• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Kerjakan urusan kita, Alloh Ta’ala pasti mengatur semuanya

Kerjakan urusan kita, Alloh Ta’ala pasti mengatur semuanya


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
Kerjakan urusan kita, Alloh Ta’ala pasti mengatur semuanya

Seorang teman datang dan mengeluh karena sampai usia segini (35 tahun) belum menikah, enteng saja saya bertanya kenapa ? Waduh bagaimana saya mau menikah, nanti istri saya makan apa, anak-anak saya makan apa, tinggalnya dimana ? sekolahnya nanti pakai uang apa ? โ€ฆ.berjibun pertanyaan. Saya hela nafas panjang masya Alloh.

Itulah sepenggal cerita dari berjuta peristiwa dimuka bumi ini, jadi saya teringat akan : AL- MA’ARIJ (70 – 19-20) : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah”

Manusia apa yang tidak dikeluh kesahkan, anak nakal, istri cerewet, suami kikir, belum ketemu pasangan (jodoh), pangkat tidak naik-naik, tidak punya mobil, sakit tidak sembuh-sembuh, tidak punya anak dan lain sebaginya. Kembali dengan masalah pernikahan, teman saya tadi terlalu banyak pertimbangan, betul semua harus direncanakan, namun terus berfikir bahwa dirinya tidak mampu โ€ฆ yach selamanya tidak akan mampu.

Rezeki itu bukan rumus MATEMATIKA, apakah kita semua yang sudah NIKAH pernah berfikir setelah MENIKAH hampir 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dst bisa punya rumah, bisa punya mobil, bisa menyekolahkan anak-anak, bisa Haji, bisa Umroh dstnya. Yach kalau difikir-fikir tentunya hal yang tidak masuk akal, tapi ada adanyaโ€ฆ betul tidak !

Bagaimana kita saat setelah nikah yach banyak ragam, ada yang masih tinggal di mertua indah, ada yang langsung kos, ada yang langsung kontrak rumah, itupun tergantung kondisi saat itu. Bagaimana gaji kita saat itu, ada yang menerima gajian dengan recehan (karena pekerjaannya privat yang di privati punya toko pracangan, gajian satu tas kresek recehan semua), ada yang cuman beberapa lembar puluhan ribu, namun kenyataannya sampai sekarang hidup kan !

Jujur siapapapun yang mau menikah ketakutan yang tidak mendasar adalah masalah rezeki, nanti bagaimana ? Secara hukum ekonomi begitu kita nikah tambah morat-marit, karena kebutuhan hidup bertambah (bisa istri, anak, makan, tempat tinggal dll), satu sisi gaji tetap sama. Apa bisa kita berbicara ke pimpinan “Pak saya sudah Nikah, tolong dong gaji dinaikkan? “, yach kalau berani paling-paling pimpinan akan ngomong “Silahkan kerja diluar โ€ฆ..”

Jawabannya adalah semua karena KEBESARAN Alloh Ta’ala dan kepasrahan pada KEHENDAK Alloh Ta’ala, yang selalu memberikan rezeki yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya (tentunya kita tetap berusaha secara Maksimal).
Mari kita simak surat Al Insyirah (94) 1-8 :
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh- sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Allohlah hendaknya kita berharap”.

Tugas kita setelah berusaha sekuat tenaga (profesional), berdoa (berharap), dan tawakal (memasrahkan) total kpd Alloh Ta’ala.
Tetap iman dan Istiqomah penuh keikhlasan menjalani hidup ini, bersabar dan bersyukur setiap apapun yang menimpa kita, sudah selesai dan cukup seperti itu.

Kembali kepada masalah Rezeki, rezeki bukan rumus MATEMATIKA namun rezeki adalah sebuah janji dan jaminan Alloh Ta’ala bagi mereka yang beriman dan bertaqwa, juga mereka yang MENIKAH, sebagaimana surat At Thalaq (65) 2-3 : “โ€ฆโ€ฆ.Barang siapa yang bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”

Nah kalau sudah demikian, apalagi yang menjadi penghalang utk tdk melakukan ibadah yg terbaik dan benar, kalau Alloh Ta’ala telah menjamin dan mengatur semuanya ?

Wallahu a’lam.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kami, terimalah amal ibadah kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan dan hilangkan pandemi covid ini.
Jadikan keluarga kami yg sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply