• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Keutamaan Menjaga Lisan (10-12)

Keutamaan Menjaga Lisan (10-12)

😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷😷
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:
*Keutamaan Menjaga Lisan (10-12)*

🔟 *Memperoleh ridha Alloh Ta’ala di akhirat*

Keutamaan menjaga lisan juga membuat kita memperoleh ridha Alloh Ta’ala di akhirat kelak. Insyaa Alloh kita akan mendapatkan surga dan dapat bertemu dengan Alloh Ta’ala.

Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: *“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhoi oleh Alloh dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Alloh), lalu Alloh mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Alloh.”*
(HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Imam Malik dan Ahmad)

1⃣1⃣ *Memperoleh keberuntungan di akhirat*

Selain ditinggikan derajatnya dan memperoleh ridho Alloh Ta’ala, orang-orang yang menjaga lisannya dari perkataan dusta, akan diberikan keberuntungan dan keselamatan di akhirat. Serta dijauhkan dari keburukan.

Diriwayatkan oleh Khlaid bin Abi ‘Imran, bahwasahnya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda serambi memegang lisannya dalam waktu yang lama, *“Semoga Alloh merahmati seorang hamba, yang telah berkata benar maka ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar atau diam dari keburukan maka ia akan selamat.”*
(HR. Ibnu Al Mubarak)

1⃣2⃣ *Menjaga lisan laksana emas*

Seseorang diharuskan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. *Namun apabila ia masih tak mampu berbicara baik atau mungkin tak menguasai ilmunya, maka lebih baik ia diam*.

Tindakan diam bukanlah sesuatu yang bodoh. Justru diam itu lebih baik bagi seorang muslim. Bahkan Luqman Al Hakim mengibaratkan diam seperi emas. Begitu sangat berharga dan bernilai bagi kita.

Wasiat Lukman Al Hakim kepada anaknya: *“Anakku, tiada penyesalan sama sekali dalam diamku. Karena sesungguhnya jika berbicara laksana perak maka diam bagaikan emas”*

Pada intinya, sebaiknya manusia berbicara perihal kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Janganlah mengucapkan sesuatu yang menyakiti hati orang lain, menghina, berlagak sok pintar, sombong atau perkataan dusta. Apabila tidak mampu berbicara baik, maka diam bisa menjadi pilihan tepat. Namun ingat, diam pun ada saatnya. Apabila kita melihat keburukan maka seharusnya berbicara dan mencegah kemungkaran tersebut. Dan apabila kita ditindas, kita juga diperbolehkan membela diri. Yang terpenting, pikirkan terlebih dahulu kata-kata yang hendak diucapkan. Sebab perkataanmu adalah kualitas dirimu.

Semoga kita terus bisa istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

Hasbi Maula

Leave a Reply