• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

Tiga Musibah

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Tiga Musibah

Pada dasarnya ada tiga musibah setiap hari yang menimpa kita

Tetapi sayangnya… sebagian besar kita tidak menyadari, bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil HIKMAH NYA

1⃣ Musibah Pertama
Setiap hari jatah usia kita terus berkurang, tapi berkurangnya usia ini lepas lepas dari perhatian kita.

Sementara itu…….
Ketika HARTA yang berkurang….
Perhatian kita sangatlah luar biasa, padahal HARTA yang HILANG bisa di ganti,

Sementara UMUR yang HILANG tidak akan ada gantinya

2⃣ MUSIBAH Kedua
Setiap hari kita hidup dengan rezeki dari Alloh Ta’aa, Sementara kita lalai dan lalai, bahwa setiap Rezeki yang ada kelak akan di hisab olehnya

Apabila Rezeki itu HALAL, kelak akan di tanya …..
Sudahkah kita mensyukuri nya?

Apabila Rezeki itu haram, maka Alloh Ta’ala kelak akan mengadzab kita

3⃣ Musibah Ketiga
Setiap hari kita melangkah mendekati AKHIRAT,
Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi DUNIA

Tetapi… perhatian kita terhadap AKHIRAT yang kekal, tidak sebesar perhatian kita terhadap DUNIA yang FANA ini

Sebanyak apapun HARTA DUNIA terkumpul,
Atau sebanyak apapun pengharga’an dan jabatan di raih, semua tak seindah kenikmatan yang menjadi impian

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Sang Gula

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Sang Gula

Beliau bernama Imam Muhammad bin Maimun Abu Hamzah, sang gula.
Mengapa beliau dijuluki dengan “sang gula”??

Mari kita simak keterangan Imam Adz Dzahabi:
“Beliau bukanlah seorang penjual gula, akan tetapi dinamakan as sukkari (sang gula) karena manisnya tutur kata beliau.”
(Siyar A’laamin Nubalaa’ 7/386)

Benar memang, saat telinga ini disapa dengan rangkaian kata yang penuh dengan kesantunan dan kelembutan, maka akan terasa manis di dalam jiwa, rasa yang lebih manis dari gula dan madu.
Bukankah sesendok gula yang disajikan dengan umpatan dan cacian akan terasa pahit di dalam hati?!

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kata-kata yang baik adalah sebuah sedekah.”
(HR.Bukhari dan Muslim)

Rasanya tidak berkelebihan jika kita berharap lahirnya “sang gula – sang gula” berikutnya untuk menghiasi layar kehidupan keluarga, pergaulan dan dunia Sosmed

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤️👍

Jangan berputus asa

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Jangan berputus asa

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati, hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Sebagai org yg beriman dilarang kita berputus asa, sebagaiman firman Alloh Ta’ala:
“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh, melainkan kaum yang kafir.”
(QS. Yusuf : 87)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Tergantung siapa melihat kita

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Tergantung siapa melihat kita

Seorang Anak Muda sedang membersihkan aquarium Paman nya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub.
Tak sadar Pamannya sudah berada di belakangnya.
“Kamu tahu berapa harga ikan itu?”. Tanya sang Paman.

“Tidak tahu”. Jawab si Anak Muda.

“Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!”. Perintah sang Paman.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Paman. .
“Ditawar berapa ?” tanya sang Paman. .
“50.000 Rupiah Paman”. Jawab si Anak Muda dengan mantap.

“Coba kau tawarkan ke toko ikan hias!!”. Perintah sang Paman lagi.

“Baiklah Paman”. Jawab si Anak Muda. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias.

“Berapa ia tawar ikan itu?”. Tanya sang Paman.

“800.000 Rupiah Paman”. Jawab si Anak Muda dengan gembira, ia mengira sang Paman akan melepas ikan itu.

“Sekarang coba kau tawarkan ke Juragan Joni Rahman, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan ini sudah pernah ikut lomba”. Perintah sang Paman lagi.

“Baik Paman”. Jawab si Anak Muda. Kemudian ia pergi menemui Pak Joni yang dikatakan Pamannya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang Paman.

“Berapa ia menawar ikannya?”.

“50 juta Rupiah Paman”.

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbeda-beda.

“Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat”.

“Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita”

“Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita”

“Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita”

“Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita”

“Kita adalah orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita”

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing terhadap kita, maka tak usahlah bersusah payah supaya kelihatan baik dimata orang.

Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keihklasan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Wanita dan Biskuit

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Wanita dan Biskuit

Seorang wanita muda duduk sendirian di ruang tunggu sebuah pelabuhan udara. Karena dia harus menunggu lama, maka diambilnya TABLETS dan sebungkus kue kering. Diletakkanya kue kering tersebut dibangku sebelahnya sementara dibangku sebelahnya lagi duduk seorang pria yang sedang membaca Koran.

Saat dia mengambil sebuah biscuit dari dalam kantong, ternyata lelaki yang membaca Koran tersebut melakukan hal yang sama yaitu mengambil sebuah biscuit dari dalam kantong biscuit miliknya.

Sang wanita merasa geram namun tak berani mengeluarkan sepatah katapun dan tetap serius dengan TABLET nya namun dalam hatinya dia bergumam, “Sialan nih orang. Kalau saya Cowok sudah selesai ini orang”

Setiap kali si wanita mengambil biscuit, sang lelaki pun melakukan hal yang sama sampai yang tersisa hanya satu biscuit di dalam kantong. Si wanita menunggu reaksi si lelaki hingga akhirnya si lelaki ternyata tetap mengambil satu biscuit yang ada didalam kantong dan memakan hanya setengahnya sedangkan setengah yang lain dia bagi dengan si wanita.

Merasa dilecehkan, akhirnya si wanita pergi dan mencari tempat duduk yang lain sambil memasukkan TABLETnya kedalam tas. Setelah si wanita mendapatkan tempat duduknya yang baru, si wanita mulai membuka tas dengan maksud hendak mengambil TABLETnya namun apa yang membuat si wanita terkejut? Ternyata biscuit yang dia beli masih utuh tersimpan didalam tasnya.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dalam cerita ini?

Mungkin tak terhitung dan entah sudah berapa kali dalam hidup kita selalu CURIGA dan TERLALU CEPAT MENILAI orang-orang yang ada disekeliling kita. Entah sudah berapa kali pula tanpa kita sadari telah memakan biscuit orang lain. Jadi sebelum CURIGA dan MENGAMBIL KESIMPULAN terlalu cepat.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”
[QS.Al-Hujurat : 12]

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Alloh Ta’ala Yang Maha Mulia

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi

Alloh Ta’ala Yang Maha Mulia

Ada seorang Majusi yang ingin diundang makan malam oleh Nabi AIbrahim AI Khalil Sebelum menerima, beliau mengajukan syarat, “Jika kamu tunduk kepada Alloh Ta’ala, aku mau mengundangmu sebagai tamuku” Karena tidak setuju dengan syarat itu, orang itu pun pergi

Tidak lama kemudian Alloh Ta’ala berfirman, “Hai Ibrahim, engkau tidak mau memberi makan orang ini sampai dia meninggalkan agamanya! Aku telah memberinya makan selama puluhan tahun meski dia tidak beriman. Andaikan kamu memberinya makanan malam ini dan tidak menyerangnya, apakah kamu akan rugi?”

Setelah turun wahyu itu, Nabi Ibrahim.AS mencari si Majudi dan mengundangnya makan malam Orang itu kemudian menanyakan mengapa Ibrahim berubah pikiran. Beliau pun menceritakan apa yang terjadi. Dengan penuh takjub orang ateis itu berkata, “Jika Tuhanmu begitu dermawan kepadaku, terimalah aku ke dalam agamamu!”
(Dinukil dari Jamharatul Auliya’, As-Sayyid Mahmud Abul Faidh Al Husaini)

“Ada empat hal yang dapat mengangkat seseorang kepada derajat tertinggi walaupun amal dan ibadahnya sedikit, yaitu sifat penyantun, rendah hati, pemurah, dan budi pekerti yang baik.”
(Abul Qasim Al-Junaid)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber :
Buku Asmaul Husna untuk Hidup Penuh Makna

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Teguran Anak Kecil

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Teguran Anak Kecil

Amirul Mukminin, Umar bin Abd. Aziz, berniat istirahat sejenak setelah tenaganya terkuras krn banyaknya kesibukan pasca wafatnya khalifah sebelumnya.

Tiba2 datanglah putra beliau yg bernama Abd. Malik yg masih berusia 17 tahun. Dia berkata, “Apa yg ingin Anda lakukan, wahai Amirul Mukminin?”
Umar bin Abd. Aziz, “Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata sejenak krn sdh tdk ada lagi tenaga yg tersisa.”
Abd. Malik, “Apakah Anda akan tidur sebelum mengembalikan hak orang2 yg didzalimi, wahai Amirul Mukminin?”
Umar, “Wahai anakku, aku telah begadang semalaman utk mengurus pemakaman pamanmu, Sulaiman. Nanti, jk telah datang waktu dzuhur, aku akan sholat bersama manusia dan aku akan kembalikan hak orang2 yg didzalimi kpd pemiliknya, insya Allah.”
Abd. Malik, “Siapa yg menjamin bahwa Anda masih hidup hingga datang waktu dzuhur, wahai Amirul Mukminin?”

Kata2 itu telah menggugah semangat Umar. Hilanglah rasa kantuknya. Kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasad yg telah lelah.

Beliau berkata, “Mendekatlah engkau, Nak!” Lalu, beliau merangkul dan mencium keningnya dan berkata, “Mahasuci Alloh yg telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yg dapat membantu melaksanakan agamaku.”

Saudara & sahabatku……,
Hari jum’at telah datang, mari semangat beribadah, membacs srt al kahfi, perbanyak istighfar, sholawat, berdoa, bersedekah, jangan menyakiti siapapun, senantiasa berbuat positif (dalam tutur kata, berfikir & berbuat), mandi dan memakai wewangian menuju Masjid.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Masih Tentang Bulan Sya’ban

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Masih Tentang Bulan Sya’ban

Bulan ini disebut Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam sebagai:

Bulan yang dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, Bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul ‘alamin

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan tentang amal di waktu lalainya manusia,

“Ibadah di waktu-waktu lalai mempunyai keutamaan di bandingkan waktu yang lain.”

Jadi, Bulan Sya’ban ini mempunyai dua keistimewaan: bulan dilalaikan dan bulan diangkatnya amal. Pada kedua hal tersebut, beramal mempunyai nilai baik. Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam juga menyampaikan bahwa beliau ingin dicatat seorang yang berpuasa saat pengangkatan amal.

Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha berkata,

“Dan aku tidak melihat Rasululloh shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan puasa satu bulan kecuali Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau puasa paling banyak dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu banyaknya hari-hari di Sya’ban yang dipuasai Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam dengan puasa-puasa sunnah, hingga dalam riwayat lain Aisyah mengatakan bahwa Nabi puasa satu bulan penuh.

Yang dimaksud oleh Aisyah adalah puasa hampir satu bulan penuh.

Jika tidak, jangan lewatkan puasa pertengahan Sya’ban (Al Ayyam Al Bidh)

Dari Imron bin Hushain radhiallahu anhu, bahwasanya Rasululloh shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya atau kepada yang lainnya: Apakah kamu puasa Surar Sya’ban? Dia menjawab: Tidak. Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika kamu berbuka, maka puasalah dua hari.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kata Surar/Sarar Sya’ban, para ulama berbeda pendapat apakah awal, pertengahan atau akhir bulan tersebut. An Nawawi menjelaskan hal ini dalam Al Minhaj.

Pendapat yang kuat adalah: pertengahan dan akhir bulan.

Jika maksudnya adalah pertengahan, maka yang dimaksud adalah puasa al ayyam al bidh. Dan jika yang dimaksud adalah akhir bulan, maka yang dimaksud adalah bagi mereka yang biasa berpuasa sunnah, diizinkan untuk puasa di akhir Sya’ban.

Sya’ban adalah bulan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk kita isi dengan banyak berpuasa. Jika tidak mampu berpuasa banyak, maka puasalah pada pertengahannya (13, 14, 15) Sya’ban.

Bersihkan kemusyrikan & saling memaafkan.

Dari Abu Musa, dari Rasululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya Alloh memeriksa (hamba) di malam pertengahan Sya’ban. Dia mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang yang musyrik atau bertikai.”
(HR. Ibnu Majah)

Ini satu-satunya hadits yang bisa dijadikan landasan untuk keutamaan malam nisfu Sya’ban.

Alloh Ta’ala menurunkan ampunan bagi seluruh orang hamba beriman. Tidak ada amal tertentu yang diperintahkan untuk dilakukan pada malam tersebut. Ini adalah ampunan yang diturunkan Alloh Ta’ala begitu saja, sebagai bukti Maha Pengampunnya Alloh Ta’ala.

Hanya saja, kita harus membersihkan dari dua hal: Kemusyrikan dan Pertengkaran. Jika salah satunya atau keduanya masih ada dalam diri kita, maka ampunan itu akan terlewatkan.

Jadi, budaya meminta maaf menjelang Ramadhan, lebih bagus jika dilaksanakan sebelum pertengahan Sya’ban.

Batas akhir membayar hutang Ramadhan yang lalu.

Bagi yang mempunyai hutang di Ramadhan sebelumnya, diberi keluangan waktu untuk membayarnya hingga bulan Sya’ban tahun berikutnya.

Hal ini dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha,
Aisyah radhiallahu anha berkata,
“Saya mempunyai hutang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu menggantinya kecuali pada Bulan Sya’ban dikarenakan kesibukanku (melayani) Rasululloh shallallahu alaihi wasallam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, semboyan orang beriman di Bulan Sya’ban: Berlatih dan Memperbanyak amal.

Jika dua bulan; Rajab dan Sya’ban kita siapkan sebaik mungkin, maka Ramadhan akan menjadi sangat istimewa.

Karena Ramadhan adalah gabungan antara meninggalkan dosa dan hal-hal yang membatalkan Ramadhan dan melakukan amal sebanyak-banyaknya.

Rajab mengajarkan separo yang pertama, sementara Sya’ban mengajarkan separo yang kedua.

Kesimpulan: Apa yang harus dilakukan bagi kita dan keluarga kita untuk menyiapkan diri menghadapi Ramadhan?

Persiapkan ilmu!

Sya’ban: Bulan melatih diri untuk beramal sebanyak mungkin.

Banyak berpuasa di Bulan Sya’ban. Jika tidak mampu berpuasa banyak di Sya’ban, maka puasalah pada al ayyam al bidh (13, 14, 15) Bulan Sya’ban.

Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan kemusyrikan telah bersih.

Sebelum pertengahan Sya’ban pastikan telah terlerai pertengkaran.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Lunasi Hutang Puasa Sebelum Ramadhan

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Lunasi Hutang Puasa Sebelum Ramadhan

Saudara dan Sahabatku…..
bagi kita yang memiliki hutang puasa segeralah lunasi hutang puasa karena bulan ini adalah kesempatan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Jangan sampai kita memasuki bulan Ramadhan tapi masih punya hutang puasa Ramadhan tahun lalu.

Para ulama menjelaskan wajibnya bagi orang yang memiliki hutang puasa ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang ramadhan berikutnya.

Hal ini berdasarkan keterangan Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha. Beliau berkata,

“Dulu saya pernah memiliki utang puasa ramadhan. Namun saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan sya’ban.”
(HR. Bukhari 1950 dan Muslim 1146)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahulloh mengatakan,

“Disimpulkan dari semangatnya ‘Aisyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan hingga masuk ramadhan berikutnya”
(Fathul Bari, 4/191)

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

Beribadah di Bulan Sya’ban

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Beribadah di Bulan Sya’ban

Saat ini kita berada di permulaan bulan Sya’ban. Satu bulan sebelum tibanya bulan suci Ramadhan. Kesempatan untuk bersiap-siap, agar Ramadhan ini lebih bermakna.

Abu Bakar al Balkhi rahimahullah mengatakan,
“Bulan Rajab adalah bulan Menanam, Bulan Sya’ban adalah bulan untuk mengairi tananam, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan Memanen (pahala).”

Kita tak bisa bayangkan bagaimana khawatirnya seseorang saat besok sudah mulai Ujian Akhir Sekolah atau Ujian Akhir Semester (UAS) namun diri sama sekali belum siap. Bayangan-banyangan menakutkan menghantui, wajah pucat, tak bisa tidur, gelisah dll. Khawatir tidak lulus, khawatir mendapat nilai raport merah. Raport merah di bulan Ramadhan, lebih menakutkan dan lebih layak dikhawatirkan. Nabi ﷺ pernah mengingatkan,
“Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan hingga berlalu tanpa diampuni dosanya. Dan celaka pula sesorang yang mendapati kedua orang tuanya (masih dalam keadaan hidup) tetapi tidak menjadikannya masuk ke dalam surga.”
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan diri matang-matang sebelum berjumpa ramadhan.

Perbanyak Ibadah di Bulan Sya’ban
Ramadhan bukan lagi saatnya pemanasan merenggangkan otot.Tapi waktunya bertarung mencapai kemenangan. Sya’banlah kesempatan menyiapkan bekal untuk bertempur. Agar kita sukses di ramadhan ini. Siap-siap ilmu, siap-siap membiasakan diri untuk giat ibadah. Begitu berjumpa ramadhan, ilmu siap, ibadahpun sudah terbiasa giat.

Nabi mengingatkan kita untuk mengisi Sya’ban dengan banyak ibadah.

Dari Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi, “Ya Rasululloh, aku tidak melihat engkau sering berpuasa dalam satu bulan kecuali di bulan Sya’ban?”

Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan. Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Sya’ban menjadi bulan yang dilalaikan, karena diapit dua bulan yang mulia, Rojab yang termasuk empat bulan suci (bulan haram), dan Ramadhan.Ternyata, kondisi ini justeru menjadikan bulan Sya’ban bulan yang istimewa. Dimana beribadah di bulan ini, bernilai sangat istimewa. Karena untuk bisa tetap semangat di waktu-waktu yang terabaikan, butuh perjuangan besar. Sehingga pahalanya pun besar.

Imam Ibnu Rojab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan,
Hadis ini dalil anjuran mengisi waktu yang sering diabaikan dengan amalan ibadah.
Dan mengisi waktu yang diabaikan dengan aktivitas ibadah adalah dicintai oleh Alloh ‘azza wajalla. Sebagaimana dilakukan oleh para ulama salaf dahulu, mereka mengisi antara Maghrib dan Isya dengan sholat sunah. Ketika ditanya alasan mereka menjawab, “Ini adalah waktu yang sering diabaikan manusia.”
(Latho-iful Ma’arif hal. 251)

Dalil lainnya yang menunjukkan keutamaan ibadah di waktu yang dilalaikan, adalah hadis tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Alloh Ta’ala di hari kiamat, diantaranya adalah,
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah…
(HR. Bukhori)

Masa muda adalah masa yang panjang, sehingga seringkali dilalaikan untuk ibadah. Oleh karenanya Allah memberikan pahala istimewa untuk mereka yang berhasil berjuang mengisi masa mudanya untuk beribadah.

Maka Sya’ban, adalah bulan ibadah, yang ibadah di bulan ini juga berfungsi melatih diri untuk giat beribadah sebelum bertemu ramadhan.

Latihan Puasa Di Bulan Sya’ban
Seperti yang diceritakan dalam hadis dari sahabat Usamah bin Zaid di atas, Nabi ﷺ banyak mengisi hari-hari di bulan Sya’ban dengan puasa. Yang tujuannya adalah, karena pada bulan ini amalan tahunan diangkat untuk dilaporkan kepada Alloh Ta’ala.

Alasan lain adalah, untuk membiasakan diri puasa, sehingga begitu berjumpa Ramadhan, seorang dapat melakukan puasa secara sempurna sejak hari pertama. Karena dia sudah terlatih sejak jauh hari.

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan,

Ada ulama yang berpandangan, bahwa puasa Nabi ﷺ di bulan Sya’ban, bertujuan untuk latihan sebelum menjalani puasa ramadhan. Supaya berjumpa ramadhan tidak dengan rasa berat. Dia telah berlatih puasa dan dia telah merasakan kelezatan dan manisnya puasa Sya’ban di hatinya. Sehingga memasuki Ramadhan dengan penuh kekuatan dan semangat. (Dikutip dari: Nida’ ar Royyan 1/479)

Puasa hanyalah salah satu dari berbagai kegiatan ibadah yang mewarnai bulan suci Ramadhan.
Ada ibadah-ibadah lain yang diperintahkan untuk giat dikerjakan di bulan yang berkah itu, juga patut kita persiapkan. Seperti sedekah, qiyamul lail, tadarus Al Qur’an dll. Sehingga begitu berjumpa ramadhan, kita sudah ringan sedekah, ringan qiyamullail, ringan baca Qur’an. Karena sudah terbiasa.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”
(QS. Al-Baqarah : 197).

Sampai-sampai para Salafussholih dahulu mengatakan,
Bulan Sya’ban adalah bulan membaca Al Qur’an

Habib bin Abi Tsabit rahimahullah, jika memasuki bulan Sya’ban beliau berkata
Ini adalah bulan membaca Al Qur’an

Imam Amr bin Qais rahimahullah bila memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup toko beliau (cuti dagang), kemudian beliau banyak mengisi hari-hari beliau dengan membaca Al-Qur’an.

Wallahua’lam bis showab.

Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍