• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Hancurnya sebuah Negeri

Hancurnya sebuah Negeri

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
Hancurnya sebuah Negeri

Di antara isyarat Alloh Ta’ala jika hendak membinasakan suatu bangsa maka diperbanyaknya pemuka atau elite mereka yang melakukan kejahatan (kemungkaran) dan kezaliman terhadap rakyatnya dalam bentuk keserakahan dan berpenampilan mewah serta bergaya hidup hedonis. Kepada mereka Alloh Ta’ala memberikan teguran khusus dengan ancaman bencana yang juga spesifik.

โ€œDan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Alloh) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.โ€
(QS al-Isra` [17]: 16).

Ada beberapa tafsiran ulama mengenai ayat di atas.

1๏ธโƒฃyang dimaksud dengan perintah Alloh Ta’ala kepada orang-orang yang hidup mewah dalam ayat ini adalah ketentuan atau takdir Alloh Ta’ala kepada mereka dan segala sesuatu itu dimudahkan melakukan apa yang ditakdirkan bagi mereka. Konotasi ayat ini adalah Alloh Ta’ala memudahkan mereka untuk melakukan kemungkaran yang mereka inginkan sehingga mereka berhak mendapatkan azab dari Alloh Ta’ala.
Para pemuka atau elite bangsa yang mendapatkan fasilitas kemudahan mengakses kekuasaan dan harta rakyat untuk kemungkaran walau dikemas atas nama agama dan dakwah sekalipun akan menjadi penyebab kehancuran menyeluruh bagi sebuah bangsa.

2๏ธโƒฃyang dimaksudkan dengan perintah Alloh Ta’ala dalam ayat ini adalah Alloh Ta’ala memerintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu untuk melakukan ketaatan, tetapi mereka malah melakukan kefasikan dan kemungkaran sehingga negeri itu berhak mendapatkan murka dan azab dari Alloh Ta’ala. Tafsiran ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Saโ€™id bin Jubair, dan merupakan pendapat jumhur ulama.

3๏ธโƒฃada yang membacanya โ€œammarnaโ€ dengan menasydidkan mim sehingga maknanya adalah kami menjadikan orang-orang yang hidup mewah itu sebagai pemimpin dan penguasa di negeri itu, lalu mereka berbuat kemaksiatan dan kemungkaran sehingga Alloh Ta’ala menghancurkan negeri itu karena kemaksiatan mereka. Riwayat Ibnu Abbas, Abu al-Aliyah, Mujahid, al-Rabi bin Anas, dan Hasan al-Basri.

4๏ธโƒฃbahwa yang dimaksudkan dengan โ€œamarnaโ€ dalam ayat ini adalah Alloh Ta’ala memperbanyak orang-orang yang hidup bermewah-mewahan di negeri itu, lalu mereka berbuat kefasikan dan kemungkaran sehingga negeri itu dibinasakan oleh Alloh Ta’ala karena dosa-dosa mereka. Dari Ibnu Abbas, Ikrimah, Hasan al-Basri, al-Dhahhak, Qatadah, dan al-Zuhri.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan selalu bersyukur.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply