• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Keutamaan Menjaga Lisan (1)

Keutamaan Menjaga Lisan (1)

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
Keutamaan Menjaga Lisan (1)

Kita pasti pernah mendengar peribahasa yang mengatakan bahwa “lidah lebih tajam daripada pedangโ€.

Ya, hal itu memang benar. Alloh Ta’ala memberikan karunia lisan kepada manusia untuk berbicara. Tentu saja karunia tersebut amat luar biasa. Namun sayangnya, banyak dari kita yang sulit mengendalikan lisan.

Saudara dan Sahabatkuโ€ฆ
Berhati-hatilah terhadap lisan karena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Apabila kita tidak mengetahui sebuah perkara dengan pasti, sebaiknya kita diam saja. Dan janganlah kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain, sekalipun itu hanya candaan. Sebab di akhirat kelak, segala apa yang kita ucapkan dengan lisan pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

Alloh Taโ€™ala berfirman:
โ€œTiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.โ€
(QS Qaf: 18).

โ€œDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.โ€
(QS. Al-Isra: 36)

Rasulluloh Shallallaahu โ€˜Alaihi Wassallam juga memperingatkan manusia agar tak banyak bicara, kecuali berbicara untuk hal-hal yang penting, bermanfaat ataupun untuk mengingat Alloh Ta’ala.

“Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Alloh; sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Alloh akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.โ€
(HR. Tirmidzi).

โ€œSiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.โ€
(HR. Bukhari-Muslim).

Imam Al-Syafiโ€˜i menjelaskan pula:
“Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.โ€

Nah, berikut ini beberapa keutamaan menjaga lisan dalam islam yang harus diketahui.

1๏ธโƒฃ Memiliki kedudukan tinggi sebagai muslim

Keutamaan menjaga lisan yang pertama yakni menjadikan kita sebagai seorang muslim yang berkedudukan tinggi di mata Alloh Taโ€™ala. Dengan menjaga lisan kita akan terhindar dari perkataan-perkataan dosa yang bisa berujung pada dosa.

Suatu hari Rasululloh Shallallaahu โ€˜Alaihi Wassallam ditanya, “Siapakah Muslim yang paling utama?โ€ Beliau menjawab,โ€œOrang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.โ€
(HR. Bukhari).

2๏ธโƒฃ Dijanjikan surga
Orang-orang yang mampu menjaga lisannya dari ucapan buruk dan tidak berguna juga dijanjikan surga oleh Alloh Ta’ala Sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadist:

Dari Sahl bin Saโ€™ad ra., Rasululloh Shallallaahu โ€˜Alaihi Wassallam bersabda:
“Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya โ€“ yakni mulut atau lidah โ€“ serta antara kedua kakinya โ€“ yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya.โ€
(HR. Al-Bukhari)

3๏ธโƒฃ Dijauhkan dari neraka jahannam
Untuk pembicaraan yang tidak jelas maslahatnya, atau mungkin ia tidak memiliki ilmu dalam bidang tersebut, maka sebaiknya seorang hamba diam saja. Berbicara sesuatu yang salah atau buruk justru membuat ia terjerumus ke dalam neraka jahannam.

Rasululloh Shallallahu โ€˜Alaihi Wassalam bersabda: โ€œSesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Alloh yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.โ€
(HR. Al-Bukhari)

Wallahu A’lam Bisshawab

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudaraยฒ kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply