• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

KEMATIAN

KEMATIAN

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
KEMATIAN

Kematian bisa karena sakit, kecelakaan, bencana, saat sholat, habis ikut pengajian, dan lainnya, membuktikan bahwa kematian itu sesungguhnya hal yang sangat dekat dengan setiap manusia dan pasti.
Lalu, bagaimana seharusnya, kita bersiap-siap untuk menghadapi kematian?

Imam Al-Qurthubi dalam bukunya yang berjudul At-Tadzkirah fi Ahwalil Mautawa Umuril Akhirah, menyinggung bahwa kematian itu keniscayaan bagi semua makhluk yang hidup, termasuk manusia. Kematian tidak boleh ditakuti tetapi juga tidak perlu diminta dan dicari. Kematian termasuk musibah besar, tetapi ada musibah yang lebih besar dari kematian, yaitu melalaikan kematian itu sendiri. Yang paling penting terkait kematian adalah, mempersiapkan diri dengan bekal sebaik-baiknya untuk menyambut dan menemui kematian.

Bekal terbaik untuk menemui kematian bukanlah harta yang banyak. Bukan pula jabatan yang tinggi. Tidak juga popularitas dan jaringan perkenalan yang luas. Tetapi, amal saleh dan ketakwaan. Suatu yang sederhana, namun membutuhkan mujahadah yang optimal. Amal saleh adalah perbuatan yang bisa dikerjakan oleh siapa pun dan di mana pun, meskipun mungkin ia tidak kaya, tidak punya jabatan, dan juga tidak punya popularitas apa pun. Dengan catatan, ia beriman, amal yang dikerjakan itu baik, dikerjakan mengikuti petunjuk Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam, dan dengan niat ikhlas semata-mata mencari ridha Alloh Ta’ala, bukan karena selain-Nya. Sekecil apa pun amalan itu.

Alloh Ta’ala berfirman,
“Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan amal saleh (kebajikan) dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahfi:110)

“Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.”
(QS. Maryam: 63)

Terkait dengan bekal kematian, dalam hadits yang shahih Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam juga pernah mengingatkan,
“Orang yang mati, akan diantarkan ke kuburannya oleh tiga hal. Yang dua pulang dan yang satu tetap menemaninya. Yaitu oleh keluarganya, harta bendanya, dan amal salehnya. Lalu keluarga dan hartanya pulang, sedangkan amal saleh tetap menyertainya.” (HR. Al-Bukhari)

Adapun, tentang pentingnya beramal dengan ikhlas sebagai bekal kematian, Alloh Ta’ala berfirman,
“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurusโ€ฆ”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Sebagai orang beriman, semestinya kita tidak boleh galau dan khawatir menghadapi kematian. Apakah itu kematian bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang dicintainya. Karena sejatinya, kematian adalah jalan indah bagi setiap pemilik cinta sejati untuk menikmati buah cintanya, bertemu dengan Dzat yang paling dicintainya, yaitu Alloh Ta’ala.

Imam Al-Qurthubi mengisahkan, bahwa ketika Malaikat Maut datang kepada Nabi Ibrahim.AS yang memiliki julukan Khalilur Rahman (Kekasih Alloh) itu, untuk mencabut nyawanya, beliau berkata, “Hai Malaikat Maut, pernahkah kamu melihat ada seorang kekasih mencabut nyawa kekasihnya?”
Atas pertanyaan itu, Malaikat Maut paham dengan apa yang dimaksudkan Nabi Ibrahim.AS, yaitu agar jangan dulu mencabut nyawanya. Maka Sang Malaikat pun langsung bergegas menemui Alloh Ta’ala untuk mengadukan apa yang dikatakan Nabi Ibrahim.AS kepadanya. Dan Alloh Ta’ala pun berfirman kepadanya, “Katakan kepada Adam, pernahkah kamu melihat ada seorang kekasih yang tidak ingin bertemu dengan kekasihnya?”

Mendengar firman Alloh Ta’ala itu, malaikat Maut pun segera kembali menemui Nabi Ibrahim.AS, untuk menyampaikan apa yang dipesankan Alloh Ta’ala kepadanya. Dan kali ini, setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Malaikat Maut kepadanya, Nabi Ibrahim.AS sang kekasih Alloh Ta’ala itu sontak langsung berkata, “Cabutlah nyawaku sekarang juga.”
Beliau paham, benar-benar paham bahwa Alloh Ta’ala adalah kekasih sejatinya, dan apa yang ada di sisi-Nya adalah jauh lebih baik dan lebih nikmat bagi dirinya dari segalanya. Dan itulah buah dari cinta sejati bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Maka, ia harus segera bertemu dengan-Nya.

Alhamdulillah hari jum’at, mari membaca Al Kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, berdoa dan shodaqoh

Wallahu a’lam bishshawab.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudaraยฒ kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply