• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Saling memaafkan

Saling memaafkan

๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Sejenak Pagi
Saling memaafkan

Pada suatu hari, Rasululloh Shalallahu ‘alaihiwassalam sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya : “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasululloh ?”
Rasululloh Shalallahu ‘alaihiwassalam menjawab : “Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Alloh Subhanahuwata’ala”.
Salah seorang mengadu kepada Alloh Ta’ala sambil berkata : โ€˜Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
Alloh Subhanahuwata’ala berfirman : “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?”
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya”.

Sampai di sini, mata Rasululloh Shalallahu’alaihi wasallam berkaca-kaca. Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, beliau Rasululloh sholallohu ‘alahi wasallam bersabda : “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya”.

Rasululloh Shalallahu’alaihi wassalam melanjutkan kisahnya.
Lalu Alloh Ta’ala berkata kepada orang yang mengadu tadi : “Sekarang angkat kepalamu”.
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?
Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?”

Alloh Subhanahuwata’ala berfirman : “Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya”.
Orang itu berkata : “Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?”
Alloh Ta’aa berfirman : “Engkau pun mampu membayar harganya”.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata : “Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?”
Alloh Ta’ala berfirman : “CARAya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku”.
Orang itu berkata : “Ya Rabb, kini aku memaafkannya”.
Alloh Ta’ala berfirman : “Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu”.

Setelah menceritakan kisah itu, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam. berkata : “Bertakwalah kalian kepada Alloh dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan. Sesungguhnya Alloh mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”.
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Di beri Kekuatan Iman dan ketaqwaan. Istiqomah dalam kebaikan.
Menjadi hamba yang Bahagia dan bersyukur selalu.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
๐Ÿ˜Šโค๐Ÿ‘

firdaus

Leave a Reply