• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Pemimpin Sejati (2)

Pemimpin Sejati (2)

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
Pemimpin Sejati (2)

Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam sangat tegas dalam masalah penegakan hukum. Tidak pernah menetapkan suatu hukum dengan rasa belas kasihan, pilih kasih, atau tebang pilih. Tidak memihak kepada siapa pun, baik pada pejabat pemerintahan, sahabat, masyarakat kecil maupun anggota keluarganya sendiri, termasuk anaknya.

Hal itu ditunjukkan dengan sikap tegasnya, โ€œDemi Alloh, andai Fatimah Putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.โ€
(HR Bukhari dan Muslim).

Selain dikenal figur yang tegas, juga dikenal sebagai sosok yang bijak dalam mengambil keputusan. Sebelum memutuskan suatu perkara, Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam selalu memikirkannya secara matang, dan mengacu kepada kaidah yang ditetapkan dalam Alquran. Misalnya, pada saat beliau memutuskan sanksi rajam terhadap pelaku perzinahan.

Dalam Shahih Muslim diceritakan, suatu waktu ada seorang wanita dari suku Ghamidiyyah menghadap Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam . Dia berkata, โ€Ya Rasululoh, sungguh aku telah berbuat lacur. Maka, aku mohon bersihkanlah aku.โ€ Nabi dengan arif menolak pengaduan tulus wanita tersebut.

Karena penasaran pertemuannya dengan Nabi tidak membawa hasil, perempuan Ghamidiyyah kembali mendatangi Nabi keesokan harinya seraya berkata, โ€Ya Rasululloh mengapa engkau tidak menjawab pengaduanku? Apa barangkali engkau meragukanku sebagaimana engkau meragukan pengaduan Maโ€™iz? Demi Alloh, aku sekarang sedang hamil.โ€ Kali ini Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam menjawab, โ€Datanglah sesudah kamu melahirkan.โ€

Beberapa bulan kemudian, perempuan Ghamidiyyah itu melahirkan anak yang dikandungnya, lalu dia menghadap Nabi. Sambil membawa serta si jabang bayi dalam gendongannya dia berkata, โ€Rasululloh, aku telah melahirkan.โ€ Nabi menjawab dengan ramah, โ€Pergilah kamu menyusui anakmu hingga kamu menyapihnya.โ€

Setelah masa menyusui anaknya berakhir, ia kembali menghadap Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. โ€Wahai Nabi Alloh, ini aku. Sekarang anakku telah kusapih dan dia sudah bisa makan.โ€ Berikutnya si anak yang masih kecil tersebut diserahkan kepada seseorang dari kaum Muslimin dan akhirnya Nabi memutuskan agar wanita tersebut dirajam, sebagai hukuman atas perbuatan zina yang dilakukannya.

Demikian sebagian kunci sukses dalam kepemimpinan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam. Masih banyak lagi kunci sukses kepemimpinan Nabi lainnya yang tidak akan pernah habis untuk dikaji, yang seharusnya terus digali, diperkenalkan, dan implementasikan di tengah bangsa yang sedang dilanda krisis dalam kepemimpinan.

Semoga Alloh Ta’ala menganugerahkan negeri ini pemimpin yang mau mempelajari dan meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad Shoallohu ‘Alaihi Wasallam agar dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudaraยฒ kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply