• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Rindu padamu

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Rindu padamu

Kamu lihat wajahnya cantik, membuat hatimu berbunga-bunga. Lalu kamu pikir kamu jatuh cinta?
.
Kamu lihat ketangkasannya berjalan diantara kesibukannya. Lalu kamu terkagum dan kamu pikir kamu jatuh cinta?

Kamu senyum padanya, dan dia membalas senyummu. Lalu kamu berpikir bahwa dia jatuh cinta padamu?

Kamu chat dia dengan segala ketidak-pentinganmu, lalu dia menjawab chatmu. Dan, kamu kira dia jatuh cinta padamu?

Kamu mau tahu jatuh cinta itu seperti apa?

Kamu pernah mendengar seorang lelaki yang berjalan puluhan kilo untuk menyapa hati hati kekasihnya kemudian mendulang lemparan batu sampai berdarah-darah kakinya. Maka, ketika kekasihnya dari langit hendak menurunkan azab, ia berkata,

“Kalau hari ini mereka menolak, mungkin anak-anak mereka akan menerima.”

Lalu apa katanya lagi?

“Berilah mereka petunjuk, duhai Rabb-ku mereka hanya orang-orang yang tidak tahu.”

Ketika hendak membelai kasih pada kekasihnya, lelaki itu justru akrab dengan ludah, kotoran hewan, caci maki bahkan ancaman dibunuh.
Dia menyerah? TIDAK.

Dia masih berusaha membebaskan belenggu cinta lain kekasihnya agar kekasihnya itu bisa terbebas. Tak peduli, meski ia harus memakan dedaunan atau mengganjal perutnya dengan batu selama berhari-hari.

Dan ketika di akhirat nanti …
Saat setiap manusia sibuk dengan diri dan amalnya. Lelaki ini masih bingung mencari kekasihnya dengan berteriak,

“Ummati… Ummati… Ummati…”

Jadi, sudah tahukah kita siapa lelaki ini?
Lelaki yang amat mencintai kekasihnya…
Sampai terusir dari negerinya pun ia jalani…

MUHAMMADUN ‘ABDUHU WA RASULULLOHU SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM

Masih berpikir kalau jatuh cinta itu adalah kedipan mata atau senyum manis belaka?!
Jatuh cinta ngga seperti itu 🙏🙏🙏

Rindu kami padamu ya Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam.
😭😭😭😭😭

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Ungkapan hati

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Ungkapan hati

Alhamdulillah masih bisa menikmati indahnya kehidupan.

Jalan-jalan ke Kenya
Tetap saja makan roti
Ibadah hanya kepada-Nya
Niat bersih ikhlaskan hati

Bunga-bunga sangat indah
Sungguh indah ada lebah
Jangan mencampur amal ibadah
Dengan musyrik ataupun bid’ah

Jalan-jalan ke Kolaka
Sungguh kelak-kelok jalannya
Syariat Islam jalan kita
Hadits Nabi sebagai petunjuknya

Es ini sangat dingin
Jatuh ke bawah dekat tangga
Islam rahmatan lil ‘alamin
Menjadi berkah bagi semuanya

Banyak sekali orang kaya
Selalu mengajar asa
Jauhkan diri dari riya’
Ibadah ikhlas pada Yang Maha Esa

Kita hidup di Indonesia
Indonesia kaya raya
Jangan peduli ucapan manusia
Asal benar sesuai agama

Pergi ke Malaysia mampir di Kedah
Kayaknya sih salah arah
Banyak godaan dalam beribadah.
Tapi jangan pernah menyerah.

Hari ini sangat gerah
Perut juga sangat begah
Meski lelah jangan menyerah.
Hidup memang untuk ibadah.

Pergi ke pantai bersama
Pulangnya berdua.
Ibadah di dunia tiada lama.
Akan selesai saat ajal tiba.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Saling memaafkan

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Saling memaafkan

Pada suatu hari, Rasululloh Shalallahu ‘alaihiwassalam sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya : “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasululloh ?”
Rasululloh Shalallahu ‘alaihiwassalam menjawab : “Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Alloh Subhanahuwata’ala”.
Salah seorang mengadu kepada Alloh Ta’ala sambil berkata : ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
Alloh Subhanahuwata’ala berfirman : “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?”
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya”.

Sampai di sini, mata Rasululloh Shalallahu’alaihi wasallam berkaca-kaca. Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, beliau Rasululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda : “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”.

Rasululloh Shalallahu’alaihi wassalam melanjutkan kisahnya.
Lalu Alloh Ta’ala berkata kepada orang yang mengadu tadi : “Sekarang angkat kepalamu”.
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?
Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?”

Alloh Subhanahuwata’ala berfirman : “Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”.
Orang itu berkata : “Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?”
Alloh Ta’aa berfirman : “Engkau pun mampu membayar harganya”.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata : “Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?”
Alloh Ta’ala berfirman : “CARAya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku”.
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kini aku memaafkannya”.
Alloh Ta’ala berfirman : “Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu”.

Setelah menceritakan kisah itu, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam. berkata : “Bertakwalah kalian kepada Alloh dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan. Sesungguhnya Alloh mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”.
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Yang langka……

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Yang langka……

Yang langka itu…
Istri yg tunduk patuh pada suami.
Yg senantiasa berseri2 saat dipandang.
Yg ridha terdiam saat suami marah.
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara.
Tercantik di hadapan suami.
Terharum saat menemani suami beristirahat.
Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya.
Yang sadar bahwa ridha Alloh Ta’ala ada pd ridha suaminya.

Yang langka itu…
Suami yg mengerti bahwa istrinya bukan pembantu.
Sadar tak melulu ingin dilayani.
Malu jika menyuruh ini itu krn tau istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah.
Yg tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang krn sadar itulah resiko hadirnya amanah2 yg masi kecil.
Yg sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya.
Yg rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga krn rasa sayangnya thd istrinya yg kelelahan.

Yang langka itu…
Anak lelaki yg sadar bahwa ibunya yg paling berhak atas dirinya.
Yg mengutamakan memperhatikan urusan ibunya.
Yg lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak2nya.
Yg sadar bahwa surganya ada pd keridhaan ibunya.

Yang langka itu…
Orang tua yg sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya.
Yg selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tdk menyuruhnya kpd perkara munkar.
Yg sadar bahwa keridhaan Alloh Ta’ala bagi anaknya telah berpindah pd ridha suaminya.

Yang langka itu…
Seorang ibu yg meskipun tau surga berada di bawah telapak kakinya.
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tsb saat anaknya ada kelalaian thdnya.
Yg selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pd anak2nya adalah hasil didikannya yg salah selama ini.
Yg sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau doa keburukan maka malaikat akan mengijabah doanya.

Yang langka itu…
Anak yg senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dlm keheningan sepertiga malam terakhir.
Meskipun sehari hari dlm kesibukan rumah tangganya.
Dalam kesibukan usahanya.
Dalam kesibukan pekerjaannya.

Yang langka itu…
Orang orang yg saling memberikan uzur.
Yg saling memaklumi jika hal2 di atas lupa atau lalai dilakukan.
Sehingga saling memaafkan diantara mereka.
Maka rahmat Alloh Ta’ala berada diantara mereka.
Dan Alloh Ta’ala dgn kemurahanNya memaafkan kesalahan2 mereka.

Alhamdulillah hari jum’at hadir lagi, mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, do’a dan sodaqoh.

Mari kita jadikan diri ini, menjadi baiknya diri dan orang lain.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam bersama istrinya (2)

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam bersama istrinya (2)

Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan

Tatkala seorang suami marah kepada istrinya maka syaitan akan datang dan menghembuskan kedalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya tersebut. Syaitan berkata, “Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang sholehah, cantik lagi…, ayolah jangan ragu-ragu…”. Syaitan juga berkata, “Cobalah renungkan jika engkau hidup dengan wanita seperti ini…., bisa jadi di kemudian hari ia akan lebih membangkang kepadamu…”

Atau syaitan berkata, “Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu…atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu maka ia tidak akan berbuat demikian…”. Dan demikanlah bisikan demi bisikan dilancarkan syaitan kepada para suami. Yang bisikan-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istrinya yang banyak yang telah diterimanya. Jika sang suami telah melupakan kebaikan-kebaikan yang lain yang dimiliki isrinya maka sesungguhnya ia telah menyamai sifat para wanita yang suka melupakan kebaikan-kebaikan suaminya !!!.(diambil dari tulisan ustadz Firanda Andirja di websitenya)

5️⃣Rasululloh sholallohu ‘alahi wasallam tidak pernah memukul istrinya

“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul# istrinya meskipun hanya sekali”
(HR Nasa’i)

pukulan yang menciderai atau pukulan di wajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai di muka. Allahu a’lam

Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjana

6️⃣Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam Menghibur kesedihan istri

“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasululloh, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasululloh datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis”*
(HR Nasa’i)

Pelajaran yang diambil dari hadits ini adalah bahwa menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang disyariatkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati.

Demikianlah beberapa ulasan hadits mengenai cara Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam membahagiakan istrinya, semoga bermanfaat untuk mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta kasih.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam bersama istrinya

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam bersama istrinya

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam adalah teladan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Apa sajakah yang Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam lakukan untuk membahagiakan istrinya?
Mari kita simak pembahasan beberapa hadits berikut ini:

1️⃣Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam suka berbincang-bincang dengan istrinya di malam hari

“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasululloh berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma”
(HR Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga

Hadits ini juga menjadi dalil pengecualian atas sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa beliau tidak menyukai obrolan-obrolah yang terjadi selepas isya. Karena bercengkerama dengan istri adalah salah satu perkara yang bermanfaat. Bahkan termasuk ibadah.

2️⃣Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam suka membantu pekerjaan rumah tangga

“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?” “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya”. tutur Aisyah Radhiallahu anhaa”
(HR Bukhari)

Suami yang baik adalah lelaki yang tidak sungkan membantu istri menggarap pekerjaan rumah tangga. Bahkan bila suami adalah seorang tokoh masyarakat atau professional yang memiliki kesibukan luar biasa di luar rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bukanlah sesuatu yang merendahkan derajat suami

Istri akan semakin mencintai pasangannya apabila senantiasa mendapat bantuan dari suami dalam pengerjaan kewajiban-kewajibannya di rumah

3️⃣Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bertutur:
“Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku”
(HR Muslim)

Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan

4️⃣Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasalam tidak pernah membenci istrinya!

Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain”
(HR Muslim)

Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasululloh shallallahu ‘alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”

Suami yang paling sedikit mendapat taufiq dari Alloh Ta’ala dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan-kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya selalu di depan matanya.

B E R S A M B U N G…..

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Rasululloh ﷺ dengan Keluarga

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Rasululloh ﷺ dengan Keluarga

KETELADAN dalam berinteraksi dengan sanak keluarga dicontohkan dengan sangat baik oleh Rasululloh ﷺ. Dalam sejarah kehidupan beliau ﷺ, hubungan baik beliau bukan saja berhenti pada istri dan anaknya, bahkan kepada sanak keluarganya pun juga sangat perhatian. Pada contoh berikut, akan diungkap betapa paiawainya beliau dalam berinteraksi dengan sanak keluarga.

Saat Abu Thalib kesusahan karena memiliki anak banyak dengan kemampuan finansial yang memprihatinkan, beliau dengan Hamzah berinisiatif membantunya. Waktu itu nabi Muhammad ﷺ membantu pamannya mengurusi salah satu anaknya. Dibawalah Ali bin Abi Thalib ke rumahnya untuk diasuh supaya meringankan beban beban Abu Thalib.

Menariknya, ketika ikut bersama Nabi ﷺ , Ali deperlakukan seperti anaknya sendiri. Di rumah itu Ali sejak kecil bisa melihat keteladanan Rasululloh dalam bergaul. Tidak mengherankan jika kemudian Ali sangat berkesan dan terpengaruh dengan akhlak Nabi ﷺ. Kelak, ia menjadi yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Ini adalah salah satu bentuk bagaimana kepedulian Nabi ﷺ kepada sanak familinya yang perlu diteladani.

Lebih dari itu, sampai pada menjelang kematian pun, beliau ﷺ berusaha dengan keras membantu pamannya agar pengorbanan yang selama ini dilakukan tidak sia-sia. Meski pada akhirnya Abu Thalib mati dalam keadaan kafir. Beliau pun sempat memintakan ampun, sampai pada akhirnya beliau ditegur Alloh Ta’ala. Dialah yang memberi petunjuk, Muhammad ﷺ hanya bertugas sebagai penyampai.

Akibat dari kematian pamannya yang meninggal dalam kondisi musyrik pada tahun 10 kenabian, beliau ﷺ kesedihan luar biasa. Dalam Sirah Nabawiyah peristiwa itu biasa disebut dengan “Āmu al-Huzni” (Tahun Duka Cita) yang tiga bulan setelahnya disusul oleh isteri tercintanya: Khadijah binti Khuwailid.

Interaksi beliau ﷺ bukan saja kepada sanak keluarga dekat, di sisi lain beliau juga sangat peduli terhadap kerabat dan teman akrab istri. Setiap kali Rasululloh ﷺ menyembelih kambing, ia berkata: ‘Kirimkan sebagiannya kepada teman-teman Khadijah.’ (HR. Muslim). Padahal, Khadijah sudah meninggal dunia. Tapi, tetap saja Rasululloh ﷺ berbuat baik kepada kerabat dan teman akrabnya. Begitu pedulinya beliau kepada keluarga Khadijah, sampai-sampai ‘Aisyah pernah merasa cemburu dengannya.

Peristiwa menarik lain yang bisa diungkap di sini, selepas perang Badar, ada beberapa sanak keluarga nabi ﷺ (seperti: Abbas bin Abdil Muthalib, Abu Āsh bin Rabi), menjadi tawanan perang. Rasululloh ﷺ akhirnya bermusyawarah dengan Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar berpendapat lebih baik tawanan itu dibebaskan dengan tebusan, karena di antara mereka adalah masih saudara dan famili. Hal itu dilakukan dengan harapan Alloh ﷻ memberi petunjuk mereka pada Islam. Umar berpendapat lain. Menurutnya, orang seperti mereka harus dihabis. Rasululoh ﷺ pun lebih condong pada pendapat Abu bakar (Maqrezi, Imtāu al-Asmā, 344). Ini menunjukkan, bagaimana kepedulian nabi kepada kerabatnya.

Demikian juga pasca Perang Hunain (8 H), Kabilah Hawāzin ada yang menjadi tawanan. Saat Nabi Muhammad ﷺ tahu kalau di antara mereka ada saudari sesusunya (Syaimābinti Halimah As-Sadiyah), yang dilakukan nabi adalah: memuliakan, melepaskan, diberikan ghanimah, dan kembali ke kampungnya dengan gembira (An-Nimri, Al-Durar fī Ikhtiṣāri al-Maghāzi wa al-Siyar, 230-231). Bayangkan! Saudara sesusu saja diperlakukan dengan sangat baik oleh Rasululloh ﷺ.
Peristiwa lain yang bisa dicatat ialah ketika nabi ﷺ hendak keluar Mekah (pasca Umrah Qadhā, 6 H), beliau ﷺ dipanggil anak permpuan Hamzah bin Abdul Muthallib, “Paman, Paman.” (Terenyuhlah hati beliau). Berebutlah Ali, Jafar dan Zaid bin Haritsah untuk mengasuhnya. Rasulullohu ﷺ pun memutuskan agar ia diasuh oleh bibinya [saudara ibunya]
(Abu Hasa al-Nadawi, al-Sirah al-Nabawiah, 433).

Semua itu adalah contoh kecil bagaimana perhatian nabi ﷺ kepada sanak familinya. Sebagai Rasululloh ﷺ –yang akhlaqnya digambarkan Aisyah seperti al-Qur`an—interaksi dengan sanak keluarga telah dilakukan dengan sangat baik oleh beliau. Semoga, umat Islam bisa meneladaninya.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

Mendidik buah hati ala Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Mendidik buah hati ala Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam

Pada intinya, setiap orang tua ingin agar anak-anaknya memperoleh pendidikan yang lebih baik. Akan tetapi, pendidikan pada hakikatnya tidak hanya berlangsung di sekolah. Orang tua tetap berperan sentral dalam mendidik anak-anak. Hal inilah yang hendaknya tidak dilupakan.

Sebagai seorang Muslim, sudah sepantasnya untuk mengambil pelajaran dari kehidupan Rasululloh Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam. Segala segi kepribadian beliau dapat menjadi teladan. Termasuk dalam hal menjadi orang tua yang baik.

Merujuk buku ‘Mendidik Buah Hati Ala Rasulullah’ karya Azizah Hefni, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam memiliki tujuh orang anak. Enam di antara mereka lahir dari rahim Siti Khadijah. Putra pertama beliau bernama Qasim, yang meninggal dunia saat berusia dua tahun lantaran sakit. Tak lama setelah Qasim, lahirlah Abdullah. Namun, Abdullah juga wafat saat masih berusia balita.

Putri-putri Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam berjumlah empat orang. Mereka adalah Zainab, Rukayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Adapun dari istri beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yakni Maria Qibtiyah, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam memperoleh anak laki-laki bernama Ibrahim. Hanya saja, putranya itu wafat saat berusia belasan bulan.

Di antara cara Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dalam mendidik setiap buah hatinya ialah memperkenalkan tauhid sedari dini. Dengan begitu, di dalam diri mereka akan tumbuh sifat tunduk dan pasrah terhadap Alloh Ta’ala. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bahkan mengajarkan tauhid kepada anak-anaknya sebelum risalah kenabian datang kepadanya.

Setelah beliau diangkat menjadi utusan Allah, anak-anaknya pun kian patuh dan berbakti. Mereka memahami betul bahwa perintah ayahnya berasal dari wahyu Rabb. Sebagai contoh, ketika diperintahkan untuk hijrah mengikuti suaminya, Utsman bin Affan, ke Habasyah, Rukayyah menjalani dengan setulus hati dan kesabaran. Anak-anak Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam juga tegar saat menyertai dakwah Islam yang penuh rintangan selama di Makkah pada masa pra-hijrah ke Yastrib (Madinah). Mental yang kuat itu ditunjang oleh keyakinan tauhid yang mengakar di dalam sanubari mereka.

Setelah menanamkan jiwa tauhid, hal berikutnya adalah melibatkan anak-anak dalam kajian keilmuan agama. Saat sudah hijrah ke Madinah, Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial kaum Muslimin. Di sanalah beliau menyelenggarakan shalat, majelis ilmu, dan perbagai kegiatan lainnya terkait maslahat umat. Majelis Rasululloh sholallahu ‘alaihi wasallam terbuka bagi siapapun, termasuk kaum perempuan. Putri-putri Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam sering mengikuti kajian yang diselenggarakan di Masjid Nabawi.

Membiasakan anak-anak menghadiri kajian ilmu tentu mensyaratkan adanya kecintaan dari diri orang tua sendiri terhadap thalab al-‘ilm. Jangan sampai orang tua enggan meluangkan waktu untuk mengajak seluruh anggota keluarga menyimak kajian-kajian agama.

Salah satu bentuk pendidikan bagi anak-anak adalah teguran. Ketika mereka berbuat kesalahan, orang tua mesti mengingatkannya dengan cara-cara yang baik. Sebagai contoh, ketika Rasululloh sholallahu ‘alaihi wasallam melihat putrinya, Fatimah, mengenakan kalung emas. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam menyiratkan rasa tidak suka di wajahnya. Fatimah yang menyadari hal itu segera pamit, untuk kemudian menjual kalung emas itu. Uang hasil dari penjualan dibelikannya seorang budak, tetapi hanya untuk dimerdekakan. Begitu kembali kepada sang ayah, Fatimah menjelaskan keadaannya sekarang. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam menunjukkan raut wajah gembira.

Tampak bahwa Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengoreksi perilaku anaknya tanpa perlu berkata kasar, marah-marah, apalagi sampai menggunakan kekerasan fisik. Di sisi lain, Fatimah sebagai anaknya juga memiliki kepekaan terhadap suasana hati orang tuanya. Mengapa bisa demikian? Menurut Azizah Hefni, Fatimah sejak kecil dididik oleh ayahnya untuk bersikap patut. Seorang anak hendaknya sejak dini dibimbing untuk memilah dan memilih perbuatan yang baik, bermanfaat, dan adil. Bila seorang anak sudah terbiasa memiliki rasa malu untuk berbuat salah, maka harapannya di tengah masyarakat nanti dia akan enggan melakukan segala hal yang bertentangan dengan norma-norma.

Pada akhirnya, kasih sayang dapat menjadi cara efektif untuk mendidik anak. Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam mencontohkannya. Beliau mengucapkan salam terlebih dulu saat lewat di hadapan anak-anak. Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bahkan ikut bermain, berbagi makanan, mencium, dan menggendong anak-anak.

Dikisahkan oleh Ibnu Umar, sebagaimana riwayat Bukhari, Rasulullah sholallohu ‘alaihi wasallam sedang bersama sekelompok orang dewasa. Di tempat yang sama, ada juga Ibnu Umar yang kala itu masih anak-anak. Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam lantas mengajak mereka, termasuk Ibnu Umar, untuk bermain tebak-tebakan.

Rasulullohu sholallohu ‘alaihi wasallam tidak pernah membiarkan anak-anak terabaikan. Karena itu, beliau membolehkan jamaah untuk mengajak anak-anak hadir dalam majelis atau perayaan yang dibolehkan syariat.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

9 JURUS SABAR DARI RASULULLOH sholallohu ‘alaihi wasallam (2)

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
9 JURUS SABAR DARI RASULULLOH sholallohu ‘alaihi wasallam (2)

5️⃣Yakinlah bahwa kesabaranmu akan membuahkan pahala surga.

Anas bin Malik ra meriwayatkan,”
Aku mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Alloh berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya’.”
(HR. Bukhari)

6️⃣Jadikan kisah para nabi sebagai teladan.
Sabar merupakan sifat yang dimiliki oleh para nabi.

Abdullan bin Mas’ud menuturkan,
”Seakan-akan aku memandang Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata,
‘Ya Alloh ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”
(HR. Bukhari).

Alloh Ta’ala berfirman,
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
(QS Al-Ahqaf: 35)

7️⃣Kuasailah dirimu sendiri.
Ingatlah bahwa kesabaran merupakan ciri orang yang kuat.

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.”
(HR. Bukhari).

Alloh Ta’ala berfirman,
“…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”
(QS Al-Baqarah: 177)

8️⃣Hapuslah dosamu dengan kesabaranmu.

Ingatlah bahwa musibah, penderitaan dan cobaan yang engkau terima adalah cara Alloh Ta’ala untuk menyucikan dirimu.

Kesabaran juga dapat menghapuskan dosa yang pernah kita miliki.

Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullan sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tidaklah seorang Muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.”
(HR. Bukhari & Muslim)

9️⃣Janganlah berputus asa.
Harapan itu selalu ada hingga kematian tiba.

Maka, kuatkan jiwamu dengan berdoa dan shalatmu.
Karena doa adalah senjata paling dahsyat yang telah diwasiatkan Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam baik orang yang beriman.

Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya.
Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa,
‘Ya Alloh, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.”
(HR. Bukhari Muslim).

Alloh Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.”
(QS Al-Baqarah [2]: 153)

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

9 JURUS SABAR DARI RASULULLOH sholallohu ‘alaihi wasallam (1)

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
9 JURUS SABAR DARI RASULULLOH sholallohu ‘alaihi wasallam (1)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi mencantumkan 29 hadits yang memuat tentang kesabaran.

Ilmu sabar yang diajarkan oleh Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam begitu banyak, baik yang dicontohkan melalui perkataan, perbuatan ataupun keputusan-keputusan beliau.

Kita juga menjumpai 103 kali kata “sabar” disebut Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim (kata sifat) maupun fi’il nya (kata kerja).

Sabar merupakan bagian dari maqam tasawuf yang harus diamalkan bagi seorang selalu berusaha mencari ridha Alloh Ta’ala.

Hanya kekasih-kekasih Alloh-lah yang memiliki sifat sabar dalam dirinya.

1️⃣Tangkaplah cahaya Ilahi dengan kesabaran.
Kesabaran bagi diri manusia merupakan “dhiya’” (cahaya yang amat terang).
Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan hidup di dunia.

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengungkapkan,
“…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…”
(HR. Muslim) .

2️⃣Melatih kesabaran dalam jiwa secara terus menerus, sehingga menjadi kebiasaan.
Dan, yakinlah bahwa Alloh Ta’ala selalu bersamamu.

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam pernah menggambarkan:
“…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Alloh akan menjadikannya seorang yang sabar…”
(HR. Bukhari).

Alloh Ta’ala berfirman,
“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Alloh itu beserta orang-orang yang sabar.”
(QS Al-Anfal: 46)

3️⃣Mintalah kepada Alloh Ta’ala agar Dia memberi kesabaran.
Kesabaran merupakan anugerah Alloh Ta’ala yang paling baik.
Jadi, engkau harus meminta kepada-Nya.
Tanpa anugerah-Nya, engkau tak pernah bisa bersabar dalam arti yang sesungguhnya.

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda,
“…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.”
(Muttafaqun Alaih)

4️⃣Jadikan sifat sabar sebagai indentitas keimanan dan keislamanmu.

Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin yang dicintai Alloh Ta’ala.

Ajaklah kalbumu untuk meneguhkan keimanan bahwa kesabaran adalah harga mati kekuatan iman dalam dirimu.

Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda,
“Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik.
Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya.
Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.”
(HR. Muslim).

Alloh Ta’ala berfirman,
“Dan Alloh mencintai orang-orang yang sabar.”
(QS Ali Imran: 146)

BERSAMBUNG……

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍