• +62-8123070905
  • bagus.suminar@gmail.com

Sekilas tentang Asyuro’ (10 Muharram)

Sekilas tentang Asyuro’ (10 Muharram)

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Sekilas tentang Asyuro’ (10 Muharram)

Hari Asyuro’ adalah hari ke 10 dari bulan Muharrorn (Sabtu 29 Agustus 2020).
Bulan Muharrom termasuk empat bulan mulia yang tidak diperkenankan berperang dan menumpahkan darah di dalamnya. Ia secara khusus disebut Syahrulloh (bulannya Alloh) Al Ashom (yang tuli), karena di bulan itu tidak didengar dentingan senjata. Kemudian bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah ini menurut Ibnu Jauzi karena di dalam bulan itu terdapat hari Asyuro’.

Kejadian
Hari Asyuro’ bagi ummat Islam adalah hari yang sangat monumental, dimana pada hari itu menurut keterangan Prof. Dr. As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dengan sandaran yang jelas diantaranya :

🔹Alloh Subhanahu Wata’ala menurunkan Nabi Adam ke dunia, Alloh Subhanahu Wata’ala menerima taubat Nabi pertama itu akibat kesalahannya memakan buah yang terlarang,

🔹Diterimanya taubat kaum Nabi Yunus,

🔹Berlabuhnya perahu Nabi Nuh di bukit Al Judiyyi (terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia),

🔹serta kemenangan Nabi Musa dan tenggelamnya Fir’aun. (Lihat Dzikroyat Wa Munasabat, 51).

Amalan utama untuk memperingati peristiwa-peristiwa besar tersebut menurut Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wasallam adalah :

1️⃣ Puasa Asyuro’

Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Asyuro aku berharap kepada Alloh akan menghapuskan dosa tahun lalu”
(HR. Tirmidzi :753)

2️⃣ Meluaskan Belanja pada Hari Asyura (Mayoran)

Barangsiapa meluaskan rizqi (memberikan nafkah yang lebih banyak) kepada keluarganya pada hari „asyuro, niscaya Alloh ta‟ala meluaskan rizqi baginya sepanjang tahun (Sufyan bin Uyainah).

“Abu Sa‟id al-Khudri berkata, “Rasululloh shallallahu „alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menjadikan kaya keluarganya (dalam hal belanjadan makanan) pada hari Asyura, maka Alloh akan menjadikannya kaya selama satu tahun tersebut.”
(HR. At-Thobaroni dan al-Baihaqi).

3️⃣ Bershodaqoh

Diriwayatkan dari Abdulloh bin Umar bin „Ash, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.”
(Abu Musa Almadini)

4️⃣ Menanggung hidup & mengasihi anak yatim

Tidak kita pungkiri bahwa menyantuni anak yatim adalah satu amal yang mulia. Bahkan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam menjanjikan dalam sebuah hadits:

Dari Sahl bin Sa‟ad radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.”
(HR. Bukhari)

5️⃣ Bertaubat

Taubat adalah kembali kepada Alloh dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya Hari Asyuro’ adalah momentum yang tepat sekali untuk bertaubat dan kembali kepada Alloh Subhanahu Wata’ala, membaca istighfar (berharap ampunan) itulah intinya, tidak sekedar membacanya di lisan namun menerapkan/melaksanakan dalam kehidupan nyata.

Demikianlah hal tersebut dahulu telah dilakukan oleh Nabiulloh Adam, Nabiulloh Nuh, Nabiulloh Musa, dan Nabiulloh Yunus. Istighfar sendiri dimaklumi memiliki dua dimensi : dimensi vertikal dan dimensi horisontal.

Dimensi vertikal yakni dengan mengakui segala kesalahan yang berkaitan dengan mengakui segala Kesalahan yang berkaitan dengan keteledoran kepada Alloh Ta’ala.

Sedangkan dimensi horisontal erat kaitannya dengan mengakui segala kesalahan yang dilakukan kepada sesama manusia berikut lingkungannya. Seandainya semua unsur masyarakat melakukan istighfar (memohon ampun) dengan dua dimensinya ini, bukankah akan melenyapkan sebagian terbesar dari tindakan pengakuan terhadap dosa-dosanya?

(Buku Risalah dan Istighfarort Asyuro Abina KH. M. Ihya’ Ulumiddin)

Alhamdulillah hari jum’at mari membaca al kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.

Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍

firdaus

Leave a Reply