baqoroh 286)

Berdasarkan 2 ayat diatas, maka cara mensikapi kondisi saat ini adalah,

1️⃣Kita hrs yakin bhw semua dari Alloh Ta’ala mk kita kembalikan kpd Alloh Ta’ala, dg bertaubat dan perbanyak isghfar dan sholawat, pasti akan ada petunjuk (jalan keluar).

2️⃣Jauhi maksiat, tingkatkan ibadah & manfaat (suka memberi, tahan marah dan memaafkan), mk semua persoalan akan selesai.

3️⃣Tidak mungkin kita tidak sanggup menyelesaikan masalah/beban kita, asal bersama dan hrs semakin deket dengan Alloh Ta’ala. (mungkin selama ini jauh dg Alloh Ta’ala, sibuk urusan dunia).

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 24 : Keutamaan Sedekah

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sejenak Pagi:
Romadhon 24

Alhamdulillah masuk hari ke 24 bulan Romadhon, mari terus kita tingkatkan ibadah kita, apalagi hari hari terakhir romadhon, khusus sedekah di bulan romadhon dilipat gandakan 70 x.

Agama Islam sendiri juga sudah memerintahkan untuk saling tolong menolong pada sesama manusia dalam kebaikan dan sedekah yang bisa dilakukan diantaranya adalah zakat yang terkandung banyak manfaat zakat fitrah didalamnya serta qurban.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Alloh, maka kami akan memberinya pahala yang besar”.
[QS. An Nissa : 114]

Keutamaan sedekah antara lain:
1⃣ Memperkuat Iman
Ibadah menjadi sarana pengabdian hamba terhadap Alloh Ta’ala dan sedekah dalam Islam menjadi salah satu perintah untuk semua umat muslim. Bersedekah yang dilakukan dengan niat ibadah pada Alloh Ta’ala akan semakin menguatkan iman pada Alloh Ta’ala.

2⃣ Menyembuhkan Penyakit
Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat dalam Islam, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.”
(H.R. Ath-Thabrani)

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah!”
(HR. Abu Dawud).

3⃣ Meringankan Sakratul Maut
Tidak hanya pahala sedekah di hari Jumat yang bisa kita lakukan, namun dengan melakukan sedekah sesering mungkin, ini mengartikan kita juga memperingan kepedihan yang kelak akan kita rasakan saat sakratul maut sebab dengan sedekah, maka Alloh Ta’ala akan menghilangkan perasaan dan sifat sombong dalam Islam dan egois orang yang melakukan sedekah tersebut.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Alloh menghilangkan perasaan sombong dan egois.”
(Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)

4⃣ Mengabulkan Hajat
Selain dengan cara banyak keutamaan shalat hajat, untuk anda yang memiliki hajat tertentu dan ingin segera dikabulkan, maka cara yang bisa ditempuh adalah melakukan sedekah.

“Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Alloh membalasnya lebih dari kecepatan gerakan sedekahnya.”
(Hadist Qudsi)

5⃣ Pemisah Diri Dari Neraka
Bersedekah yang tidak hanya bisa dilakukan dengan memberikan uang namun juga pakaian, makanan dan hal lainnya akan menjadi pemisah kita dengan api neraka saat kiamat datang.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma“.
(HR. Muttafaqun ‘alaih)

6⃣ Membangun rumah di surga
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang membangun masjid karena Alloh walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Alloh bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.”
(HR. Ibnu Majah)

Untuk itu jangan tidak sedekah, lebih lebih di sepuluh terakhir Romadhon.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 23

❓❓❓❓❓❓❓❓❓❓
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 23

Saudara dan sahabatku….

🔹Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan..

🔸Laksana bahtera, perlahan ia mulai mengangkat jangkar dan siap untuk berlayar..

🔹Sebelas bulan lamanya dia akan meninggalkan kita, untuk kemudian berlabuh kembali di hati-hati orang-orang yang beriman pada tahun berikutnya..

🔸Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama megah merah di ujung ufuk..

🔹Semua begitu cepat..
Hangatnya dekapan kedatangannya belum juga hilang, kini ia kembali mendekap untuk pergi..

🔸Baru kemarin kita mengucap marhaban ya ramadhan, dan hari ini kita harus mengucap mahlan (pelan-pelan) wahai ramadhan.

🔹Tapi yang jelas dia masih di sini. Dia belum berlayar ataupun tenggelam.

🔸Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalanmu di sisa waktu yang ada. Namun bila sebaliknya, bila selama ini engkau tenggelam dalam kelalaian,
maka perbaikilah amalanmu sebelum ia benar-benar pergi berlalu.

🔹Ingatlah.!!
Bahwa amalan itu dinilai pada akhirnya.
Bila engkau kehilangan awal ramadhan, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya.
Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh untuk akhir yang indah.

🔹Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya padanya:

“Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Alloh, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab: “Ya, saya tahu. Saya adalah hamba Alloh dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

🔹Fudhail lalu menasehatinya:

“Wahai saudaraku…
Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Alloh Ta’ala dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya). Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail:

“Lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

“Apa? Semoga Alloh Ta’ala merahmatimu.” Tanya laki-laki itu lagi.

Fudhail menjawab, “
“Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu. Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.”

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 22

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Jika Romadhon tampak telah berkemas-kemas untuk undur diri setelah bertamu pada kita hampir satu bulan lamanya, maka manfaatkan hari-hari terakhirnya dengan ibadah terbaik kepada Alloh Ta’ala.

Misalnya, dengan bersedekah setiap malam pada malam-malam terakhir di bulan ini. Berikan sedekah dengan sepenuh keyakinan bahwa Alloh Ta’ala akan mengganti apa yang kita keluarkan dengan berlipat ganda. Apalagi jika sedekah tersebut kita lakukan di bulan Romadhon.

Suatu hari seorang anak bertanya kepada ibunya, benarkah dengan kita memberikan sesuatu kepada orang lain akan menyebabkan milik kita jadi bertambah banyak? Bukankah sesuatu yang sudah dikurangi justru menjadi bertambah sedikit?

Sang ibu tersenyum, lalu mengajak buah hatinya itu pergi ke kebun bunga. Mereka berdua memandang hamparan bunga aneka warna tumbuh di kebun itu, dihiasi dengan lebah-lebah yang berterbangan di atas bunga-bunga.

“Nak, dahulu bunga-bunga di kebun ini hanya sedikit. Kemudian datanglah lebah hinggap di atas bunga. Maka dengan senang hati bunga memberikan madu kepada lebah-lebah,”

Dengan penuh kelembutan ibu itu melanjutkan ceritanya, “Akibat lebah hinggap di atas bunga, maka kaki-kakinya akan membawa serbuk sari dari bunga tersebut. Hingga suatu saat lebah itu hinggap pada bunga yang lain, serbuk sari itu membantu penyerbukan, dan menumbuhkan bunga-bunga yang baru.”

“Jadi karena bunga awalnya memberi madu kepada lebah, maka menumbuhkan bunga-bunga lain sebanyak ini, betul begitu Ibu?” Anaknya tampak mengerti arah pembicaraan ibunya.

“Betul, Nak. Seandainya bunga itu tak mau berbagi madu, tentu lebah-lebah juga tak akan hinggap padanya. Akibatnya, tak ada yang membantu penyerbukan, dan semakin lama jumlah bunga-bunga di taman ini pasti semakin sedikit.”

“Itulah sebabnya, berbagi itu menyebabkan apa yang kita miliki justru bertambah banyak!” Anak itu mendapat pengetahuan baru hari ini. Seperti biasa, ibunya selalu tahu cara menjelaskan sesuatu kepadanya.

Maka di penghujung Romadhon ini, jadilah bunga yang senantiasa berbagi madu. Jadilah bunga yang tak pernah meragukan manfaat berbagi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39,

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Alhamdulillah hari jum’at mari membaca Al Kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan sodaqoh, nanti malam 23.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 21

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk Romadhon ke 21, mari kita optimalkan ibadahnya, misalkan membaca al qur’an, sodaqoh dll.

Alquran adalah pedoman hidup yang menjelaskan beragam aturan, dari hal terkecil hingga terbesar, agar manusia dapat meniti jalan hidupnya dengan kemuliaan dan kebahagiaan. Begitu besarnya mukjizat Alquran, jika diturunkan di atas gunung-gunung niscaya akan hancur karena takut.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihat gunung itu akan tunduk hancur berantakan disebabkan ketakutannya kepada Alloh. Dan perumpaan-perumpaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.”
(QS. Hasyr: 21)

Dikutip dari buku yang berjudul ’99 Resep Hidup Rasululloh’ karya Abdillah F. Hasan, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah pribadi yang suka membaca dan mendengarkan Alquran. Meski Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam adalah penerima wahyu dari malaikat Jibril, namun beliau senang membaca dan mengulang ayat-ayat yang diwahyukan kepadanya. Suatu ketika Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah meminta Abdullah ibn Mas’ud ra membacakan surah an-Nisa untuknya.

Tatkala sampai ayat, “Bagaimanakah jika (pada hari kiamat nanti) Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka.” (an-Nisa: 41). Setelah membaca itu Abdullah ibn Mas’ud ra mendapati mata Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam menangis karena terharu.

Sangat disayangkan jika Alquran hanya menjadi pajangan, jangan sampai rumah kita seperti kuburan yang sepi dari lantunan ayat-ayat Alloh. Rumah semacam itu akan mudah dimasuki setan dan menggoda penghuni di dalamnya.

Dikatakan dalam sebuah hadits, “Jangalah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah.”
(HR. Muslim)

Jika sebuah rumah dibangun dengan kebiasaan membaca Alquran oleh tiap anggota keluarga, Alloh akan menaunginya dengan ketenangan dan keselamatan. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Alloh untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diri mereka akan dilingkupi dengan rahmat, akan dilingkari para malaikat, dan Alloh pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.”
(HR. Muslim).

Memang tidaklah mudah bagi seorang muslim yang tidak terbiasa membaca Alquran secara rutin, namun memaksa diri membaca itu perlu, untuk membangkitkan semangat kecintaan pada kalam ilahi.

Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memberi motivasi, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Alloh, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa aif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Alloh kepadanya?

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 20

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah masuk hari ke 20 bulan Romadhon.
Sudahkah kita berniat untuk tidak melewatkan kesempatan emas 10 hari terakhir di bulan Romdhon dengan menyampaikan seluruh pengharapan dan doa (bermunajat) dan ibadah sepenuh hati ber-i’tikaf di masjid. Sebelum ber’itikaf mari kita simak kembali beberapa penjelasan dari Kitab Bulughul Maram oleh Al Hafizh IBn Hajar Al Asqalany dan syarahnya oeleh Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfurry

🔹Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa melaksanakan Qiyam Romadhon dengan dasar keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Alloh, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Menurut bahasa, I’tikaaf ialah menahan, berdiam dan menetap. Sedangkan menurut syariat, I’tikaaf ialah berdiamnya seseorang di masjid dengan sifat tertentu. Sementara yang dimaksud dengan qiyam Romadhon ibadah pada malam harinya, baik shalat maupun membaca Al Qur’an. Qiyam Romadhon pada umumnya dipergunakan untuk menyebut shalat Tarawih. Sabdanya, karena iman yakni membenarkan janji Alloh Ta’ala berupa pahala, bermakna bahwa ia beribadah karena keimanannya. Yakni keimanannyalah yang mendorongnya untuk melakukan qiyam, bukan sesuatu yang lain. Ini mengisyaratkan keikhlasan niatnya dari kotoran riya. “ dan ihtisab” yakni mencari wajah Alloh Ta’ala dan pahalanya.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Apabila telah masuk hari kesepuluh, yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam tersebut serta membangunkan istri-istrinya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Sabdanya mengencangkan kain sarungnya, ini adalah kinayah tentang tekun beribadah, mencurahkan waktu untuknya dan bersungguh-sungguh di dalamya. Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengannya ialah menjauhi wanita untuk menyibukkan diri dengan peribadatan. “ Menghidupkan malamnya” yakni menghidupkan seluruh malam dengan begadang untuk melakukan shalat dan selainnya, atau menghidupkan sebagian besarnya” dan membangunkan keluarganya” yakni membangunkan mereka dari tidur untuk beribadah dan shalat.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin melakukan I’tikaf, beliau mengerjakan shalat Shubuh, baru kemudian masuk ke tempat I’tikafnya”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Pernyataannya, “shalat Shubuh” yakni pada pagi 21 Ramadhan. Maksudnya beliau terfokus dan menyepi di dalamnya setekah shalat shubuh. Bukan berarti bahwa itu dimulainya waktu I’tikaf. Bahkan waktu I’tikaf dimulai sebelum maghrib pada Malam ke 21 dalam keadan beri’tikaf lagi berdiam di masjid secara umum. Ketika setelah selesai shalat Subuh beliau menyendiri. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam An Nawawi. Takwil ini harus dilakukan untuk mengkompromikan antara hadits ini dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Romadhon, sebagaimana hadits ini.

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepalanya ke kamarku dan aku menyisir rambutnya. Dan jika sedang I’tikaf beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada keperluan.”
(HR. Muttafaq Alaihi)

Maksudnya menggunakan sisir di rambut kepala, maksudnya aku menyisirnya dan meminyakinya. Di dalamnya terdapat dalil bahwa mengeluarkan sebagian tubuh orang yang beri’tikaf di Masjid itu tidak membatalkan I’tikaf , dan hadits ini juga terdapat dalil tentang bolehnya laki-laki menjadikan istri sebagai pelayannya. “kecuali jika ada keperluan” seperti kencing, buang air besar , muntah, mandi jinabat, buang ingus dan selainnya yang tidak mungkin dilakukan di masjid.

🔹Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa r.a. bahwa beberapa orang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bermimpi melihat malam Lailatul qadr pada tujuh hari terakhir. Maka Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menurut dugaanku, kalian bermimpi pada tujuh hari terakhir. Barang siapa ingin mencari malam tersebut, maka carilah pada tujuh malam terakhir”
(HR. Muttafaq Alaihi)

🔹Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata : Aku katakan wahai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa yang harus aku ucapkan jika aku mengetahui malam lailatul Qadr itu? Beliau menjawab,” Ucapkanlah Allahuma innaka afuwwun tuhibbul Afwa fa’fu annii (Ya Alloh sensungguhnya Engkau Maha pemaaf, suka memaafkan maka maafkanlah aku )”
(HR. lima imam selain Abu Dawud).

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.


Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 19

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Alhamdulillah sdh menuju 10 hari terakhir bulan Romadhon. Jika sdh demikian teringatlah dengan Lailatul Qadr.

Alloh Ta ‘ala berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”
(QS. Al-Qadr: 1-5),

Alloh memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Alloh Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”
(QS. Ad-Dukhaan: 3)

Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Alloh Ta ‘ala: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185).

Ibnu Abbas radhiAllohu ‘anhu berkata : “Alloh menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul’Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Alloh Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Alloh Ta’ala : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
(QS. Ad-Dukhaan: 4).

Kemudian, Alloh Ta’ala berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429.)

Selanjutnya Alloh Ta’ala menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan.”

Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do’a sama dengan beribadah lebih dari seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar.

Lalu Alloh Ta’ala memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Alloh Ta’ala. Mereka turun dengan perintah dari Alloh Ta’ala.
Selanjutnya, Alloh Ta’ala menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya : “Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar”
(QS. Al-Qadar: 5)

Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang beriman.

Semoga Alloh Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Romadhon 18

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

AL IMAM AL GHAZALI mengatakan bahwa MANUSIA itu terbagi menjadi empat (4) golongan :

PERTAMA: رجل يدري ويدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).

Orang ini bisa disebut ‘Alim (Orang yang mengetahui). Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam, yang masih butuh banyak diajari, maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

Mereka ada para pewaris Nabi dan Jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia.

KEDUA: ورجل يدري ولا يدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).

Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan. Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan Tidak berguna atau tidak diberdayakan.

Tipe seperti ini jika tidak di support dikhawatirkan merugi di akhirat.

KETIGA: ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri
(Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).

Jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar.

Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.

KEEMPAT: ورجل لا يدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri.
(Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).

Inilah adalah jenis manusia yang paling buruk dan berbahaya. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.

Karakter di atas ini,
Cenderung manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan introspeksi bersama, di posisi golongan manakah kita berada ?
(Sumber : Kitab ihya ‘Ulumuddin)

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍