• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Iman, Ilmu & Amal Bg.1

Iman, Ilmu & Amal Bg.1

๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi:
Romadhon 17

Iman, Ilmu & Amal Bg.1

Alloh Ta’ala berfirman:
“Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajatโ€.
(QS. Al-Mujaadalah: 11)

Dalam ayat di atas jelas sekali bahwa iman adalah hal yang sangat penting dimiliki bagi ilmuan. Sebab, kerusakan yang di lakukan orang yang berilmu akan lebih besar akibatnya dari pada kerusakan yang di lakukan orang bodoh. Seorang pencuri, pencopet, maling hanya mengambil uang ratusan ribu saja atau paling besar nilainya jutaan. Tapi jika orang berilmu mencuri dengan nama halusnya korupsi, nilainya bisa lebih besar bukan cuman jutaan, bisa milyaraan bahkan triliyunan. Pencuri berdasi yang memiliki jabatan, mustahil menduduki jabatan itu jika tidak berilmu

Beberapa tahun belakangan ini banyak orang berilmu yang diperiksa dari berbagai status sosial dan jabatan, mulai gubernur sampai mantan mentri sepertinya pemandangan yang tidak masuk akal, seorang direktur, ahli ekonomi menjadi tersangka korupsi, meskipun cara korupsi tidak diajarkan di bangku sekolah dan kuliah lalu bagaimana dengan ilmu yang mereka miliki, mengetahui hukum tapi justru melanggar hukum. Karena hakikatnya ilmu itu bersifat netral, bisa untuk kebaikan, bisa pula untuk kejahatan. Teknolog membuat senjata untuk mengamankan wilayah, tapi kenyataannya banyak senjata dipakai untuk menodong. Kalau begitu bukan ilmu atau alatnya yang di salahkan, tapi orang yang melakukan kejahatan yang salah. Karena itu ilmu harus di teladani dengan iman jika ilmunya bertambah, maka akan bertambah kedekatannya kepada Alloh Ta’ala.

Dari manakah kita dapat mengukur ilmu seseorang?

Ibnu Qoyyim al-Jauziah menjawab, “Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari kumpulan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yg kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita.โ€

Lewat kalimat tersebut Ibnu Qoyyim ingin menekankan bahwa ilmu itu hadir untuk menciptakan amal. Ilmu yang tidak menghasilkan amal, sama sekali tidak berguna. Alloh Ta’ala mewajibkan manusia untuk selalu beramal.
Bersambungโ€ฆโ€ฆ

Kita tinggkatkan terus ibadah kita kpd Alloh Ta’ala.
Semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply