• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Musibah, Nikmat yang Tak Beraroma

Musibah, Nikmat yang Tak Beraroma

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi:

Ketahuilah saudara dan sahabatku…..
bahwa selalu ada hikmah di balik setiap ketetapan Alloh Ta’ala atas hamba-Nya, termasuk musibah atau cobaan yang menimpa kita. Di antara hikmah dari musibah adalah

1⃣Menghancurkan kesombongan dan rasa bangga pada diri seseorang, baik terhadap amalan maupun hartanya, sehingga menimbulkan sikap pengakuan akan kelemahan dirinya di hadapan Allah dan membuatnya semakin mendekatkan diri pada Rabb-Nya yang menggenggam penawar atas kesedihannya. Dengannya Alloh Ta’ala semakin mencintai hamba ini.

2⃣Menambah kepekaan dan empati terhadap musibah yang dirasakan orang lain sehingga mendorong seseorang untuk meringankan beban orang lain.

3⃣Menyadarkan seseorang bahwa sesuatu merupakan nikmat (setelah ia kehilangannya, seperti kesehatan, dll) dan menambah kesyukuran seseorang terhadap nikmat yang selama ini ia lalaikan.

4⃣Menggugurkan dosa-dosa dengan kesabarannya dalam menghadapi musibah. Rasululloh shallallāhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tidak ada yang menimpa seorang muslim, berupa kepayahan, kesakitan, duka cita, kesedihan, gangguan, dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya kecuali dengan sebab itu Alloh menggugurkan dosa- dosanya,”
(HR. Bukhari).

Hal inilah yang dimaksud oleh hadits yang diriwayatkan oleh Suhaib bin Sinan bahwa Rasululloh shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya adalah kebaikan, dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur, maka itu baik bagi dirinya, dan jika ditimpa kesusahan dia bersabar, maka itu kebaikan bagi dirinya,”
(HR. Muslim no. 2999).

Alloh Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,”
(QS. aḍ-Ḍuḥā:3).

Lantas apa yang membuatmu bersedih? Lapangkanlah hatimu untuk menerima setiap ketetapan-Nya, sebagaimana perkataan seorang ulama yang sangat bagus, “Kekerdilan jiwa ibarat segelas air yang dibubuhi garam kehidupan, serta merta air itu menjadi asin. Akan tetapi, kebesaran jiwa ibarat telaga air tawar yang melimpah ruah airnya. Seribu genggam garam kehidupan yang dilemparkan padanya tak berarti apa-apa.”

Semoga Alloh Ta’ala senantiasa membimbing Kita Untuk Selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan hidup.

Semoga kita terus istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
😊❤👍

pagi100

Leave a Reply