• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Merasa Berjasa

Merasa Berjasa

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Merasa Berjasa

Di antara penyakit hati yang akut dan bisa berujung pada kematiannya adalah perasaan diri telah berjasa untuk Islam, banyak memberikan kontribusi dalam dakwah, merasa diri sebagai pilar kebangkitan agama.

Tatkala sebagian Arab Badui masuk Islam, mereka merasa jumawa dan telah memberikan karunia besar pada Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin. Bahasa sederhananya mereka merasa di atas angin, besar kepala dan telah jadi pahlawan.

Maka Alloh Ta’ala perintahkan Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajari mereka agar merunduk, tidak merasa berjasa, tawadhu dan sepatutnya malah memanjatkan puji syukur atas karunia Alloh Ta’ala yang telah menggiring mereka pada Islam. Alloh Ta’ala berfirman,

”Mereka merasa telah memberikan nikmat padamu atas keislaman mereka. Katakan, ”Jangan kalian merasa telah memberikan nikmat padaku atas keislaman kalian. Namun, bila kalian benar-benar jujur, katakan bahwa Alloh yang telah menganugerahkan iman dalam hati kalian”.
(QS. Al-Hujurat (49): 17)

Pelajaran buruk dapat dijadikan cerminan dari sikap Iblis yang merasa berjasa dengan banyaknya ibadah dan ketaatannya pada Alloh Ta’ala. Hal yang membuat iblis besar kepala, takjub dengan kehebatan dirinya, lantas merendahkan Adam dan menyombongkan diri di hadapan Alloh Ta’ala. Akibatnya ia dikutuk, dilaknat, diusir dari surga, dirubah wujudnya menjadi makhluk terburuk yang pernah diciptakan Alloh Ta’ala, serta diancam kekal di neraka selama-lamanya.

Begitulah nasib akhir orang yang merasa berjasa, telah memulai merintis dakwah, membangun yayasan, sekolah dan madrasah, membuat universitas, radio dakwah, chanel televisi dan semacamnya.

Secara tersirat atau tersurat ia berkata, “Kalau bukan karena jasaku, tidak akan pernah ada dakwah, sekolah dan madrasah; kalau bukan karena aku, tidak akan tersebar ilmu dan sunnah, kalau bukan karena jasaku, tidak akan pernah ada radio dan TV dakwah…”.

Penyakit hati itu banyak variannya. Ada riya’, ujub, sombong, hasad, merasa berjasa, merasa banyak amal sholeh dan seterusnya.

Orang beruntung adalah orang yang selalu mengontrol kondisi dan keadaan hatinya. Bila terasa sakit, maka segera diterapi sebelum penyakit menjadi kronis dan membinasakan agamanya. Wallahu a’lam.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍

firdaus

Leave a Reply