• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya’ban

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya’ban adalah pertengahan bulan Sya’ban, yaitu tanggal 14 malam 15 Sya’ban (Insyaa Alloh nanti malam).

1️⃣Para tabi’in dari kalangan penduduk negeri Syam mengagungkan Malam Nishfu Sya’ban dan bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam itu, seperti Khalid bin Ma’dan, Makhul Asy-Syami dan Luqman bin Amir rahimahumullah.

Bahkan mereka menganjurkan menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban secara berjama’ah di masjid-masjid dengan mengenakan pakaian terbaik, memakai parfum, memakai celak, dan shalat pada malam itu.

2️⃣Adapun Al-Imam Al-Auza’i rahimahullah seorang tabi’in yang juga merupakan imam besar penduduk negeri Syam tidak menyukai berkumpul di masjid-masjid pada Malam Nishfu Sya’ban untuk beribadah, berkisah dan berdoa. Beliau lebih cenderung untuk menghidupkan malam itu dengan beribadah sendiri-sendiri, tidak berjama’ah.

3️⃣Para tabi’in dari kalangan penduduk Hijaz (Mekkah dan Madinah) seperti Atho’, Ibnu Abi Mulaikah, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahumullah berpendapat bahwa menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban secara khusus untuk beribadah adalah bid’ah.

Kesimpulannya:
Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan beribadah, shalat dan do’a adalah amalan sebagian Salafush Sholeh, dan sebagian Salafush Sholeh yang lain tidak menyetujuinya.

Jadi, masalah ini sudah ada perbedaan pendapat dari dahulu semenjak zaman Salafush Sholeh. Kalau ada yang mengatakan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban bukan amalan Salafush Sholeh, tentu tidak tepat, karena sebagian Salafush Sholeh menghidupkannya sebagaimana kita lihat.

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan;
“Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan (mustajab) pada lima malam;
1- Malam Jum’at.
2- Malam Idul Fitri.
3- Malam Idul Adha.
4- Malam pertama bulan Rajab.
5- Malam Nishfu Sya’ban.

Demikian intisari penjelasan Ibnu Rajab Rahimahullah dalam kitabnya Latha’iful Ma’arif halaman 263-264.(sy nukil dari catatan Ust Sholeh Al Hadromi)

🔹Diantara amal sholeh adalah puasa.
Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.”
(HR. Al Bukhari dan Muslim)

🔹Bulan dilaporkannya amal2 sholeh kita:
Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya:

“Wahai Rasululloh, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.”
(H.R. An Nasa’i, Dan Ahmad)

🔹Ada malam nishfu sya’ban yg berkah;

Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Alloh melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah, At Thabrani)

Krn itu perbanyak istighfar dan amal sholeh dimalam tsb.

Wallohu Alam

@sejenakpagi.official
www.sejenakpagi.info
😊❤️👍

firdaus

Leave a Reply