• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sejenak Pagi

W A K T U

🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅🌅
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
WAKTU

WAKTU adalah ANUGERAH yg TAK terNILAI.
WAKTU adalah KESEMPATAN yg akan BERAKHIR.

🔹Matahari yg terbenam pasti akan terbit kembali

🔹Air laut yg surut pasti akan pasang kembali.

🔹Ranting yg patah pasti bisa bersemi kembali.

🔹Tetapi WAKTU yang berlalu pasti tdk dpt diulang kembali.

Waktu lebih berharga dari pada uang, karena
🔸Waktu tak dpt dibeli
🔸Waktu tak dpt diulang
🔸Waktu tak dpt dicegah
🔸Waktu tak dpt ditimbun

Jadi HARGAILAH setiap detik yang kita miliki sekarang dengan menabur yg BENAR dan bermanfaat.
Karena jika ESOK tiba.
Maka hari ini bukan hanya menjadi kenangan indah, tetapi hari esok menjadi masa untuk kita menuai kebahagiaan, insyaAlloh.
Jangan Menyerah, tatap hari esok dengan semangat untuk mewujudkan Hari ini, salam sukses luar biasa untuk insan yang terus mengejar IMPIAN, berharap dan pasrah total kpd Alloh Ta’ala.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

HIDUP ADALAH BELAJAR

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Hidup adalah BELAJAR*

BELAJAR bersyukur mesti tak cukup,
BELAJAR ikhlas meski tak rela,
BELAJAR taat meski berat,
BELAJAR memahami meski tak sehati,
BELAJAR bersabar meski terbebani,
BELAJAR setia meski tergoda,
BELAJAR menerima meski tak suka,

BELAJAR dan terus BELAJAR!
Tidak ada kata lain, Temukan hikmah di setiap kejadian.
Tidak ada kejadian yg kebetulan.
Untuk itu mari kita syukuri apapun itu.
Bersama Alloh semua akan terselesaikan.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”
(QS.  Al Alaq 96:1)

Alhamdulillah hari jum’at di bulan Rajab,  mari membaca al kahfi,  memperbanyak istighfar,  sholawat, doa dan sodaqoh.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

APAKAH KAMU INGIN….?

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*_APAKAH KAMU INGIN….?_*

_Apakah kamu ingin menjadi seperti butir-butir debu teramat ringan atau buih-buih samudera teramat lemah atau anai-anai putih teramat liar yang terombang-ambing oleh kekuatan angin dan air!? Seketika gelombang dan hembusan antarkan kamu pada keentahan; hingga tengah hidupmu adalah lemah dan akhir hayatmu adalah entah.._

_Apakah kamu ingin menjadi seperti lilin_ _berpijar terangi sekitar yang kelam ditelan gelap;_ _sementara perihnya kulitmu terlumer oleh api!?_
_Tiap berjalan waktu: kian waktu kian banyak tangisanmu. Lalu tangisnmu membeku tak berarti dan alangkah cepat tamat kamu punya riwayat. Sungguhpun sedih ku melihatmu: berguna untuk orang lain, hancur luluh sendiri.._

_Apakah kamu hendak menjadi seperti sendal menopang diri manusia berdiri berjalan berlari!?_ _Kau terinjak tersakiti sementara pemakaimu teramankan dari panasnya aspal, kasarnya tanah dan kotornya muka bumi. Lalu kau pun menjerit ketika perutmu terantup kerikil tajam, atau teriakmu histeris sakit ketika mu tertusuk duri atau paku. Dan ketika warnamu telah pudar atau anggota tubuhmu telah cacat, kau akan dibuang.._

_Apakah kamu hendak menjadi yang terbaik bagi orang lain namun terburuk bagi diri sendiri..?_

*_BERAMALLAH SELAGI MAMPU DAN SEMPAT…_*

_Beramallah selagi mampu dan ada kesempatan, sekecil apapun ia.._

DENGAN SYARAT:
*Ikhlas karena Alloh Ta’ala* dan *sesuai dengan syariat.*

*Ikhlas*, yaitu menyendirikan tujuan hanya demi mengharap ridha Alloh Ta’ala.
Jika ketulusan itu bercabang, demi kebaikan umat/orang lain atau keridhoan makhluk, maka jangan sampai jadikan cabang kecil ini menjadi besar hingga sederajat dengan keikhlasan untuk Alloh Ta’ala, atau bahkan mengunggulinya. Berusaha menjauhi riya, sum’ah, ujub dan takabbur adalah bentuk mujahadah dalam beramal, dan tentu terganjar baginya pahala.

*Sesuai dengan tuntunan syariat* Yaitu, selaras dengan yang termaktub di Al-Qur’an-Sunnah, tersuar dari Ijma Ulama, atau sejoli dengan kias yang sehat. Jika tak terbetik dari keempatnya, setidaknya: ‘tidak-menyelisihi’ atau ‘tidak-melanggar’ keempatnya.

*_Takkan Tersiakan…_*

_Perlu juga kita hadirkan ayat ini untuk memotivasi hamba Alloh agar tak lepas tiap nafasnya untuk beramal, sekecil apapun ia, meski sekedar mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ atau sekedar menitip mekaran senyum di pandangan saudaranya demi menciptakan kelembutan hati dan persaudaraan:_

_“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik.”_ [Q.S. Al-Kahfi: 30]

_Jadi, selama amalan kecil maupun besar itu terdasar di atas pondasi keikhlasan dan tersangga dengan tiang kebaikan, maka insya Alloh takkan tersiakan dan tercatat sebagai bekal menuju kebahagiaan akhirat.._

🌹 _Kita pinta selalu dan memohon pada Alloh Sang Pengampun [Al-Ghafuur] tuk mengampuni kaum muslimin secara keseluruhan; agar kita semua dikumpulkan nanti bersama dan selamat dari api neraka.._

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Hidup Positif Itu…..

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Hidup positif itu….*

*Hidup positif itu*….
▫Membina, bukan menghina.
▫Mendidik, bukan ‘membidik’
▫Mengobati, bukan melukai.
▫Mengukuhkan bukan meruntuhkan.
▫saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

*Hidup positif itu…*
▫Mengajak, bukan mengejek.
▫Menyejukkan, bukan memojokkan.
▫Mengajar, bukan menghajar.
▫Saling belajar, bukan saling bertengkar.
▫Menasehati, bukan mencaci maki
▫Merangkul, bukan memukul.
▫Mengajak bersabar, bukan mengajak saling mencakar.

*Hidup positif itu.*..
▫Argumentative, bukan provokatif.
▫Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
▫Realistis, bukan fantastis.
▫Mencerdaskan, bukan membodohkan.
▫Menawarkan solusi, bukan mengintimidasi.
▫Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.
▫Mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.

*Hidup positif itu..*.
▫Suka berhikmat, bukan mahir mengumpat.
▫Menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan.
▫Menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari² aib dan menyebarkannya.
▫Menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
▫Mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

*Hidup positif itu…*
▫Memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
▫Berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
▫Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
▫Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
▫Siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

*Hidup positif itu…*
▫Mencari teman, bukan mencari lawan.
▫Melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran.
▫Asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.
▫Menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.
▫Mengatakan: “aku cinta kamu”, bukan “aku benci kamu”

*Hidup positif itu…*
▫Kita mengatakan: “Mari bersama kami” bukan “Kamu harus ikut kami”.
▫”Habis berapa ?” bukan “Dpt berapa ?”
▫”Mendatangi” bukan “Menunggu Dipanggil”
▫”Saling memaafkan” bukan “Saling menyalahkan”

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

ILMU

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
ILMU

Manusia itu sesungguhnya mati,
kecuali yang berilmu,

Yang berilmupun tertidur,
kecuali yang mengamalkan ilmunya,

Dan yang mengamalkanya pun tertipu,
kecuali yang Ikhlas.

maka, ingatlah
janganlah Sampe Tertipu
walaupun,
penipuan yang tidak disadari.

Alloh Ta’ala berfirman:
Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’
(QS. 18:103)

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
(QS. 18:104)

Semoga kita senantiasa ditunjuk Alloh Ta’ala sebagai Hamba Terpilih dg surga sebagai hadiahnya, aamiin

Tetap Semangat ..!!
Gapai Cinta Alloh Ta’ala dg Amal yg ikhlas.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Mujahadatul Linafsihi (2)

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Mujahadatul Linafsihi (2)

Ali bin Abi Thalib berkata: “Pertama yang kalian akan kehilangan dari agama kalian adalah jihad dalam memerangi hawa nafsu kalian”

Diantara nafsu-nafsu yang harus diperangi adalah :

-Nafsu marah
-Nafsu tidur berlebihan
-Nafsu makan berlebihan
-Nafsu belanja
-Nafsu melalaikan waktu
-Nafsu terhadap harta
-Nafsu terhadap lawan jenis

Manusia dalam pertarungannya melawan hawa nafsu dibagi menjadi dua golongan:

  1. Golongan yang terkalahkan oleh hawa nafsu

Maka ia condong ke bumi dan cenderung kepada dunia, mereka itulah orang-orang kafir dan orang-orang yang mengikuti jejak orang-orang yang lupa kepada Alloh Ta’ala, maka Alloh Ta’ala membuat mereka lupa kepada diri mereka sendiri.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
(Q.S Al-Jaatsiyah: 23)

  1. Golongan yang berjuang melawan hawa nafsu.

Kadang-kadang mereka menang dan kalah. Ketika mereka melakukan kesalahan, segera mereka bertaubat. Ketika mereka berbuat kemaksiatan kepada Alloh Ta’ala, mereka menyesalinya dan segera memohon ampunan-Nya.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
(Q.S Ali-Imran: 135)

Merekalah orang-orang yang diisyaratkan oleh Rasululloh ﷺ dengan sabdanya:
“Setiap anak Adam, melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat.”
(H.R Ahmad-At-Tirmidzi).

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Mujahadatul Linafsihi (1)

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
Mujahadatul Linafsihi (1)

Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.

Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasululloh ﷺ bersabda yang artinya:
“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

Maksud dari kalimat ini adalah : Setiap dari kita dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengokohkan diri di atas hukum-hukum Alloh Ta’ala melalui ibadah dan amal shalih. Artinya, setiap pribadi dituntut untuk berjihad melawan bujuk rayu setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan kejahatan.

Rasululloh ﷺ bersabda :
“Seorang Mujahid adalah orang yang berjuang untuk memerangi hawa nafsunya karena Alloh” (HR. Tirmidzi, shahih)

Beberapa ulama mengatakan bahwa Mujahidun linafsihi adalah seutama-utama jihad.

Dalam sebuah hadits disebutkan : Dari Abu Dzar berkata: “Aku bertanya kepada Rasululloh ﷺ : jihad manakah yang paling utama ?”, beliau bersabda: “Seutama-utama jihad adalah engkau memerangi dirimu dan hawa nafsumu karena dzat Alloh ”(HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah)

Alloh Ta’ala berfirman: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”
(QS. An-Nazi’at: 40-41)

Al-Hafizh Ibnu Hajar – rahimahullah- dalam kitab Fathul Bari berkata dengan menukil perkataan Ibnu Baththal: “Dan termasuk dari menahan hawa nafsu adalah mencegah dirinya dari bermaksiat (pelanggaran terhadap syariat Alloh baik menyia-nyiakan hal yang wajib atau melakukan hal yang terlarang) dan mencegah diri dari syubhat (kerancuan dalam beragama) dan juga menahan diri dari seringkali mengikuti syahwat yang mubah, dan ini semua dimaksudkan untuk lebih banyak terkonsentrasikan dengan akhiratnya”, Dan hal ini juga dimaksudkan agar tidak menjadi kebiasaan yang menyeret kepada syubhat lalu tidak merasa aman untuk jatuh dalam hal yang haram”

Sufyan Ats-Tsauri –rahimahullah- berkata: “Musuh kamu bukanlah orang yang jika engkau membunuhnya niscaya kamu akan mendapatkan ganjaran dengan sebab itu, hanyalah musuhmu adalah jiwamu (hawa nafsumu) yang ada dikedua sisimu, maka perangilah hawa nafsumu lebih keras dari pada kamu memerangi musuhmu”

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

BISAKAH MERUBAH TAKDIR?

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Bisakah merubah Takdir?*

KITA memang tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi sebab waktu memang diciptakan tidak bisa mundur. Yang dimaksud mengubah takdir di sini ialah mengubah takdir di masa mendatang. Lalu bagaimana cara kita mengubah takdir?

1⃣ Hal ini merupakan yang paling utama ialah dengan berdo’a. Alloh Ta’ala yang menetapkan takdir kita, maka Alloh Ta’ala memiliki kuasa untuk mengubahnya, artinya takdir baru bagi kita. Mengubah takdir artinya Alloh Ta’ala menggantinya dengan takdir baru. Tetap, Alloh Ta’ala yang menetapkan takdir.

Do’a tanpa tindakan percuma?
Tidak, kadang ada kondisi dimana kita tidak bisa bertindak lagi, maka berdo’alah. Kadang, kita bingung mau bertindak apa? Berdo’alah. Anda sudah berusaha dan sedang bertindak, maka berdo’alah. Mudah-mudahan Alloh Ta’ala membimbing langkah kita. Termasuk membuka pikiran untuk melakukan sesuatu.

2⃣ Bersedekah.
Rasululloh ﷺ pernah bersabda, “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat mengubah takdir yang mubram,”
(HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad).

Bisa jadi Anda akan celaka atau mengalami kerugian, namun bisa jadi tidak terjadi karena Anda melakukan sedekah. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan sedekah, mudah-mudahan kita terhindar dari takdir-takdir yang tidak kita sukai dan diubah oleh Allah menjadi takdir yang menambah kebaikan bagi kita.

3⃣ Bertasbih. Ada hadis yang diriwayatkan dari Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah ﷺ. bersabda, “Maukah kalian Aku beritahu sesuatu do’a, yang jika kalian memanfa’atkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Alloh akan menghilangkan kesedihan itu?” Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulululloh.” Rasulullah ﷺ. bersabda, “Yaitu do’a “Dzun-Nun: ‘La ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh-dholimin (Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk di antara orang-orang yang dholim)’,”
(HR. Imam Ahmad, At-Turmudzi dan Al-Hakim).

4⃣ Bershalawat. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ. berkata kepada orang tersebut, “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni,”
(HR. Imam Ahmad At-Tabroni).

Punya kesedihan, teruslah bershalawat. Rasululloh ﷺ pastilah menjadi orang yang mendapatkan keselamatan. Namun balasan karena kita rajin bershalawat akan kembali kepada kita. Di antaranya dilenyapkannya kesedihan kita.
Shalawat juga sebagai bukti cinta kita kepada Rasululloh ﷺ.

Jadi, jangan pernah berhenti berdo’a dan berusaha. Seburuk apa pun kondisi saat ini, semuanya masih bisa berubah. Bagaimana pun pahitnya pengalaman kita di masa lalu, masih bisa berubah. Optimis selalu Anda bisa mengubah takdir Anda menjadi lebih baik.

Tidak ada lagi alasan, semua kelemahan, kesedihan, dan kemiskinan adalah sudah menjadi takdir. Mungkin, yang lalu biarlah berlalu, itu sudah takdir kita. Sekarang, kita masih memiliki harapan agar Alloh Ta’ala mengubah takdir pahit menjadi takdir manis.

Alhamdulillah hari jum’at mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, sodaqoh dan berdo’a.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

APAPUN KONDISI KITA

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Apapun kondisi kita….???*

Apapun kondisinya kita saat ini, kita jadikan hari ini lebih baik dibanding kemarin dengan mengingat beberapa hal berikut :

1.Jika Anda benar, maka Anda tidak perlu marah dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah.

2.Sabar dengan keluarga, itu namanya cinta, Sabar dengan orang lain, itu namanya respek, Sabar dengan diri sendiri, itulah kepercayaan diri.

3.Jangan berpikir terlalu keras mengenai masa lalu, hal itu membawa air mata, Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa ketakutan, Hiduplah saat ini dengan senyuman, hal itu akan membawa sukacita dan kedamaian.

4.Setiap cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik, Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali, Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang pecundang atau pemenang!

5.Temukan hati yang indah/tulus, bukan tubuh yang menawan. Hal-hal yang indah tidak selalu baik, namun hal-hal yang baik selalu indah!

Firman Alloh Ta’ala:
*“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”*

*“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali)”*
(QS. Al Baqoroh : 155-156)

Untuk menyelesaikan semua persoalan kita delain adanya niat, usaha, dan doa.
Kita mesti semakin deket Alloh dan tawakal total kpd Alloh Ta’ala.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

ORIENTASI KEHADIRAN ALLOH TA’ALA

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*ORIENTASI KEHADIRAN ALLOH TA’ALA*

Mengapa ibadah dilakukan oleh para nabi/rosul, sahabat, ulama?

Jawabnya adalah
1.Karena mereka menginginkan perubahan yg besar dalam kehidupan ini.

2. Mereka sadar di lakukan karena berorientasi hanya kepada Alloh Ta’ala.

3. Setiap ibadah yg dilakukan berharap hanya kehadiran Alloh Ta’ala.

Inilah alasan kenapa mereka beribadah, akibatnya akan menimbulkan kekhusyukan yg stabil, ibadah tidak lagi menjadi satu kewajiban melainkan menjadi suatu kebutuhan.
Tidak beribadah dgn baik sama halnya dgn tidak makan/minum bagi fisik manusia. Disini terjawab rahasia kenapa Rosulloh shallallahu ‘alaihi wasallam mampu beribadah yg sangat luar biasa sampai2 pada waktu sholat malam kaki beliau bengkak.

Dan ketika ditanya istri Beliau menjawab dgn singkat “Tidakkah aku pantas  menjadi hamba-Nya yang bersyukur ?

Jadi dg beribadah yg hanya berorientasi hanya pada Alloh Ta’ala akan menjadikan seorang hamba tidak lagi merasa dipaksa atau diperintah untuk bersyukur kepada-Nya.

Dan sangat butuh terus menerus untuk bersyukur kepada-Nya. Kala syukur sudah menjadi kebutuhan maka ibadah benar benar akan menjadi suatu kemutlakan dlm hidup seorang muslim mukmin, hingga mereka kala berkarya maka karyanya akan mendunia bahkan menembus zaman.
Itulah yang ada pada diri ulama ulama terdahulu. Jasad mereka telah tiada , tetapi buah tangan mereka (karyanya) tetap menemani setiap hembusan nafas anak zaman, bahkan mungkin hingga akhir zaman.

Mereka sadar bahwa setiap ibadah Alloh Ta’ala yang akan mencukupi kebutuhannya. Sama sekali tidak berfikir tentang aku dapat untung berapa apalagi gaji berapa?

Bagaimana karya kita/ ibadah kita ?

Patut kita renungkan sebelum ajal menjemput kita?

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍