• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Mujahadatul Linafsihi (1)

Mujahadatul Linafsihi (1)

๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi:
Mujahadatul Linafsihi (1)

Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.

Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasululloh ๏ทบ bersabda yang artinya:
โ€œTidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)โ€ (HR. Hakim)

Maksud dari kalimat ini adalah : Setiap dari kita dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan mengokohkan diri di atas hukum-hukum Alloh Ta’ala melalui ibadah dan amal shalih. Artinya, setiap pribadi dituntut untuk berjihad melawan bujuk rayu setan yang menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan kejahatan.

Rasululloh ๏ทบ bersabda :
โ€œSeorang Mujahid adalah orang yang berjuang untuk memerangi hawa nafsunya karena Allohโ€ (HR. Tirmidzi, shahih)

Beberapa ulama mengatakan bahwa Mujahidun linafsihi adalah seutama-utama jihad.

Dalam sebuah hadits disebutkan : Dari Abu Dzar berkata: โ€œAku bertanya kepada Rasululloh ๏ทบ : jihad manakah yang paling utama ?โ€, beliau bersabda: โ€œSeutama-utama jihad adalah engkau memerangi dirimu dan hawa nafsumu karena dzat Alloh โ€(HR. Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah)

Alloh Ta’ala berfirman: โ€œDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)โ€
(QS. An-Naziโ€™at: 40-41)

Al-Hafizh Ibnu Hajar โ€“ rahimahullah- dalam kitab Fathul Bari berkata dengan menukil perkataan Ibnu Baththal: โ€œDan termasuk dari menahan hawa nafsu adalah mencegah dirinya dari bermaksiat (pelanggaran terhadap syariat Alloh baik menyia-nyiakan hal yang wajib atau melakukan hal yang terlarang) dan mencegah diri dari syubhat (kerancuan dalam beragama) dan juga menahan diri dari seringkali mengikuti syahwat yang mubah, dan ini semua dimaksudkan untuk lebih banyak terkonsentrasikan dengan akhiratnyaโ€, Dan hal ini juga dimaksudkan agar tidak menjadi kebiasaan yang menyeret kepada syubhat lalu tidak merasa aman untuk jatuh dalam hal yang haramโ€

Sufyan Ats-Tsauri โ€“rahimahullah- berkata: โ€œMusuh kamu bukanlah orang yang jika engkau membunuhnya niscaya kamu akan mendapatkan ganjaran dengan sebab itu, hanyalah musuhmu adalah jiwamu (hawa nafsumu) yang ada dikedua sisimu, maka perangilah hawa nafsumu lebih keras dari pada kamu memerangi musuhmuโ€

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

Hasbi Maula

Leave a Reply