• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

BAGAIMANA CARA TERBAIK MENJUMPAI ROMADHON YA?

BAGAIMANA CARA TERBAIK MENJUMPAI ROMADHON YA?

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
BAGAIMANA CARA TERBAIK MENJUMPAI ROMADHON YA?

Perjumpaan kita dengan Romadhon adalah perjumpaan Ruhani. Bila Ruhani tak diusahakan jernih, maka perjumpaan itu hakikatnya tidak akan terjadi. Setidaknya tak bisa dirasai.

Dawuh kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam.
Soal peristiwa dahsyat pada malam pertama Romadhon. Nyatanya, bila cuma diindera dengan mata dan telinga, ternyata tidak terjadi apa-apa.
Yang di Supermarket ya cuma melihat kornet, sayur, dan aneka kebutuhan rumah tangga. Yang di depan TV, ya melihat tayangan di TV. Yang terjebak macet di jalan, ya cuma melihat kendaraan berjejalan. Yang sibuk dengan dunianya, ya melihat dunia yang mengasyikkan atau melelahkan.

Padahal di sebuah dimensi atau alam atau majaz yang hanya Alloh Yang Maha Tahu. Saat kumandang Adzan maghrib tanggal 1 Romadhon, peristiwa dahsyat dan akbar sedang digelar.

Amat disayangkan. Bila Ruhani gagal menyaksikan peristiwa itu.
Yang karena gagal menyaksikan dan merasakannya, di moment kesyahduan Adzan Maghrib malam pertama itu, tidak ada sujud panjang penanda syukur. Tidak ada linang air mata haru dan bahagia. Tidak ada khusyuk. Tidak ada celupan dalam hati yang beraduk aduk antara harapan dan kecemasan.

Padahal…
Bila usia berhasil disampaikan ke bulan Romadhon. Tak main-main. Derajat dinaikkan. Dosa dibersihkan sebersih bersihnya. Yang sudah beberapa langkah ke Neraka, ditarik lagi ke dekat pintu Surga.

Padahal…
Malam pertama itu istimewa.
Kalau mau sungguh-sungguh dalam diam dan tafakkur, Ruh kita sangat bisa merasakannya. Merasakan apa yang dikabar oleh Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam :
“Apabila datang awal malam dari bulan Romadhon, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan PENYERU menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
(HR. At-Tirmidzi)

Para penyeru dalam hadits tersebut adalah malaikat-malaikat Alloh Ta’ala dan mahluk-mahlukNya yang lain, di alam semesta.
Kita tak akan bisa mendengarnya lewat telinga.
Frekuensi seruan itu ada pada saluran hati yang siap, suci, dzikir, yakin dan bertafakkur. Di detik malam pertama.

Kosongkan urusan sejak ashar. Mandi dan berwudhu. Pakai pakain terbaiknya. Gelar sajadah bersama keluarga. Panjangkan dzikir disana. Tidak ada cara yang paling tepat. Untuk menemui bulan paling Mulia. Kecuali dengan cara yang juga mulia. Berdzikir…
Beristighfar… menyambut detik2 adzan Maghrib tiba…

Wallahu a’lam bish-shawab.

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

firdaus

Leave a Reply